"Kau bilang apa tadi?"
Sontak satu sekolah heboh lagi gara-gara Yunhyeong dan Zelo. Dengan langkah cepat aku berjalan menuju lapangan basket. LeeHi, dia mengatakan kalau Yunhyeong dan Zelo bertaruh main basket. Dari kejauhan nampak laki-laki blonde dan rambut hitam sedang bertarung main basket. Ya Tuhan!
Aku pun ikut larut dalam euforia mereka, maksudku siapa yang tidak suka melihat dua laki-laki bertarung basket. Mataku memicing melihat permainan mereka. Skor Yunhyeong 8, Zelopun memiliki skor yang sama. Kudengar dua laki-laki di belakangku bertaruh soal basket ini. Aku mendesah malas dengan permainan ini. Tadi sih aku larut, kalau sekarang tidak. Aku keluar dari kerumunan anak-anak yang menyaksikan pertarungan gratis tadi.
Kedua kakiku berjalan menuju perpustakaan dan menerima Line dari Sejeong.
Sejeong: Joy, kau dimana?
Joy: Perpus.
Aku duduk didekat rak-rak buku kimia. Dalam hitungan tiga Sejeong pasti sudah datang. Satu. Dua.
"Aku sudah mencarimu kemana-mana dan kau malah disini"
Ku bilang apa. Sejeong kalau berjalan bisa seperti memakai sepatu roda. Sangat cepat.
"Hm? Ya aku tadi melihat Yunhyeong tapi malas lalu ke perpus"
Sejeong hanya mengangguk dan dia memainkan ponselnya. Aku tenggelam dalam novel ini. Pandanganku mengarah ke luar jendela. Anak-anak masih berkumpul di sana dan itu tandanya pertarungan Yunhyeong dan Zelo masih berlangsung. Aku refleks tersenyum. Semoga kau menang Yunhyeong. Itu doaku barusan. Ku fokuskan lagi pada lembaran-lembaran novel lagi. Sejeong memakai kaca mata dan ikut membaca buku sejarah Korea Selatan. Tunggu, sejak kapan dia tertarik untuk membaca?
Yunhyeong: Test
Joy: ?
Yunhyeong: Haha kau dimana gadis cantik?
Joy: Di tempat biasanya.
Yunhyeong: Ok.
Tak lama kemudian Yunhyeong mengetuk jendela yang tepat di depanku. Dia memamerkan gigi putihnya. Stop it Yunhyeong!
"Mau apa?"
"Keluarlah"
"Aku baca buku"
"Yasudah aku yang masuk Perpus"
Aku melihat ke samping dan sudah menemukan Sejeong dengan Hanbin. Hell yah! Sejak kapan pasangan dimabuk asmara itu datang, maksudku si Hanbin. Aku tadi melihatnya dengan Yunhyeong main di lapangan.
"Hai!"
Aku langsung memegang dadaku, tanda kaget maksudnya. "Shit" Umpatku tak cukup pelan.
"Maaf Joy" Yunhyeong tersenyum dengan membawa dua kaleng Sprite.
"Baca apasih sampai raut wajahmu begitu dari kejauhan?" Dia membaca judulnya, "Paper Towns? Cara Delevingne?"
Aku mengangguk, "Ya, tapi aku bingung dengan endingnya"
"Sama aku juga bingung. Tidak happy juga tidak sedih. Tapi mereka tidak bersama"
"Joy, Yunhyeong kami duluan ya" Sejeong memberi salam padaku, bukan salam sih tapi apa ya namanya?
Kami mengangguk bersama,"Okay"
"Ini minum"
"Di Perpus tidak boleh membawa minuman Yunhyeong"
"Kata??"
"Kataku lah Yunhyeong"
"Kita keluar saja"
KAMU SEDANG MEMBACA
Let Me Be
RandomYunhyeong, kapten basket Seoul International High School yang tidak begitu tertarik dengan wanita. Namun, saat ada murid baru yang bernama Joy semua berubah. Joy yang mempunyai sifat dingin dan misterius membuat Yunhyeong terus mengejarnya.
