Hari terakhir Masa Orientasi Siswa di sekolah Cean.
Cean pov
Sepagi ini aku sudah dikecewakan(lagi). Aku tak melihat batang hidung Om Gavin. Bahkan hari ini ia tak meninggalkan notes dan sarapan seperti kemarin.
"Ah biarlah toh aku bisa membuat sarapan sendiri, akukan anak yang mandiri hahahaha" aku menghibur diri sendiri. Huh
Setelah membuat mac and cheese aku langsung memakai sepatu Adidas ZX Flux favoritku dan berjalan menuju halaman.
"Pagi Mba Cean, ulu uluu kok cemberut gitu mukanya?" Pak Joko menyapaku sambil tertawa kecil sembari membukakan pintu mobil.
"Abis Cean bete banget nih Pak" kini aku telah terduduk di mobil dan tak lama setelahnya Pak Joko melajukan mobil Honda Stream berwarna merah milik Om Gavin.
"Pak, mobil Om Gavin ada berapa sih? Kayanya Cean gapernah lihat yang ini di garasi?" Tanyaku penasaran
"Waah ada banyak Mba. Mulai dari yang biasa sampai yang mewah. Avanza ada, sampai Lamborghini Gallardo pun ada Mba. Kalau yang ini memang saya bawa pulang Mba mobilnya, pemberian Tuan Gavin"
Aku hanya mengangguk.
Ternyata keparat itu baik hati, ucapku dalam hati.
***
Aku berjalan di koridor menuju kelasku. Sesampainya di kelas aku langsung meletakkan tasku di kursi sebelah Sarah.
"Morning Sar" sapaku padanya
"Morning Cean" balasnya sambil tersenyum.
Aku merasa cocok sekali dengan Sarah. Setiap berbicara dengannya, aku seperti telah mengenalnya begitu lama. Dan benar saja seharian ini aku tidak berhenti berbicara padanya.
Tiba-tiba, ia bertanya padaku setengah berbisik
"Cean, uhmm are you still virgin?"
"Omg Sarah! Hahaha I didnt expect you will ask that" aku tertawa geli mendengarnya. Ya, tentu saja aku masih perawan.
"Jadi bagaimana? Apa kau masih...."
Belum sempat ia melanjutkan pertanyaannya namun kakak senior kami telah memasuki kelas untuk memulai acara selanjutnya. Sarah mendengus kesal.
Aku berbisik padanya, "Sar, bagaimana kalau nanti sepulang sekolah kau mampir ke rumahku? Untuk melanjutkan pembicaraan kita yang tertunda" aku tersenyum nakal
"Awkaaaaay thats a good idea" balasnya
***
Pak Joko telah memarkirkan mobilnya di halaman rumah mewah Om Gavin. Sarah langsung turun dan terkagum-kagum.
"Oh Gosh is it really your house?" Ia bertanya sambil terus menatap rumah Om Gavin.
"Uhm my uncle's house exactly. Aku tinggal disini berdua sama Om Gavin"
"Yaudah yuk buruan masuk, aku ingin lihat kamarmu!" Ia menarikku. Dasar Sarah
Sesampainya di kamar, aku langsung menghidupkan AC dan melepas seragam karena aku merasa sangat gerah. Namun belum sempat aku memakai pakaian tiba-tiba Sarah memegang payudaraku!
"Damn girl,your boobs is bigger than mine!" Aku tertawa geli dan tentu saja langsung melepaskan tangannya dari payudaraku.
"Apaan sih Sar punyamu juga gede kali" aku balas mencolek miliknya.
Setelah berganti baju, aku dan Sarah merebahkan diri di kasur.
"Hey kau belum menjawab pertanyaanku bitch" aku langsung teringat pertanyaannya.
"Well, Im still virgin"
"What? So u never do that? I mean...sex"
"Iya aku belum pernah Sar. Memangnya kenapa sih? Bagaimana denganmu? Apakah kau masih uhm virgin?" Aku hampir melakukannya Sarah, batinku
"Of course yes! Thats really fun! U should try that bitch" ia menyeringai nakal
Setelah itu Sarah menceritakan pengalaman sex pertamanya. Ia melakukannya dengan mantan pacarnya saat masih SMP. Saat sedang asik bercerita tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang merupakan mobil jemputan Sarah.
