Natalie POV
Hari minggu ini aku hanya dirumah,Logan sama sekali belum mengirimi ku pesan atau menelfonku.
Tadi pagi aku mencoba untuk menghubunginya tapi handphone nya tidak aktif.
Dan saat aku pergi ke rumahnya,mamanya bilang Logan belum pulang dari tadi malam.
Aku sangat menghawatirkannya, aku takut semua ini karena kemarin.
Aku meminta Melissa untuk datang kerumah dan katanya 15 menit lagi dia akan datang tapi ini sudah setengah jam aku menunggu nya
Tiba-tiba aku mendengar suara ketukan pintu yang sangat kencang dan terburu-buru
"Siapa sih,gak sabaran banget"
Aku bergegas turun ke bawah dan saat aku membuka pintu,terlihat Melissa yang tersengal-sengal,ia berkeringat sekali
"K-kau kenapa?" Tanya ku bingung
"Lo-lo-Logan"
"A-ada apa dengan Logan?"
"Dia kecelakaan"
DEG!
"Apa?! di-dimana dia sekarang?"
"Rumah sakit"
"Bawa aku kesana"
Kami langsung masuk ke mobil Melissa
di perjalanan aku tak berhenti-hentinya untuk menyuruhnya me nambah kecepatan mobil
Aku ingin bertemu dengan Logan,aku tak ingin terjadi sesuatu padanya
Kami sampai dirumah sakit dimana Logan berada, Melissa bertanya ke suster dimana pasien yang bernama Logan.
Dan ternyata sekarang Logan ada di ruang UGD separah itu kah dia?
Kami langsung naik ke lantai 3 dimana ruangan itu berada
Kedua orangtua Logan sedang duduk di depan ruang UGD,terlihat Mrs. Austin atau biasa ku panggil Mom Sarah, ia sedang menangis
Aku langsung menghampiri mereka,dan saat Mom Sarah melihat ku, ia langsung membawa ku ke pelukannya
"Apa yang terjadi?" Tanya ku getir
"Ia kecelakaan saat sedang menyetir. Ia menabrak pohon. Polisi bilang ia dalam pengaruh alkohol yang sangat tinggi" jelas Mr. Austin atau Dad Andreas
Aku tak kuat berdiri,rasanya tubuhku lemas seketika. Aku langsung duduk di kursi samping Mom Sarah
Melissa tak henti-hentinya menenangkan ku
Ia mengerti perasaanku karena semalam aku sudah menceritakan tentang Logan
"Apa ini semua karena ku?" Gumamku
"Tidak Nata,ini bukan salah mu"
Aku menangis disaat itu juga. Aku sudah mengecewakan Logan,aku tau semua ini karena ku
Dokter keluar dari ruangan Logan
"Bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Dad Andreas
"Untung saja ia cepat dibawa kemari,ia kehabisan banyak darah, dan ia membutuhkan donor secepatnya"
"Saya yang akan mendonor,golongan darah kami sama B" ujar Dad Andreas
"Baiklah,mari ikut saya"
"Ehm dok,apa ia sudah bisa dijenguk?" Tanya ku
"Ya,tapi hanya 2 orang dan hanya sebentar. Karena ia butuh banyak istirahat"
Dokter itu pergi setelah aku mengucapkan terimakasih
"Mom duluan saja" ujarku pada Mom Sarah
"Makasih Nata"
Aku tersenyum ke arahnya
Setelah Mom Sarah keluar dari ruangan,aku pun masuk
Aku melihat Logan sedang terlelap dengan infus. Aku tak bisa melihatnya seperti ini.
Aku mendekat ke arahnya kemudian menggenggam tangannya dan mengusapnya perlahan. Aku menghela nafas dan mulai berbicara dengannya walaupun ia tak akan dengar tapi ya,entahlah aku hanya ingin berbicara dengannya saja
"Hai Oan, ini aku Alie. Cepatlah sadar,Kami semua menghawatirkanmu. Maafkan aku,apakah semua ini karena ku? Sepertinya begitu. Tolong jangan melakukan hal seperti itu lagi. Saat kau sadar aku pasti akan menceramahimu dan menyuruhmu untuk tidak pernah meminum alkohol lagi" aku terkekeh disela-sela obrolanku
"Kau marah karena hal kemarin? Maaf aku sama sekali tidak tau kalau ia akan,argh sudah lah tak usah membahasnya"
"Cepatlah sadar aku sudah sangat merindukanmu memanggilku Alie" Aku tersenyum saat berkata seperti itu
Sebenarnya aku sudah ingin menangis sekarang ini tapi ku tahan,karena aku tak ingin menangis didepannya
Pintu ruangan terbuka melihatkan sosok suster
"Maaf nona,tapi pasien harus istirahat"
Aku mengangguk mengerti dan kemudian mencium kening Logan
"Cepat lah sadar"
Setelah itu aku keluar dari ruangan dan menangis.
---------------------------------------
Pengen cepet2 nyelesain ni cerita tapi kayaknya masih panjang.
Thanks for read💖
All the love. C
KAMU SEDANG MEMBACA
One and Only
Teen Fiction[COMPLETED] Bagaimana rasanya diperebuti oleh dua orang lelaki tampan? Natalie Evans sedang merasakan nya. Dua lelaki itu adalah seorang cowok populer disekolah nya, yang sering membuat onar tapi setelah bertemu Natalie ia mulai berubah dan seorang...
