SMU Garuda Bangsa

78 4 0
                                        


Waktu sudah menunjukan pukul 07.15 wib itu pertanda bahwa bel telah berbunyi dan pelajaran akan dimulai, cinta dan sandra pun memasuki kelas. Bu tamara pun memasuki kelas, tamara adalah guru bahasa indonesia dan musik disekolah SMU Garuda Bangsa, tamara memanglah guru yang sangat baik dan cantik. Pelajaran pun dimulai tamara memeberikan materi tentang musik hari ini, karna memang setiap akhir minggu, ia selalu memberitahu tentang beberapa jenis musik dan alatnya. Tamara menyukai alat musik angklung, karna baginya angklu jenis alat musik yang sangat unik, bukan unik dimainkannya saja tapi unik pula suara yg dihasilkan oleh angklung. Ketika tamara sudah selesai menerangkan materinya ia kemudian pergi meninggalkan kelas dan bel istirahat pun tersengar. Semua siswa/i pergi kelantin, terkecuali cinta. Cinta jarang sekali kekantin karna ia selalu diberikan bekal oleh neneknya, dan cinta pun memakan bekal dari neneknya bersama sahabatnya sandra. Ketika selesai makan cinta dan sandra pun menuju ruang aula musik, untuk bermain musik disana. Memang sandra tak terlalau pandai memainkan alat musik, namun sandra menyukain alat musik, terutama alat musik yang ia sukai yaitu gitar, karna menurut sandra gitar itu alat musik yang sangat romantis karna dimainkan dengan cara dipetik. Sesampainya mereka diaula musik, perlahan-lahan mereka memainkan alat musik yang mereka sukai. Lantunan nada dan melodi yang sangat indah dari perpaduan antara piano dan gitar, tak sengaja tamara pun melihat mereka berlatih diruang aula musik, dan tamara pun terkejut karna ia tak mengetahui bakat dua anak muridnya terutama cinta. Lalu tamara pun sengaja tak menghampiri mereka, karna ia tak mau mengganggu mereka. Setelah cinta dan sandra selesai memainkan alat musik tersebut, mereka berdua menuju ke perpustakaan, karna sandra gemar membaca buku dan cinta pun suka dengan perpustakaan terutama untuk membuat sebuah puisi, karana bagi cinta perpustakaan tempat yang sangat tenang.
"Oyah sandra, kamu mau cari buku apa?" Kata cinta
"Entahlah, aku juga bingung" kata sandra sambil mengangkat bahunya
Lalu cinta duduk dibangku dekat setumpukan buku biologi, sedengkan sandra masih sibuk mencari buku yang ia inginkan. Cinta memang sangat suka suasana yang sunyi dan tentram, karna ia dapat membuat sebuah puisi dengan suasana yang jauh dari kata kebisingan. Bait demi bait dan kata demi kata mulai tercurahkan didalam sebuah puisinya. " Bagaikan hujan yang turun deras, tak tahu kapan ia kan berhenti. Seperti pelangi yang handir sesudah hujan, tak pernah aku membayangkan bagiman tanpa hadirmu dalam hidupku, memang kau adalah awal dari bahagiaku tapi ku harap kau tak akan jadi akhir dari kehancuranku. Tak pernah ku menyangka ketika hujan turun berganti pelangi yang indah, ku harap itu bisa menjadi cerminan dalam kehidupanku, karna aku ingin, ketika aku bersedih kau hadir menjadi senyumku. Tapi itu semua tak mungkin menjadi kenyataan, sebab kau tak pernah mengerti apa isi hatiku, kau tak pernah paham apa arti cintaku. Seperti Bulan dan bintang, mereka diciptakan saling berdampingan, namun tak ditakdirkan untuk bersatu. Biarkanlah cintaku padamu menjadi harapan ku untuk tetap tersenyum." Kata puisi yang dibuat cinta.
Sandra pun menghampiri cinta yang sedang melamun disana, dan ia langsung mengagetkannya.
"Dor,,," kata sandra sambil memegang pundak cinta. Cinta pun terkejut dan ia langsung sadar dalam lamunannya itu, cinta langsung membereskan kerta klputih yang berisi puisi hatinya, karna ia tak mau ada satu orang pun yang mengetahui perasaannya saat ini, sekalipun itu sandra sahabatnya.
"Kamu kenapa sih cin, ngelamun gitu, awas nanti kesambet lagi" kata sandra sambil tersenyum
"Ihh,,apa'an sih kamu, aku gak ngelamun kok" kata cinta mencari alasan
"Iiihh,,jangan bohong deh" kata sandra terus menggoda cinta
"Iyaaa beneran" kata cinta yang sibuk merapihkan kertas putih yang berantakan itu.
"Itu apa, coba aku lihat" kata sandra penasaran ingin melihat isi dari puisi cinta. " ini bukan apa-apa kok" kata cinta sambil memegang kertas miliknya. "Coba aku lihat" kata sandra sambil mencoba mengambil kertas milik cinta. Cinta pun tak mau sandra tahu kalau ia sampai mengetahui puisi itu. "Sandra, udah deh, ini bukan apa-apa kok" kata cinta meyakinkan sandra agar percaya padanya. "Iya deh" kata sandra sambil mengangkat alisnya. "Udah ketemu bukunya?" Kata cinta mengalihkan pembicaraan. "Udah nih" kata sandra sambil menunjukan bukunya.

Melodi CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang