Ayah yang sempat melihat tanda kemerahan di leher Seulgi-pun mencurigai sesuatu.
Seulgi POV
Argh! Bagaimana aku bisa ceroboh seperti ini? Appa sepertinya mencurigai sesuatu dan Eomma terlihat khawatir akan tanda kemerahan ini. Sial! Oh Sehun adalah biang dari semuanya!
"kau sedang bersama seseorang?" tanya Appa
"emm..N-ne"
"nugu?" kali ini Eomma yang bertanya.
Aku mulai ragu menjawab, mau tak mau aku harus mengakui keberadaan Sehun di sini. Aku mulai menarik napas pelan dan dalam, "Oh Seh-"
"-Oh Sehun, Annyeonghasimnikka Abeoji-Eomeoni" sapa Sehun yang secara tiba-tiba sudah berada di belakang -dan memotong ucapan yang akan ku utarakan.
"Aigoo! Sehun-ssi kau ada di sini rupanya -apa jauh dari Seulgi-ku membuatmu frustrasi?" kejut Eomma diakhiri dengan kekeh-an kecil.
Sehun hanya tersenyum simpul.
"Appa-Eomma, sebaiknya kalian masuk dulu." Ucapku, "akan ku buatkan teh untuk kalian."
"geurae, kajja yeobeo." Balas Eomma.
***
Author POV
"Sepertinya kalian sudah tidak sabar ingin menikah," ucap Ayah Seulgi di tengah-tengah perbincangan santai mereka.
"Ne?" Seulgi menunjukkan ekspresi terkejutnya, "A-Aniyo.."
"Maksud Appa, kalian terlihat dekat, eghm.. bahkan -sangat dekat." Ayah Seulgi berdeham di sela-sela ucapannya.
Mata Seulgi membulat sempurna, dia yakin jika Ayahnya mengetahui kejadian yang dialaminya tadi setelah melihat tanda kemerahan di leher Seulgi.
"A-Aniyo, Appa.."-
"Ne, Abeoji. Barusan kita tengah membicarakan tanggal pernikahan," ucapan Sehun tambah membulatkan mata Seulgi, " mungkin bulan depan kita akan menikah." Lanjut Sehun sambil mengedipkan satu matanya ke arah Seulgi.
Sekarang ditambah mulut Seulgi yang menganga mendengar celotehan Sehun. Dia tidak bisa mengontrol wajahnya sekarang.
Ayah dan ibu Seulgi terkejut bahagia. Bahkan ayah Seulgi sampai bertepuk tangan, "Tuhan sudah mentakdirkan kalian berjodoh."
"Benar yeobeo, kalian baru saja kenal dan sudah saling mencintai satu sama lain. Aku benar-benar senang hari ini." Ibu tak mau kalah mengomentari ucapan Sehun.
"baiklah, ayahmu harus mengetahui berita ini. Dia pasti akan senang sekali. Sama seperti kita." Ayah Seulgi langsung merogoh saku celananya mengambil benda persegi panjang yang dinamakan handphone.
***
Author POV
Sehun kembali ke apartemennya setelah berbincang banyak dengan calon mertuanya dan juga dengan calon istrinya. Sehun mengulang kejadian yang dilakukannya bersama Seulgi, dia bahkan sedikit tersenyum mengingat kejadian itu. Sehun pun langsung menuju kamar mandinya untuk membersihkan keringat yang sudah lengket dengan kulitya.
***
Krystal POV
Ting-tong..ting-tong..
Aku mencoba menekan bel apartemen Sehun. Aku bisa saja langsung masuk tanpa harus menekan bel -nya. Tetapi tetap saja aku ingin dia yang membukakan pintu untukku jika memang dia ada di dalam. Sudah hampir seminggu ini aku tidak mendapatkan kabar darinya, banyak sekali pikiran negatif yang menghampiri otakku. Dimulai apakah Sehun yang sudah bosan denganku, apa dia sudah mempunyai kekasih, atau jangan-jangan -tidak. Tidak mungkin kan dia tahu itu. Aku sudah menjaga rahasia ini rapat-rapat. Bahkan hanya aku yang tahu.
