Author POV
Hinata sedang membelikan Toneri minuman. Ia ingin mentraktir Toneri karena sudah menenangkannya dari tangisannya tadi. Hinata mungkin berpikir bahwa ia hanya wanita lemah karena telah menangis hanya karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Ia berpikir bahwa menghindari Naruto adalah cara terbaik untuk melupakannya.
'Benar. Aku harus melupakannya' batinnya dalam hati.
Pada saat ia akan berbelok, Ia menabrak seseorang. Sepertinya orang itu memang menghadangnya.
Hinata pun mendongak. Ternyata itu Naruto. Baru saja Hinata mau melupakan Naruto, tapi Naruto sudah muncul didepannya.
"Aa- ada apa, senpai?" Tanya Hinata.
"Ada apa denganmu tadi? Kenapa kau lari saat aku belum menyelesaikan kalimatku. Aku sudah bertanya padamu berkali-kali, apakah kau tidak punya sopan santun?" Kata Naruto panjang lebar.
"Maafkan aku senpai, aku harus pergi karena seseorang menungguku. Permis-"
Tiba2 tangan Naruto menggenggam lengan Hinata.
"Kau berusaha menghindariku, Hinata? Siapa yang menunggumu? Cih, apa anak baru dikelasmu itu? Apa dia si rambut putih dengan mata hijau itu? Siapa dia? Apa dia penting bagimu? Apa dia pacar sungguhanmu? Apa bagusnya sih dia?" Deretan pertanyaan ia lontarkan pada Hinata.
"Maaf senpai, tapi ini bukan urusanmu."
"Kau ini, tidakkah kau-"
"Maaf mengganggu pembicaraan kalian." Tiba2 Toneri datang menyela ucapan Naruto.
"Otsutsuki -kun!" Hinata terlonjak karena kehadiran Toneri yang tiba2.
"Cih, jadi kau yang namanya Otsutsuki Toneri? Apa hubunganmu dengan Hinata?"
"Hubunganku dengannya tidaklah penting. Lagi pula, kau siapanya Hinata -chan? Maaf, aku tahu kau senpai yang dikagumi karena tampang dan skill mu di permainan basket. Aku juga sadar kalau aku hanya seorang kouhai baru disekolah ini. Tapi, ini urusan pribadiku dengan Hinata. Jadi, permisi. Ayo, Hinata -chan." Jelas Toneri. Ia pun menarik Hinata pergi dari tempat itu.
"Chotto, Otsutsuki -kun." Mereka berdua pun meninggalkan Naruto yang masih mematung dengan perkataan Toneri. Benar. Dia bukan siapa2 nya Hinata. Hanya Hinata belum tahu bahwa Hinata adalah gadis mungil yang ia temui sepuluh tahun yang lalu.
"KUSO!!" Naruto menendangkan kakinya sendiri ke dinding yang kuat itu.
.
.
Hinata POV
"Hinata -chan, apa kau tidak apa-apa?" tanya Toneri padaku.
Aku memang bodoh. Seharusnya melawan Naruto -senpai. Tatapannya tadi begitu melemahkanku. Kenapa? Kenapa aku selalu lemah dihadapannya. Aku cuma bisa menangis dan lari darinya.
"Hi- Hinata -chan apa kau tidak apa-apa? Kenapa kau menangis? Hey" perkataan Otsutsuki -kun menyadarkanku.
Benar. Aku menangis. Air mataku perlahan mengalir dari mataku. Aku memang lemah.
"Aku tidak apa-apa kok, Otsutsuki -kun." Aku tersenyum padanya agar dia tidak mengkhawatirkanku.
"Syukurlah. Tapi, tolong berhentilah memanggilku dengan nama margaku. Sudah kubilang padamu dulu untuk memanggil nama depanku. Bukan kah kita dekat, Hinata -chan. Dan juga.."
"Dan juga?"
"Dan juga, bukankah kau tahu aku menyukaimu dari dulu. Apakah kau melupakan itu?"
"Otsutsuki -kun..."
"Maka dari itu, alasanku datang ke sekolah ini, juga ingin msndengar jawabanmu, Hinata -chan."
Aku ingat. Dulu Otsutsuki -kun adalah seseorang yang dekat sekaligus menyukaiku. Tapi aku sudah berusaha mengatakan dengan lembut bahwa aku tidak menyukainya. Aku hanya menganggapnya sahabat. Dan ia kembali membawa masa lalu kami.
"Maaf Otsutsuki -kun. Tapi jawabanku tidak berubah sejak dulu. Aku tetap menganggapmu sebagai sahabat baik saja. Entah dulu, sekarang, maupun kedepannya nanti. Itulah yang kurasakan padamu."
"Begitu ya. Perasaanmu tidak berubah ya. Baiklah. Kali ini aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi, sebagai gantinya, mulai sekarang kau harus memanggilku dengan nama depanku. Bukankah kita sahabat?"
"Umm, baiklah, Ots- maksudku Toneri -kun." Aku lega. Akhirnya dia menerimanya.
"Yosh. Mulai sekarang, jika ada apa apa, kau harus memberitahuku ya. Jaa." Toneri -kun meninggalkanku. Aku tahu berat menerima kenyataan bahwa aku tidak menyukainya. Aku biarkan dia membiasakan keadaan ini. Aku juga berniat meninggalkan ruang kelas.
Saat aku keluar kelas, aku melihat Sakura sedang berlari ke arahku. kekhawatiran terlihat jelas dimukanya.
Author POV
"Hinata!!" Sakura berteriak memanggil nama Hinata. Ia berlari tergopoh gopoh di koridor.
"Sa- Sakura? Ada apa?"
"Kau ini. Aku dengar dari orang2 kau berlari sambil menangis. Apa terjadi sesuatu? Apa si baka itu menyakitimu? Aku akan menghajarnya untukmu."
"Tolong jangan lakukan itu, Sakura. Aku sudah putus dengan Naruto -senpai." Kata Hinata pada Sakura.
"Apa?! Bagaimana bisa Hinata? Apa kalian bertengkar?"
"Tidak apa apa Sakura. Ini keputusan kami."
'Ya, memang dari awal kami tidak pernah pacaran.' Batin Hinata.
"Hinata.."
"Hyuga Hinata." Sebuah suara tak asing terdengar ditelinga mereka berdua. Mereka pun menoleh.
"Sasuke -senpai."
"Sasuke -kun."
"Hyuga Hinata, aku ingin bicara padamu sepulang sekolah. Temui aku dibelakang sekolah nanti." Setelah to the point, Sasuke langsung meninggalkan mereka berdua dengan Sakura yang tidak percaya.
Tidak biasanya Sasuke bicara pada seseorang, terutama seorang kouhai. Sakura tahu bahwa Hinata itu sekarang pacar- mantan pacarnya Naruto (menurut Sakura). Tapi, kenapa?
###
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine, Hinata -chan
FanfictionKisah cinta murid KHS antara sang kapten tim basket Naruto dan seorang kouhai manis Hinata yang menjalin hubungan yang berawal tanpa rasa. Bahkan ia tidak ingat bahwa kouhai itu adalah seseorang yang ia nanti selama ini. Seseorang yang penting dalam...
