Hujan

48 5 0
                                        


Cinta sangatlah suka dengan hujan, karna baginya hujan adalah salah satu kekayaan yang abadi yang ia miliki, mungkin memang tak selamanya hujan itu turun, tapi dengan hujan cinta bisa merasakan bahagia sepenuhnya bersama dengan hujan. Bel sekolah pun berbunyi dan hujan pun mulai turun, cinta terlihat senang sekali, ia lekas-lekas ingin bermain hujan. sepanjang perjalanan pulng cinta menari-menari dengan penuh bahagia dan tangis lukanya. Cinta pulng sendirian karna sandra sang sahbat telah dijempul oleh orang tuanya, disitu cinta merasakan sedih karna melihat sandra dijembut dgn orng tuanya, sedngkan ia sangat menghawatirkan orng tuanya yg blm pasti keberadaannya sekarng. Ia pun berteriak sekencang-kencangnya berbaur dgn hujan yang sedn turun, semua amarah dan kesedihannya ikut dalam tetesan hujan yg jatuh. Lalu cinta terjatuh ditepi jalan, dan tak kuasa menahan rasa rindu kepda orng tuanya. Tapi mau tak mau cinta harus ikhlas karna mungkin saat ini orng tuanya pergi meninggalkannya. Tiba-tiba tomi pun datng menghampiri cinta dengan membawa payung, cinta pun terkejut dan ia pun langsung menghapus air matanya. "Kamu kenapa hujan-hujanan" kata tomi sambil memayungin cinta. Cinta pun berdiri. "Bukan urusan kamu" kata cinta sambil pergi meninggalkan tomi. "Dasar aneh bgt sih tuh cewe" kata tomi sambil menatap cinta penuh heran. Tomi kembali masuk kemobilnya, didalam mobil tomi terdapat temannya. "Knpa tom" kata Robi. "Gak papa, aku cma heran aja sama tuh cewe, dia itu aneh bgt dan bikin penasaran" kata tomi sambil memakai sabuk pengaman. "Oh,,,yg kamu maksud itu cinta" kata robi sambil natap tomi. "Iyaaa, soalnya aku tuh heran sama dia" kata tomi sambil menyetir mobil. "Heran kenpa sih tom?" kata robi sambil memainkan handphone. "Yaaah aku jga gak tau sih, bingung jga" kata tomi sambil mengangkat bahunya. Lalu tomi berhenti tiba-tiba sehingga robi terkejut hingga handphone nya nyaris terjatuh. "Woy hati-hati dong kalo ngerem" kata robi. "Sorry,,,sorry" kata tomi sambil menatap kearah kaca spionnya. Tomi melihat cinta sedng menunggu angkot dijalan, tomi terlihat cemas dgn cinta sehingga ia memundurkan mobilnya. " knpa mundur tom" kata robi penuh tanya. Lalu cinta pun melihat tomi yg sedng menghampirinya. "Ngapain sih tuh orng, balik lagi" kata cinta dngn mengangkat alisnya. Tomi pun menawarkan cinta tumpangan, karna ia tak tega melihat cinta sendirian dan menggigil kedinginan. "Mau barng gak" kata tomi. "Gak usah makasih" kata cinta. "Yaudhlah kalo gak mau mah" kata tomi kesal. "Yeee siapa jga yang mengharapkan tumpangan dari cowo tengil kya kamu" kata cinta kesal. "Udh ditawarin malah marah-marah" kata tomi. "Iiih knpa malah jdi berantem sih" kata robi mencairkan suasana. "Cinta kmu yakin gak mau barng sama kita?" kata robi. "Gak usah, aku gak papa kok" kata cinta. "Huuu giliran ditawarin aku aja nolaknya marah-marah" kata tomi. "Suka-suka akulah" kata cinta.

Melodi CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang