Leo tidak akan melupakan wajah gosong itu setelah apa yang disebabkannya hari ini. Seketika Leo bangkit, tinju terkepal tepat mengarah ke wajah sang monster. Namun, tidak ada yang Leo rasakan selanjutnya selain angin dingin malam. Makhluk hitam itu menghilang tanpa jejak, tepat sebelum Leo menghantamnya.
"Sialan!" Leher Leo berputar mencari keberadaan makhluk yang baru saja muncul tepat di depannya. "Hei! Kembali kesini kau, dasar pengecut!" Tidak ada jawaban. Jelas saja , sang monster tidak mungkin langsung menunjukkan dirinya setelah menghilang secepat tadi.
"Dasar Wajah Pantat Panci Gosong! Kembali kesini kau!" Leo terengah-engah. Rasanya napasnya sudah habis hanya dengan meneriakkan sumpah serapah yang didasarkannya dengan wajah sang monster, yang sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Tapi, jangan salahkan Leo karena bukan dia yang bertanggung jawab atas kerusakan wajah makhluk itu.
Satu pukulan. Tepat di wajah Leo.
Leo tercampak ke samping, kepalanya membentur tanah dengan keras sehingga menimbulkan bunyi berdebuk yang cukup keras. Leo tahu apa itu karma, tetapi dia juga tahu dengan jelas kalau ini bukanlah salah satunya.
"Siala—Gahh!"
Sekali lagi. Kali ini tepat di perutnya yang tanpa pertahanan. Seakan batu yang dilemparkan, Leo melayang cepat diantara puing-puing bangunan dan berhenti saat menghantam sesuatu di belakangnya dengan keras. Sekilas, dia melihat petugas medis yang mencoba bangkit berdiri dan Master Chen yang terjebak di antara reruntuhan di arah barat.
Terasa sesuatu seperti mengalir di sudut bibir Leo. Bau anyir dan rasa khas besi memenuhi indra penciuman dan pengecapannya. Darah. Setelah serangan itu siapapun pasti akan memuntahkan sesuatu dari perutnya. Dalam kasus Leo, dia mengeluarkan darah. Leo mengelap kasar bagian itu dan segera bangkit kembali dari tempatnya. Ada bercak yang cukup mencolok tersisa di lengan sebelah kanannya tetapi dia tidak peduli. Ada sesuatu yang lebih penting berdiri di depannya sekarang ini. Secara harfiah.
Leo tahu pasti kalau kekuatan belum pulih sepenuhnya, bahkan tidak setengahnya. Tetapi setidaknya cukup untuk memberi waktu bagi para petugas medis dan Master Chen untuk mencari tempat berlindung yang aman. Mereka tidak punya apa-apa kecuali sihir penyembuhan. Dan Master Chen, bukannya Leo bermaksud untuk menyinggunggnya, tetapi pria tua itu sudah mengalami hari yang cukup sulit. Mungkin saja dia sudah kehabisan sihir atau semacamnya. Jangan tanyakan Leo karena dia juga sama, tetapi setidaknya dia masih bisa percaya pada semangat dan instingnya. Walaupun terakhir kali dia menggunakan kedua itu ditambah akal, dia berakhir dengan serangan dari monster hitam besar yang sekarang sedang mengejarnya. Tetapi Leo percaya semua akan lebih baik tanpa akal.
Sesuatu berdesir di dalam darah Leo dan dia dapat tahu dengan pasti kalau monster itu ada di depannya. Leo dapat merasakannya, namun tidak dengan melihatnya karena batu-batu yang menghalangi pandangannya. Aura berat itu terus menelusuri tempat ini. Mencari satu-persatu di celah batu besar keberadaan targetnya. Dengan cekatan Leo berbalik ke belakang, bersembunyi di salah satu reruntuhan yang terdekat dengannya. Napasnya masih terengah-engah, kali ini bukan karena berbicara, tetapi karena sakit di pipi dan perutnya yang membuatnya tidak bisa berpikir apapun selain rasa sakitnya.
Kelitik di belakang leher Leo menyadarkannya. Bayangan itu sudah dekat. Perlahan diarahkannya pandangannya ke samping. Tidak jelas, namun cukup untuk sekadar melihat apa yang terjadi. Intuisi Leo benar kali ini, monster itu berjalan dengan tenang dengan bayangan seperti api di belakangnya menjilati udara di atasnya. Hal itu lebih terlihat seperti sang monster sedang mengadakan peragaan busana internasional dengan gaun yang menjuntai ke ke bawah menyapu seluruh panggung dan dalam hal ini, dia menggunakan jubah usangnya yang kepanjangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Horoscope Guardian
FantasySebuah kejadian membuka ingatan yang tersimpan rapat dalam ingatannya. Kejadian lainnya menguak misteri yang tak pernah tersentuh. Sementara lembaran-lembaran tersebut membuka dendam lama. Dia Leo, seorang Guardian, Sang Penjaga Bintang, dan dia Pa...