"Cean, u should try that. Jangan sia-siakan body aduhaimu ini. Lihatlah payudaramu besar, pantatmu bulat dan aku yakin disana pasti masih sangat sempit" ia menunjuk ke vaginaku lalu berlari menuju mobil sebelum aku sempat mencubitnya.
***
Setelah Sarah pulang, aku benar-benar memikirkan perkataannya. Aku ingin mencobanya. Melanjutkan apa yang telah dimulai Om Gavin namun ia tidak menyelesaikannya.
Baiklah, keputusanku sudah bulat.
Aku mengirim pesan kepada Om Gavin
To: Om Gavin
From : Oceana
when will you get home? I miss you and I have something for you
Tak kuduga ternyata ia langsung membalasnya
From: Om Gavin
To: Oceana
Hahahah kau merindukanku Sayang? Baiklah karena kau yang memintanya, aku akan pulang 2 jam lagi.
Oh tidak
Jantungku berdegup kencang. Sekarang pukul 20:00 , berarti ia akan tiba pukul 22:00!
Aku langsung berlari menuju kamar mandi di dalam kamarku dan membersihkan tubuh. Tak lupa aku mencukur rambut kemaluanku. Betapa terkejutnya, saat keluar dari kamar mandi aku mendapati Om Gavin telah berdiri tepat di didepanku!
Deg
Pandangan nakal Om Gavin langsung menuju tubuhku yang hanya menggunakan handuk yang panjangnya hanya 10cm dari pantatku.
Gavin pov
saat menerima pesan darinya, aku langsung melaju dengan kecepatan maksimal menuju rumah.
Sesampainya di rumah, aku memasuki kamarnya dan mendengar suara percikan air dari kamar mandi.
tak lama kemudian, Cean keluar dengan hanya menggunakan handuk.
"O-om Gavin kok sudah disini?" wajahnya merah padam. tangannya memegangi handuk di dadanya.
"Hm jadi mana 'something' yang kau bilang tadi?" Aku mendekatinya dan langsung meraih kedua tangannya. Handuknya terjatuh di lantai. Kini ia naked.
"A-aku... a-ku hanya merindukanmu" ia mengatakannya sambil menutup mata.
"Sungguh? Kau merindukanku baby? Kau merindukanku atau... sentuhanku hm?" Aku yang kegirangan mendengar itu langsung mendorongnya ke tembok dan mencium bibir seksinya. Dan ia juga membalas ciumanku.
Cean pov
Ia langsung menyerangku dengan ganas. Tak puas menggigiti bibirku ia kini beralih ke payudaraku. Menghisap, menjilat, dan meremas tentunya.
"Uhh...ahhh hmmmph O-om geli"
"Kau menyukainya, sayang?" Ia tersenyum nakal
"I-iya ahhhh mmmhhh"
Om Gavin lalu menggendongku ke kasur dan merebahkan tubuhku. Ia menindihku dan menali tanganku dengan dasinya. Tubuhku benar-benar terkunci. Aku pasrah.
Ia membuka pahaku lebar-lebar lalu mendekatkan wajahnya ke vaginaku. Aku dapat merasakan deru nafasnya di vaginaku.
"Gavinn ahhh mmmh" desahanku semakin menjadi ketika ia memasukkan jari tengahnya ke liang intiku.
Oh shit nikmat sekali.
Aku hampir keluar saat ia tiba-tiba menarik jarinya dari vaginaku.
"Aku ingin kau keluar bersamaan denganku" ucapnya sambil memegang penisnya yang sudah sangat keras.
Ceritanya sengaja aku bikin gantung yaa dan aku baru mau lanjut kalo votesnya udah 35+
Abis aku sebel yang baca udah lumayan tapi pada sider:(
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HOT UNCLE
Romance[18+] Oceana Alyssa, gadis 16 tahun yang 'terpaksa' tinggal hanya berdua dengan Omnya yang masih single, Gavin Lottario karena sebuah keadaan. Namun seiring berjalannya waktu Gavin tertarik pada Oceana, keponakannya sendiri. Hingga akhirnya Gavin me...
