Chapter 7

530 36 0
                                        

***

Aku telah berjanji, selamanya melindungi dirimu

Menjagamu dari gelap gulita setiap waktu

Namun pada akhirnya, aku tersadar sepenuhnya

Bahwa takdir telah lama menggariskan jalan kita

***

Kris benar-benar orang yang akan merasa risih bila diberi perhatian lebih. Ia menolak Jessica mengompresnya, bahkan ia dengan susah payah menyeret kakinya untuk duduk di kursi makan karena tidak ingin sarapan sendirian di ranjang.

"kau memang keras kepala, bisakah kau diam saja di kamar dan menunggu makananmu datang? Bukankah bos seharusnya begitu?" Jessica mengomeli Kris di meja makan, membuat pria itu mendelik kesal karena merasa harga dirinya jatuh lantaran Jessica melakukannya di depan anggota geng lainnya.

"aku bukan orang cacat, kenapa aku harus berdiam diri di kamar? Berhenti mengurusiku" meski ia tampak kelelahan dan wajahnya begitu pucat, Kris punya banyak cadangan energi untuk memarahi orang. Mereka yang melihatnya hanya menggeleng pelan melihat tingkah keduanya yang tidak pernah akur itu.

Jessica mengalah dan menghentikan perdebatan. Ia meletakkan semangkuk bubur di depan Kris dan sukses membuat pria itu kembali berteriak "ya! kau pikir aku bayi! Aku tidak akan memakannya" Kris mendorong mangkuk itu dari hadapannya

"makan atau aku paksa kau menelannya!" Jessica mengancamnya dengan sorot mata tajam menusuk, seolah gadis itu akan menerkamnya, sehingga dengan kesal ia terpaksa harus memakan bubur yang baginya tidak layak makan itu sementara yang lainnya berusaha menahan tawa, bagaimana bisa gadis itu lebih galak dari Kris?

"dimana Chen?" Kris baru sadar kalau Chen tidak ikut makan bersama mereka, bahkan Suho juga tidak

"dia sedang pulang ke rumahnya, hyung, dia bilang sedang merindukan keluarganya" jawab Baekhyun, sambil menyendok sup panas di piringnya

Kris menghentikan makannya, sekelebat pikiran negatif mulai hinggap di benaknya, tidak biasanya Chen pergi tiba-tiba seperti itu tanpa berpamitan padanya,

"kau tenang saja, Kris, dia sedang ingin menenangkan dirinya" Suho datang dari arah pintu dengan membawa sebungkus plastik berisi obat-obatan yang baru dibelinya dari apotek. Kata-kata Suho seolah menunjukkan bahwa Suho tahu apa yang sedang dipikirkannya.

"dia sudah berpamitan padamu, hyung?" Kris dengan fokus menatap Suho yang kini mendudukkan diri disampingnya

"aku belum sempat bicara banyak padanya tapi dia sudah berpamitan padaku semalam" Kris tidak bertanya lagi, meski dugaan negatifnya tidak juga menghilang dari pikirannya

"kau bicara apa sih hyung? buat apa kau perlu bicara banyak pada Chen hyung? dia kan hanya pergi beberapa hari" Baekhyun rupanya menyimak pembicaraan mereka

"aku takut nanti malam akan merindukannya" jawab Suho asal, yang membuat Baekhyun menatapnya dengan pandangan risih

Suho tidak memperdulikan tatapan Baekhyun, tapi dengan telaten membuka satu demi satu butir obat sesuai resep dan meletakkan semuanya ditangan Kris

"shireo!" Kris menaruh butiran obat itu di meja, menolak mentah-mentah jika harus meminumnya

"Sica nuna, Kris hyung tidak mau memakan obatnya!" Baekhyun berteriak keras, sehingga membuat Jessica yang sedang mencuci piring di dapur mendengarnya

"Kris, kau mau mati?!" Jessica balik berteriak dari arah dapur, sehingga membuat Kris mendelik kesal kearah Baekhyun, sementara Baekhyun hanya tertawa geli.

Till Death Do Us PartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang