Happy Reading
.
.
.
***
Julian dan Alya duduk di bangku taman tak ada yang memulai percakapan ke2nya hanyut dalam keheningan,hingga...
"ia..."
Alya tertegun mendengar nama panggilan itu,itu panggilan mereka saat masih pacaran 'ia'.tubuh nya mulai berkeringat dingin saat dirasakannya julian memegang tangan.
"cepat bicara apa yang ingin kamu bicarakan,dan jangan panggil saya dengan panggilan itu.orang yang sering memanggil itu sudah mati,jangan buat saya mengingat dia"ucap Alya dingin padahal ia berusaha mati matian menahan tubuh nya agar tidak bergetar dan menangis,hatinya terasa diremas begitu sakit. Apa lagi genggaman julian membuat Alya tak bisa berkutik sama sekali ingin rasanya ia membalas genggaman itu dan memeluk julian sembari berkata 'aku merindukan mu' namun kali ini hatinya kalah oleh ego yang lebih besar.
"Ia...aku bener bener minta maaf sama kamu,aku...bener bener khilaf waktu itu.sebenernya aku udah mau pergi nemuin kamu di cafe,tapi waktu perjalanan aku ngeliat dia,dan saat itu aku lagi kepikiran kamu aku udah ga sabar ketemu sama kamu,sampai aku ngira kalo dia itu kamu,dia masuk kemobil aku lalu tiba tiba aja dia cium aku,karna aku ngeliat nya itu kamu,aku bales ciuman dia.sampe kamu dateng dan aku sadar bahwa itu Bukan kamu.aku ngejar kamu,tapi kamu udah keburu pergi.besok nya aku ke apartement kamu dan tetangga kamu bilang kamu udah pergi ke indonesia,saat aku susul ke bandara semuanya terlambat pesawat kamu udah take off.aku hancur aku putus asa,kalo saat itu aku ga punya (namakmu) orang ke2 yang aku peduliin dan aku sayangi mungkin aku udah coba untuk bunuh diri,karna untuk apa aku hidup tanpa orang yang aku cintai"
"Aku fikir 1tahun waktu yang cukup untuk kamu mengenal aku bahwa aku tak mungkin mencium bibir lelaki yang bukan muhrim ku bahkan membayangkan nya saja aku jijik."ucap Alya dingin tanpa menoleh.
"ya aku tau dan saat itu fikiran aku sedang kacau,al aku mohon maafkan aku dan kita mulai seperti dulu lagi"ucap julian lembut.
Peria itu mengangkat dagu Alya membuat Alya menatap nya.
"ku mohon" mohon julian.
Alya menatap dalam mata julian mencari sesuatu yang ia harap kan,dan akhirnya ia mendapatkan apa yang ia harapkan itu ada dalam mata julian.
***
Pagi ini ari telah rapih,dengan kemeja kotak kotak hitam merah,jeans hitam,dan sepatu adidas putih namun wajah nya terlihat pucat dan ari mengabaikan itu.
Setelah dirasa cukup ari menyambar ponsel dan kunci mobil nya di atas meja belajar.
Ia menuruni satu persatu anak tangga.
"mau kemana ai?"tanya mmh ari saat melihat anaknya telah rapih.
"biasa mah mau jalan jalan sama (namakmu)"jawab ari dengan senyuman.
"ai tapi muka kamu pucat kamu gapapa kan?"tanya mmh ari khawatir saat melihat wajah anak nya yang pucat.
"ia mah ai gapapa,yaudah ai pamit pergi dulu,assalamualaikum"
Setelah salim pada mamah nya ari mulai melenggang pergi.
Setelah memastikan ari pergi mamah ari mengambil ponselnya,lalu menghubungi seseorang.
"Hallo"
'...'
"ya kamu ikuti dia,tadi dia pucat banget mukanya"
'...'
"ia terimakasih"
Sambungan telfon terputus,mamah ari Menghela nafas lalu ia kembali melanjutkan membaca majalah.
***
'tin tin'
Ari membunyikan klakson tak lama (namakmu)keluar dari rumah nya,lalu masuk ke mobil ari,dan ari menjalankan mobilnya.
"ka ju kemana?ko sepi?"tanya ari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything
De Todo#48 dalam Random (13-01-17) #39 dalam Random (15-1-17) Cast: Ari Irham (namakmu) Anggni louis Alya Kusnandar 'suatu saat kamu akan tau kenapa kaka deket banget sama ari'Alya Kuanandar 'Waktu yg akan menjelaskan nya walau pun akan terlambat' Ari irha...
