Mulai hari ini,echa terpaksa kembali ke rumah yang baginya adalah neraka. Echa hanya diam di dalam kamarnya selama seharian. Chatan dengan noval,membuat tugas kuliahnya,mendengar musik atau membaca novel hanya itu yang ia lakukan didalam kamarnya selama berjam-jam. Tak ada rasa bosan,karena ia juga sangat rindu dengan suasana kamarnya yang sudah 5 tahun ia tinggalkan,kamarnya sangat bersih dan terawat,ia tahu betul kalo yang melakukan ini semua adalah bi asih,asisten rumah tangganya. Terima kasih bi asih.
Echa membuka sela jendela kamarnya,saat mendengar deruman mobil memasuki pekarang halaman rumahnya. Ia terus perhatikan dan tak lama keluar wanita dengan penampilan yang sedikit berantakan keluar dari mobil sport hitamnya itu. Rambut ikal panjang terurai dengan warna hitam merah, tubuhnya yang di lapisi kaos hitam dan jaket kulit juga celana jeans pendek. Diiringi sepatu boot hitam yang panjangnya sebetis kaki mulusnya. Echa mengerutkan keningnya,dibenaknya selalu bertanya 'siapa dia?' .
Echa terus memerhatikan wanita itu,wanita itu membuka jaket kulitnya dan menentengnya di tangan kanannya,langkahnya terus berjalan memasuki rumah. Echa berbalik badan pikirannya masih terus bertanya-tanya. Dia pun keluar kamar untuk mengetahui gadis itu dan juga ingin mengambil minum. Langkah demi langkah echa menuruni anak tangga yang lurus kedepan. Mata echa mencari-cari wanita itu. Tibanya di bawah,echa berjalan menuju dapur.
Depp
'Itu dia' kata batinnya saat melihat wanita itu mencari sesuatu didalam kulkas.
Echa terus berjalan ke arah rak lemari untuk mengambil gelas,suara pergesekan itu terdengar orang tersebut membuat ia menoleh ke arah echa.
"Siapa lo"tanyanya ketus sambil memegang gelas yang baru saja ia minum.
Echa meneliti raut wajah yang familiar di pikirannya,begitupun gadis tersebut.
"Lo... echa?"tanyanya ragu.
Echa mulai mengenal orang ini,raut wajahnya cemeriang dan mulutnya membulat "ANNA" tebaknya dengan semangat.
"What the fuck"
Anna meletakkan gelas itu di atas meja dan sedikit berlari ke arah..
Bukkk
Tubuhnya berbenturan menjadi pelukan erat. Satu sama lain saling memeluk melepas rindunya selama 5 tahun. Tak sadar air mata echa sudah meleleh.
Echa melepas pelukannya dengan mata yang sudah sembab,begitupun Anna.
"Lo kemana aja.. gue nyariin lo" begitu kata anna membuat air mata echa kembali mengalir.
"Ada banyak hal yang pengen gue ceritain sama lo semenjak kejadian itu. Inget cha,lo gak salah. Jangan berpikir kalo kejadian ini gara-gara lo. Ini bukan salah lo"
Echa diam. Ia sedikit terkejut dengan panggilan Anna. Dulu Anna memanggil dirinya dengan sebutan 'kak-aku-kamu' dan sekarang hanya memakai nama dan juga 'lo-gue' . Dulu Anna yang selalu panggil echa dengan Aku-kamu dan sekarng. Dan juga dari gaya penampilan Anna benar-benar tidak terawat,banyak perubahan dari adiknya ini.
....
Malamnya echa duduk di rooftop rumahnya. Tempat dimana menjadi salah satu tempat favorite echa menghabiskan waktu bersama jane dan Anna,itu dulu. Sekarang echa hanya seorang diri dan ditemani secangkir cappucino hangat yang sangat pas untuk udara malam ini yang sangat dingin,karena sorenya itu habis turun hujan yang cukup deras, sehingga membuat dia harus memakai cardigan rajut abu-abunya. Meskipun dinginnya sampai membuat tubuhnya merasa di tusuk jarum tetapi udara seperti ini sangat bersahabat untuk perasaan yang echa sedang dialaminya. Udara seperti ini membuat pikirannya sedikit fresh, walaupun masih sangat berat untuk memikirkan tentang perjodohan itu yang sangat membuatnya tidak nyaman, tapi setidaknya dengan udara seperti ini ia mencoba menikmati keadaan disekitarnya.
