10

98 21 2
                                        

Kalau ada yang bisa Leo lihat selain warna putih adalah lambang medis kerajaan yang dirajut dengan benang emas yang berkilauan. Selanjutnya hanya ada warna putih di setiap sudut. Belum lagi bau obat-obatan tradisional yang menguar ke seluruh ruangan—atau tenda. Jika dia bisa bergerak, mungkin Leo sudah berada di luar, membantu yang lainnya mencari bantuan atau mengevakuasi warga yang tertimpa bangunan. Tetapi, tidak. Bahkan tidak sesentipun. Rasa sakit dan pegal di seluruh tubuhnya mencegahnya keluar untuk pergi dari neraka bau obat itu. Ya walaupun perban yang melilit semua bagian tubuhnya sekarang juga berperan untuk mencegahnya bergerak.

Tadi, setelah dia berjuang mati –matian mencegah batu-yang-entah-darimana-datangnya menimpa penduduk sipil di balik tembok istana yang hancur, tubuh Leo langsung limbung ke tanah. Leo berpikiran bahwa itu karena dia mengeluarkan terlalu banyak sihir kali ini. Ya, wajar saja, sejak dia mengenal yang namanya Guardian, belum pernah seklaipun dia mengeluarkan berkas sihir berwarna emas—persis seperti yang Gizo lakukan. Hal itu belum lagi ditambah dengan fakta kalau dia baru saja menghalau puluhan batu sebesar anak gajah dengan energi asing itu.

Bahkan adrenalin yang beberapa jam yang lalu mengalir ke seluruh venanya belum kembali tenang. Tremor dan ketakutan itu masih ada sejak beberapa waktu yang lalu, saat dia menyadari ratusan nyawa penduduk sipil berada di telapak tangannya. Mungkin tidak akan ada yang menyangka hal itu, tetapi dia berhasil. Si Bodoh berhasil menyelamatkan nyawa orang-orang yang tidak bersalah. Dia yang diremehkan sebagai kandidat yang paling buruk dan keras kepala, berhasil menyelamatkan semua orang. Hal yang tidak akan pernah disangka oleh semua orang telah dilakukannya tanpa bantuan satu orang pun.

Jadi, Leo menangis. Guardian muda satu itu tenggelam dalam rasa harunya. Dia tidak pernah mendengar perkataan orang-orang yang meremehkannya, bahkan membiarkan mereka terus melontarkan kata-kata mereka yang kadang terlalu menyakitkan untuk di dengar. Tetapi, saat dia melakukan hal yang mereka remehkan daripadanya selama ini, rasanya ... luar biasa. Tidak akan ada rasa yang lebih baik dari ini, dari semua euforia itu, dan Leo yakin kali ini dia adalah seorang Guardian—Penjaga—seutuhnya.

Tak masalah kalau dia tidak seperti Guardian lainnya. Mungkin memang dia tidak mempunyai Esensi Bintang. Mungkin dia memang tak pantas menyandang gelar Guardian yang selama ini disandangkan padanya. Tetapi dia sudah menyelamatkan nyawa orang lain. Dia sudah melindungi mereka—menjaga mereka. Dan tidak akan ada yang mengubah fakta itu, fakta bahwa Leo telah melakukan tugas seorang Guardian sejati.

"Hei, Nak."

Leo tersentak kecil, sempat agak sedikit terkejut tetapi dia berhasil menguasai diri setelahnya. Itu adalah Gizo, dia beridiri tepat disamping ranjang Leo. Lelaki itu meletakkan kursi lipat yang sedari tadi disandangkan di pundaknya dan membukanya lalu duduk di sana. Napas pria itu tersendat, tidak stabil. Gizo punya sesuatu untuk dikatakan, tapi dia ragu. Leo tidak tahu kenapa, asumsi itu datang begitu saja, tetapi sepertinya memang begitu adanya.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Gizo dengan nada cemas yang kentara. Ada rasa bersalah dalam ekspresi juga nada bicaranya.

"Jujur? Sebenarnya agak sedikit gatal di beberapa bagian, terutama bokongku. Auch ... rasanya sangat tidak menyenangkan. Bisakah kau menggaruknya untukku? "—Gizo menaikkan alisnya—"Ah, tidak ... tidak ..., aku hanya bercanda. Tetapi aku serius dengan rasa gatal yang menyiksa ini. Dan selebihnya baik-baik saja. Ya, mungkin pegal dan sedikit perih juga ada, tetapi selebihnya aku sehat."

Gizo tergelak kecil. "Sejak kapan arti sehat berubah menjadi mumi hidup yang bokongnya gatal?"

Leo ikut tersenyum, tetapi tidak menjawab. Dia hanya menatap ke atas. Euforia itu kembali datang lagi. Tetapi tidak sehebat yang sebelumnya. Hening menyapa kedua lelaki itu. Tidak ada yang memulai percakapan. Leo terlalu lelah untuk berbicara (walaupun nyatanya dialah yang mulutnya paling besar di antara mereka), sementara Gizo tenggelam dalam pikirannya sendiri yang rumit itu.

Horoscope GuardianCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang