12.

66 6 8
                                    

PS: tulisan miring yang banyak banget itu flashback ya.

***

Rutinitas hari senin kembali. Dimulai dengan upacara bendera. Mungkin membosankan tapi pasti sangat dirindukan jika kita lulus nanti. Ditambah hal yang menyenangkan adalah kita bisa melirik gebetan yang sedang berdiri dengan peluh di dahi akibat sinar matahari. Sungguh indahnya pemandangan senin pagi.

Upacara selesai, pelajaran dimulai. Pelajaran Bahasa Indonesia oleh pak Farel. Lagi. Untung saja gurunya itu belum hadir dikelas. Naomi masih malu akan kejadian jumat lalu. Ia selalu berdoa semoga saja pak Farel tidak akan membahasnya dikelas nanti.

"Mi Mi Mi" Bebie menggoncangkan lengan teman sebangkunya setelah ia menghabiskan satu botol air mineral.

"Hm?"

"Cerita dooonngg... katanya mau cerita"

Naomi menengok ke kiri dan memasang wajah tak bersalahnya, "Kata siapa?"

"Tuh kan tuh kan. Jangan sok pikun lo"

"Iya iya inget"

Mengalirlah cerita Naomi tentang kejadian jumat lalu setelah pulang sekolah Chris dan Nuel datang kerumah, kemudian mereka tertidur bertiga, saat bangun ia tidak mendapati kedua cowok itu disampingnya dan ternyata Nuel ada dikamar abangnya sedang bermain PS sedangkan Chris sudah pulang duluan setelah bangun karena ingin merayakan ulang tahun teman club basketnya.

Tidak ketinggalan semua kejadian dihari minggu yang ia hadapi.

"GILAAAA"

Naomi memukul pelan kepala Bebie dengan gulungan kertas yang entah dari mana ia pegang, "Gak usah teriak sih"

Bebie hanya meringis malu karena ia jadi bahan perhatian sekarang.

"Eh tapi itu seriusan? Kalo bener, lo emang cewek teraneh, terbodoh, tersok jual mahal, terlebay, ter..."

"Terimakasih Bebie atas predikat yang anda berikan kepada saya"

"Yee tua. Tapi seriusan lo tuh, ih gue gak tau isi kepala lo Mi. Malah ngejauh sih?"

"Sumpah Beb, itu pertanyaan lo yang sama ke delapan ratus kali"

"Tapi haduh gue tetep gak habis pikir gitu loh Mi. Lo pinter tapi idiot ya buat apa?! Mending gue lah"

"Permisi, situ muji diri sendiri hm?"

Bebie sudah lelah dengan sikap Naomi yang selalu saja mengalihkan. Kapan sahabatnya itu bisa berubah adalah masih sebatas pertanyaan di hati.

Tak lama kemudian pak Farel masuk ke dalam kelas dan memberi penjelasan tentang puisi. Membosankan.

Satu lipatan kertas kecil digeser oleh Bebie kearah meja Naomi. Naomi hanya menoleh dan menatap bingung perilaku temannya itu. Sementara Bebie sudah berpura-pura memperhatikan penjelasan guru didepan kelas.

Naomi yang masih bersabar akhirnya memilih membuka lipatan kertas pemberian Bebie.

Btw gue gak pernah tau kejadian persis lo menghindar dari Chris. Eh maksud gue Kevin. Selama ini lo cuma cerita punya sahabat-lo suka-lo menghindar. Udah gitu aja(?) Istirahat ceritain semuanya ya? ;*

Dan untuk hari ini ia harus extra mengingat asal muasal mereka merenggang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bel istirahat berdering. Semuanya bernapas lega dari pelajaran sejarah yang luar biasa itu. Bagaimana tidak, setelah pelajaran bahasa adalah pelajaran sejarah. Termasuk Naomi. Ia segera berdiri ingin menuju ke kantin

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 30, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AUDACITYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang