[25] Pizza!

1.7K 189 8
                                        

Luke P.O.V

Setelah akhirnya Niall menelepon pizza hut dengan nomor yang benar kita pun duduk nunggu. 30 menit paling lambat sih janjinya mah.

"Main kuy apa kek gua bosen main xbox" kata Calum sambil menyilangkan kedua tangannya.

"Main ToD aja gimana" usul Perrie sambil tertawa. Gua gatau kenapa dia ketawa, mungkin tadi dia ngeliat sule lewat kali.

"Ayolah udah lama gua ga main ToD lagi" Cara mengambil botol - yang entah darimana dia dapet di rumah gue - dan memutar botolnya.

Fyi, hari ini Cara pake baseball jacket warna putih-hitam disatuin sama white tee tulisannya 'fuck off'. Terus dia pake black skinny jeans. Loh kenapa gua jadi nge-describe Cara ya? Idk, minggu ini gua jadi lebih sering merhatiin Cara. Mungkin karena dia cantik? Dia emang cantik, cuma orang buta kali yang gatau dia cantik. Mungkin karena Calum nyuruh-nyuruh gua kali ya buat mata-matain si Cara.

There's no way I like her.

"Zayn, ToD?" tanya Tay ketika botolnya mengarah ke Zayn. Hamlilah.

"Dare lah. Gue kan cowo mamen" Jen menyisirkan tangannya ke rambutnya. Ew.

"Ah! Ini biar gue aja," kata Perrie sambil tersenyum miring. Gua gatau diantara mereka ada apa, tapi pasti ada apa-apa. "I dare you to... Ga nyisir rambut lo sampe ToD ini selesai."

What?! Dare macam apa itu.

"WHAT?! NO PERRIE YOU CAN'T DO THAT!" Zayn memohon-mohon sampai memelas. Oh god, sesusah itukah?

"Kayanya si Zayn mendingan mati deh daripada rambutnya berantakan" bisik Cara tepat di telinga gue yang membuat gua merinding. Sedikit.

Gua menahan ketawa gua. Bener juga ya kata Cara, gua lupa benda paling berharga buat Zayn tuh... Rambutnya.

Sementara Zayn masih lemes, Perrie memutar botol untuk giliran selanjutnya

                             •~•

30 menit pun berlalu, dan beruntungnya gua cuma dapet giliran 2 kali itu pun dare semua. Such a gentleman *fake crying*

Oh ya! Banyak fakta yang ga terduga juga. Kaya misalnya Barbara, dia ga suka cursing. Niall, sebenernya warna asli rambutnya coklat. Harry, dia lebih suka cewe yang lebih tua dari dia. Cara, dia gabisa masak sama sekali - cuma bisa masak indomie -. Dan masih banyak truth yang bikin gue tercengang sih sebenernya.

*ting tong*
Bel rumah gua bunyi. Kayanya mas-mas pizza deh. Eh tapi bisa juga mba-mba.

"Luke bukaa" kata Cara mendorong gua.

"Idih males gua kan tuan rumah" gua mendorong dia balik.

"Ya karena lo tuan rumah bukain pintu ego" kata Cara lagi gak mau kalah.

"UDAH DIEM KALIAN. NAYEL AJA YANG BUKA PINTUNYA" Niall pun bangkit dari kuburnya, eh salah maksudnya dari sofanya menuju pintu dan berbalik sambil membawa 4 box pizza (juga 5 cheese rolls)

"PIZZA PIZZA" mendadak semua orang menjadi anarkis - lebih tepatnya jadi binatang - setelah box pertama dibuka. Astagfir ini rumah gua bukan kebun binatang.

"KALEM COEG GUA JUGA MAU!"

"WOE CHEESE ROLLSNYA PUNYA GUA" (lu tau lah ya ini siapa)

"NAJONG LU NGAMBIL PEPPERONI AING"

Astaga Tuhan gua harus videoin ini.

Gua pun videoin mereka dan thx for instagram yang sudah mengupgrade timid videonya jadi 1 menit.

"Inilah yang terjadi jika anda membiarkan remaja memesan pizza di rumah anda" kata gua sambil menzoom muka-muka mereka. Masukin snapchat juga, ah.

"Omg, kenyang banget" kata Niall sambil memegang perutnya. Wait, what? Niall ga mungkin kenyang kecuali...

Pizzanya udah abis.

A/N

DO YOU BELIEVE IN IRONY? Ironisnya, lagu paipsos ada yang judulnya pizza. Ha. Ha. Ha. Lucu kan.

Oh iya, cerita ini 5 chapter lagi abis ya. Abis tuh epilogue. Bye guys 😭😭😭😭




















APRIL MOP. LALALALA (krik krik).

Iya ue tau garing kok. Udah ya gue tutup aja daripada makin gajelas.

VOMMENT 👽

Kita Kenapa Sih? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang