Chapter 11

413 30 4
                                        

***

Kini aku melihatmu begitu rapuh

Tanpa hasrat, tanpa harapan hidup

Sanggupkah kau berjuang sedikit lagi,

demi aku yang selalu menunggumu?

***

Villa yang terletak di perbukitan itu tampak sepi meski sebagian penghuninya tidak tidur karena sedang kalut berlebihan. Salah satunya sedang merebahkan diri di kasur, tapi matanya sama sekali tidak terpejam, sedangkan yang satunya lagi sedang berbicara di telepon. Suho berusaha untuk tidak mengusik ketenangan di villa itu, namun pria di seberang telepon justru membuatnya berteriak frustasi

"Baekhyun!" bentakan Suho cukup keras, membuat Baekhyun menguatkan hatinya lalu menjawab

"polisi, ia ditangkap polisi setelah menyuruhku pergi, hyung" Baekhyun sangat terpukul, ia merasa teramat bersalah pada Kris. Ia yang seharusnya melindungi hyungnya itu, bukan malah meminta perlindungannya

Flashback on

Kris sampai dengan cepat setelah Baekhyun menghubunginya. Ia langsung menuju gudang, tempat mereka menyimpan seluruh senjata illegal pesanan pedagang-pedagang besar langganan mereka. Baekhyun tampak sangat kalut, Ia dan beberapa orang lainnya sudah berhasil memindahkan sebagian barang ke tempat persembunyian baru, tapi Ia mendengar bahwa polisi dan petugas bea cukai sudah bergerak, sehingga mereka harus melakukannya dengan cepat.

Baru pukul 11 malam, namun anak buah Kim Dong Ryul sudah berhasil melacak persembunyian mereka, sehingga mau tidak mau mereka harus berujung pada baku tembak. Beberapa anak buah Kris tewas, meski tak sebanyak anak buah Kim Dong Ryul yang tewas. Kris mampu mengatasi tembakan-tembakan yang hendak merobek kulitnya, namun konsentrasinya harus terpecah karena Baekhyun bersembunyi tak jauh darinya, hanya menggenggam erat pistolnya tanpa berniat menembak, dengan tubuh yang bergetar hebat karena takut.

Tanpa pertimbangan, Kris berlari menuju persembunyian Baekhyun, sehingga dengan cepat sebuah peluru mendarat di lengan kanannya.

"Kenapa pistolmu?" tanya Kris, hampir seperti bisikan. Ia berusaha menahan rasa sakit yang menjalari seluruh tubuhnya.

"aku tidak membawa peluru cadangan, hyung, mianhae" Baekhyun sungguh-sungguh menyesal, harusnya Ia tidak bersikap ceroboh. Ia memang bodoh, rutuknya kesal.

"Ambil punyaku, lalu pergi dari sini, aku akan melindungimu, percayalah, kau hanya perlu lari keluar, lalu minta pertolongan anak-anak di markas" Baekhyun tampak tidak suka dan akan memprotes, tapi wajah pucat Kris berhasil membuat dirinya mengangguk tanpa banyak bicara, meski dalam hati Ia mengkhawatirkan hyungnya itu.

"lalu kau bagaimana, hyung?"

"tenang saja, aku masih punya banyak peluru cadangan" Kris berkata dengan terengah-engah, keringat terus menetes dari dahinya, membuat Baekhyun memandangnya iba.

"hyung" Baekhyun sekali lagi menunjukkan keraguannya, tapi Kris justru menatapnya tajam, lalu sekali lagi menyuruhnya untuk segera pergi

Kris mencoba melindungi Baekhyun yang hendak keluar gudang, namun sebuah peluru dengan cepat melesat ke perutnya, lalu peluru dari pistol yang sama berhasil mencapai paha kirinya. Baekhyun melihat Kris telah jatuh terhuyung, sehingga dengan refleks Ia berteriak "hyung!"

Lewat isyarat matanya, Kris menyuruh Baekhyun segera pergi, namun dongsaengnya itu seolah tidak menggubrisnya, Baekhyun malah berlutut, berusaha membantunya berdiri. Kris menepis uluran tangan Baekhyun, lalu dengan marah berteriak "pergi, bodoh!"

Till Death Do Us PartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang