5. Misterious

8.8K 456 3
                                    

Natalie POV

Kami sudah sampai kantin,ini istirahat kedua dan aku sangat tidak semangat karena aku akan menceritakan segalanya ke anak 3 ini.

Kami duduk di kursi untuk 4 orang.
Aku hanya menopang daguku dengan tangan kananku dan ke depan datar.

"Hey remember?" Tanya Melissa saat baru sampai mengambil makanan untuk kami berempat
Hey kapan dia ngambil makanan? Kok gak nanya ke aku dulu mau makan apa? Batin ku sambil menatap ke arah makanan yang di bawa Melissa yg sekarang sudah ada di depan ku.

"Tadi aku nanya-nanya kamu mau makan apa tapi kamu bengong terus" kata Melissa
"Oh sorry"

"Nah sekarang ceritakan" kata Alice semangat

Huft,harus bagaimana lagi,aku harus memberitahu mereka lagain gak ada salah nya juga aku kasih tau mereka mana tau aku bisa tau lebih banyak tentang Nathan. Eh! Kau gila Nata.

"Ya jadi aku pernah bertemu dengannya saat hari pertama aku di London,jadi waktu itu aku sedang di taman dan tiba-tiba ada bola basket mengenai kepalaku,dan ternyata itu bola basketnya Nathan" huh akhirnya ku ceritakan juga

Mereka pendengar yang baik,mereka sangat antusias mendengar kan cerita yg tidak penting ini.

"Terus Nathan bilang apa?" Tanya Sophia yang duduk didepan ku.
"Dia menghampiriku dan mengatakan apakah aku baik-baik saja"
"Hanya itu?" Tanya Melissa
"Ya,setelah mengatakan itu dia langsung pergi membawa bola basketnya" kata ku
"Dia memang seperti itu,dingin. Aku tak mengerti mengapa banyak wanita tergila-gila padanya" kata Alice
"Ya, apalagi The Bitches" kata Melissa dengan nada kesal
"The Bitches? Apa itu?" Tanya ku bingung
"Itu loh si Jessica dan kawan-kawannya" kata Alice
"Ya,mereka gang cewe yang ditakuti di sekolah ini,but not for us" lanjut Sophia
"Emang mereka siapa?" Kata ku
"Orang gak penting, yang pasti Jessica adalah mantan Nathan. Sampai sekarang pun ia masih mengejar Nathan malah kadang-kadang dia nganggep kalau Nathan itu masih jadi pacarnya" kata Melissa

Entah kenapa saat mendengar itu aku sedikit kesal.

"Hey kau melamun lagi?" Kata Melissa, membuat lamunanku buyar
"A-a ti-tidak" kata ku. Hey ada apa dengan mu Nata? Kenapa aku gugup gitu.

"Kamu cemburu ya?" Tanya Sophia sambil menahan tawa nya.
"A a a-apa?" Tanya ku dan kembali gugup. Ada apa denganku?
"Ehm jujur saja" goda Alice
"Tenang Nata mereka sudah tidak ada hubungan" ledek Melissa
Aku yakin pipiku sudah merah sekarang,yaampun aku malu sekali.

"Eh itu Nathan" bisik Sophia sambil mengarahkan pandangannya ke sosok pria yang menggunakan t-shirt yang berjalan ke arah teman-temannya.
Dan ya,itu Nathan.

Tampan sekaliHanya itu yang ada di benakku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tampan sekali
Hanya itu yang ada di benakku

Aku melihantnya saat ia sedang duduk bersama teman-temannya yang aku tak ingat siapa saja.
Saat aku sedang makan makananku aku merasa seperti ada yang memperhatikanku aku pun melihat keseliling kantin dan mataku berhenti ke sosok orang yang sedang melihat ke arahku? Seprtinya,aku tak yakin
Itu,Nathan.
Tapi saat aku melihatnya,ia membuang muka dan langaung mengobrol bersama teman-temannya,aneh.

"Iya,dari tadi ia memperhatikanmu" kata Sophia sedikit berbisik
Oh ternyata dia juga melihat
"Masa sih?" Kata ku ragu
"Ya,sudah cukup lama,tapi aku tak mengerti maksud dari tatapannya,aneh. Kau tau kan dia dingin jadi tak bisa ditebak,sangat misterius" kata Sophia

Aku hanya menatap ke arah Nathan datar masih berpikir maksud dari semua ini.
--------------------------------------------
Thanks for read!
Don't forget to Vote!
Chapter ini rada gk jelas😂

One and Only Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang