Episode 1

2.8K 140 26
                                    

Masih dengan gaya yang sama, warna ungu yang masih mendominasi dan sebuah DSLR yang di kalungkan, Gracia memasuki gerbang utama dan berjalan di halaman utama sekolahnya, Majisuka Gakuen.

Senyum Gracia mengembang, sebagai balasan atas sambutan dan bungkukan hormat yang diberikan murid-murid Majijo di sekitarnya untuk dirinya.

Para murid Majijo melakukan itu pada Gracia karena kini gadis itu bukan lagi murid biasa, melainkan merupakan wakil ketua Majijo. Murid terkuat kedua di sekolah yankee tersebut.

Gracia melanjutkan langkahnya menuju tangga sekolahnya dan dikagetkan dengan keberadaan kedua adik kelasnya yang sedang duduk-duduk di tangga menuju lantai tiga.

"Vanka, Rachel." Sapanya.

Kedua gadis yang kini sudah duduk di bangku kelas dua itu tersenyum pada Gracia sambil mendekati kakak kelasnya itu.

"Pagi Kak Gracia." Ucap mereka bersamaan.

"Baru dateng, Kak?" Tanya si pemilik kulit hitam nan manis.

"Yee, Rachel pake ditanya ih. Oh iya Kak, ini aku sama Rachel bikin kue buat Kak Gracia sama Kak Elaine. Dimakan, ya."

Sambil balas tersenyum, Gracia mengambil dua cupcake dari tangan Vanka.

"Makasih, ya."

Setelah itu Gracia pun melanjutkan perjalanannya. Tujuannya tentu saja ruangan Rappapa. Ruangan yang kini jadi miliknya. Kebulan asap merupakan hal yang menyambutnya pertama kali.

Gracia membuka pintu ruang Rappapa sambil mengibas-ibaskan tangannya dan mendapati Tim Gesrek tengah ribut dengan peralatan nyate mereka.

"Astaga busee. Ngapa bisa sampe ngebul banget gini dahhh." Protes Nabilah dengan suara nyaringnya.

"Gak tau nih, Bil. Si Sisil nih!" Balas Jeje tak kalah nyaring.

"Lah? Kok jadi Sisil, sih. Nabilah my oshi, ini bukan ulah Sisil kok. Percaya kan sama Sisil?" Ucap Sisil sok manja.

Gracia hanya bisa menggeleng saat melewati mereka. Senyum dan bungkukan hormat langsung didapatinya dari keempat orang yang duduk berpasangan.

"Elaine dimana?"

"Di dalem, Gre." Jawab si gadis tampan siapalagi kalau bukan Ghaida.

Gracia pun langsung masuk dan mendapati sahabat lamanya, sang ketua baru Majijo tengah duduk di bangku kebeserannya sambil membaca sebuah novel.

Namun, ada yang berbeda. Elaine terlihat kembali menggunakan kacamata lamanya yang sudah lama tak digunakannya. Gracia yang heran pun memperhatikan Elaine yang nampak mengedipkan matanya begitu sering dan sesekali menguceknya.

"Emm, pagi Gre." Sapa Elaine yang tentunya menyadari kedatangan Gracia.

"Mata kamu... kenapa?"

"Emm? Ini? Kemaren pas baca mata aku kabur. Yaudah aku pake kacamata lama aku, tapi malah pusing. Mungkin udah gak cocok kali, ya."

Gracia terdiam. Ucapan Ayahnya dulu saat dia dan Elaine bertemu dengan pria paruh baya tersebut di rumah sakit terngiang di kepalanya.

"Gre, nanti pulang sekolah, temenin bikin kacamata baru, ya?"

"Eh? Emm, sebelum itu.. temenin aku dulu ya, Len." Elaine pun mengangguk tanda setuju.

Seperti yang telah dijadwalkan keduanya. Gracia dan Elaine pulang bersama. Namun ada yang membuat Elaine heran saat Gracia mengajaknya ke rumah sakit.

"Siapa yang sakit, Gre?"

"Tidak ada."

"Lalu?"

Majisuka Gakuen - Season 2 (JKT48)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang