"Aa..aanu.."
Aku benar-benar bingung harus menjawab apa."Tubuhku hanya bergerak sendiri."
Jawabku malu-malu."Bergerak sendiri? Mengapa bergerak sendiri?" Tanya pria itu sambil melipat kedua tangannya di depanku.
"Ka...kau ..!! Kau sendiri kenapa? Kenapa kau membuang hot dog ini? Padahal belum kau gigit sama sekali?" Aku justru kembali bertanya sambil menatapnya dengan sorot mata menantang.
"Karena aku tidak membutuhkannya." Jawab pria itu santai.
Aku terkejut mendengar jawabannya.
"Kau tau. Sesuatu yang kau anggap tidak berharga, mungkin sangat berharga bagi orang lain."
Setelah berkata begitu, aku beranjak pergi meninggalkan pria itu. Aku berusaha mengabaikan tatapan orang-orang yang melihatku sejak tadi.
Harus ku akui Pria tadi sangat tampan dan keren. Sepertinya ia seorang Turis dari penampilannya. Ia mengenakan baju kaos luaran kemeja kotak-kotak dan celana jeans pendek. Sepertinya usianya baru menginjak 20 tahunan. Aargghhh!!! Mengapa aku memikirkannya itu tidak penting. Yang penting sekarang aku sudah pergi dari situasi memalukan tadi.
"Uurgg! Mengapa aku terus malu-maluin sih dari tadi?!!" Keluhku dalam hati.
Sesampai di rumah aku segera bersih-bersih dan mencuci baju. Saat memasuki kamar aku teringat dengan Kak Alvin. Aku membalikkan badan dan melihat pintu kamarnya. Ia sudah melepas memo yang ku tempel tadi pagi, mungkin dia sudah membuangnya.
"Tak apa lah yang penting dia memakan sarapan yang ku buat." Ucapku dalam hati sambil tersenyum kecil.
Fyuhhh!! Akhirnya semua kerjaanku selesai. Aku pun merebahkan badan ke sofa di ruang tamu. Tapi habis ini aku harus ke rumah sakit untuk menjenguk Dea. Setelah itu kembali bekerja di Restoran.
Huh! Sungguh melelahkan. Aku jadi teringat masa-masa di mana keadaan masih normal. Di hari minggu begini biasanya aku pergi ke Mall atau nonton drama seharian di kamar.
Aku rindu sekali hari-hari itu. Akankah hari-hari itu kembali? Hampir saja aku menitihkan air mata. Aku segera sadar bahwa aku tidak boleh bersedih terus-terusan. Aku harus bangkit dan menghadapi kenyataan. Inilah hidupku! Inilah takdir yang dipilih Tuhan untukku! Aku tidak boleh cengeng apa lagi menyerah pada keadaan.
"Yosshh!!! Saatnya kerja." Ucapku dalam batin sambil loncat dari sofa empuk di ruang tamu.
Saat aku ke rumah sakit. Dea sedang tidur. Jadi aku dan Mama ngobrol di luar kamar. Kata Mama Dea baik-baik aja. Hanya demam biasa. Dia di rawat di rumah sakit agar dapat vitamin yang di suntikkan ke infus.
Mendengar penjelasan Mama. Aku merasa sedikit lega. Ternyata keadaan Dea tidak seburuk yang kubayangkan.
Setelah obrolan singkat tadi. Aku segera pergi menuju tempat kerja. Padahal masih mau cium-cium pipi gembul Dea yang lagi tidur. Tapi sudah hampir jam tiga sore aku tidak mau terlambat kerja lagi.
Hari ini kerjaku lebih berat dari hari biasanya. Mungkin karena hari ini adalah hari minggu. Hari orang-orang untuk istirahat dan menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta. Lagi-lagi aku teringat masa lalu. Segera ku kebas-kebaskan kepalaku dan kembali melanjutkan pekerjaan.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Tapi pekerjaanku belum juga usai aku pun memutuskan untuk menyelesaikannya. Karena pekerja yang harusnya menggantikanku belum datang.
Sampai akhirnya jam dua belas malam baru semua kerjaan selesai. Saat aku melihat jam di pergelangan tanganku. Aku terkejut dan buru-buru membuang sampah ke lorong belakang restoran. Padahal baru saja akan istirahat sejenak.
Suasana di belakang toko benar-benar menyeramkan. Di malam yang sunyi dan gelap begini hanya ada satu lampu yang menerangi.
Saat aku meletakkan plastik sampah ke dalam tempat sampah di samping pintu. Tiba-tiba ada bayangan yang bergerak di belakangku. Aku terkejut dan seketika membeku. Aku tidak berani menoleh ke belakang. Bayanganya itu berbeda dari yang biasa ku lihat. Bayangan itu sangat besar.
Saat bayangan itu semakin mendekat aku hanya bisa berdiam diri dan membeku tanpa bergerak sedikit pun. Tapi bayangan itu semakin dekat, aku pun memejamkan mata karena ketakutan dan
"Brukkkk!!!!" Suara keras menghantam lantai semen tempat ku berdiri.
Saatku membuka mata. Aku mendengar suara orang terjatuh dan mengeluh kesakitan. Aku langsung refleks menengok dan terkejut. Karena ada seorang lelaki yang tengah menghajar dua pemuda sedangkan satu pemuda lainnya sudah ambruk.
Ketiga pemuda tadi ia kalahkan dengan begitu cepat. Tapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena ia menutupinya dengan jaket hitam yang ia kenakan. Saat aku masih terkejut dan berdiam diri karena kaget dengan apa yang terjadi. Dari arah pintu ada Pak Manajer yang berlari dan berteriak memanggil namaku.
"Kau tidak apa-apa Resa?" Tanya Pak Manajer dengan wajah pucat.
Aku pun menengok ke arahnya dan hanya mengangguk karena masih shock dengan Apa yang ku lihat.
Saat aku kembali menoleh ke arah depanku. Lelaki yang menolongku tadi sudah hilang. Kemana dia? Aku terus melihat ke sana kemari berusaha mencarinya.
"Apa yang kau cari Resa?" Tanya Pak Manajer sambil ikut menengok ke sana ke mari.
"Ta.. Tadii itu.." Aku menjawab dengan ragu sambil menunjuk ke arah ke tiga pemuda yang pingsan di depanku. Aku berusaha menjelaskan bahwa tadi ada pria yang menghajar ketiga pemuda itu tapi aku masih shock dan bingung untuk menjelaskannya.
"Astagaaa..!!!" Ucap pak manajer terkejut melihat ketiga pemuda di depanku ambruk tanpa bergerak.
"Pantasan tadi kok ada suara ribut-ribut dari belakang. Bapak pikir kamu kenapa-napa." Ucap pak manajer sambil menepuk pelan bahuku. Mengajakkku masuk.
Tapi aku yang masih shock dan bingung dengan apa yg kulihat masih terdiam di tempat. Hebat sekali pria tadi menghajar ketiga pemuda ini sekaligus. Untung saja aja dia. Kalau tidak aku mungkin sudah kenapa napa sekarang.
Setelah kejadian itu aku buru-buru pulang ke rumah. Sesampai di rumah akau segera merebahkan badan ke kasur. Baru saja akan memejamkan mata. Tiba-tiba ada suara bel. Uuhh! Pasti ka Alvin. Dengan malas aku bangkit dan membuka pintu.
"Kok baru pulang?" Tanyaku sinis saat melihat wajahnya muncul di ambang pintu.
"Kamu sendiri juga baru pulang." Jawabnya singkat sambil mendorong badanku yang menghalangi pintu.
'Dari mana dia tau kalau aku baru pulang?' Tanyaku dalam hati.
BERSAMBUNG.................
VOTE, COMENT dan SHARE
Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Membaca Cerita Saya ^_^

KAMU SEDANG MEMBACA
The Shadow
ActionApa pernah terpikir di benak kalian jika hidup tenang yang kalian jalani sekarang akan terus begitu? Ketika kalian menonton berita dan berfikir jika musibah seperti itu tidak akan terjadi di sekitar kalian. Hari- hari yang kalian habiskan bersama ke...