Ting-tong..ting-tong..ting-tong..
Aku menekan bel berulang-ulang karena tak ada respon dari dalam, dengan kesal aku pun langsung menekan kata sandi apartemennya dan langsung masuk.
"Sehun.."
"Sehun Oppa.."
"Oh Sehun.."
Tak ada jawaban.. tetapi telingaku menangkap bunyi seseorang tengah menyalakan keran airya. Aku yakin itu Sehun, ya -dia sedang mandi.
***
Sehun POV
Ting-tong..ting-tong..
Aku mendengar ada seseorang yang menekan bel apartemenku. Aish! Mengganggu saja.
Aku keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangku yang pastinya menutupi area pribadiku.
"Aish! Tunggu sebentar.."
Aku terkejut karena sudah ada seseorang yang berdiri tepat di depan pintu kamarku. Krystal..
"ternyata kau," aku melangkahkan kakiku, bukan untuk menghampiri Krystal tetapi untuk membuka lemari silver milikku untuk memilih baju yang akan kukenakan "sudah lama ya, berapa hari kita tidak bertemu?"
"kau tahu? Aku mengkhawatirkanmu" ucapnya dengan melipat kedua tangannya sejajar dengan dada.
Aku tersenyum membelakanginya, "arayo.."
"kau bahkan tidak mengirimku satu pesan pun. Kau tahu, yang kau lakukan ini kejam, membiarkan seorang wanita mengkhawatirkanmu, setidaknya hubungi aku sekali saja" gerutunya, "aku pikir kau sudah bosan denganku, kau sudah punya kekasih, atau bisa jadi kau akan menikah dengan seseorang."
"Mianhae, eoh." Hanya kata maaf yang keluar dari mulutku tanpa membalikkan tubuhku untuk menatapnya.
GREB
"Bogoshipeo.." ucap Krystal sebari memeluk perutku yang polos tanpa tertutupi handuk, "aku merindukanmu seperti ingin mati rasanya. Kau harus tanggung jawab!"
Aku melepaskan pelukannya dan menatap Krystal, "kau sudah makan?"
"Mwoga? Kau mengalihkan pembicaraan, cih. Ajik, aku belum makan."
"tunggu aku di meja makan, akan kumasakan sesuatu. Aku ganti pakaian dulu." Jelasku sebari memegang kedua pundak kecilnya.
"aigoo, kau merayuku sekarang?" dia menyentuh kedua pipiku, "arraseo-arraseo, kau tahu kan aku benci menunggu?"
"aku tidak akan lama."
"Geurae keureom,"
Kami pun saling tersenyum satu sama lain.
***
Seulgi merebahkan tubuhnya di ranjang besar miliknya, Seulgi begitu terkejut dan sekaligus bahagia. Tunggu -bahagia? Bibirnya tak henti-hentinya mengembang, matanya sudah menyipit sempurna, kakinya tak henti-hentinya menari karena terus digerakkan oleh sang empunya, Omo! Dia menepuk pelan kedua pipinya, menyadarkan dirinya kalau yang dia lakukan saat ini adalah salah. Seulgi mengingat kejadian yang dialaminya tadi bersama Sehun, karena itulah Seulgi bersikap demikian.
"Tidak Seulgi-ah tidak" tegasnya "Jangan, jangan Kang Seulgi."
"Jangan bilang kau mulai menyukainya -jangan."
"mana mungkin kau menyukainya, dia itu sudah pasti pengila wanita. Liaht saja kelakuannya saat pertama kali bertemu denganmu, dia langsung melecehkanmu. Pertemuan kedua, dia sudah berani menciummu. Lihatkan, dia tak pantas untukmu, Kang Seulgi." Cerocos Seulgi pada dirinya sendiri.
"tapi kenapa? Kenapa dia menerima perjodohan ini? Kenapa dia mengajakmu menikah? Apa dia menyukaimu?" Seulgi bertanya-tanya sendiri.
"aish, paboya! Kenapa kau memikirkan ini? Aish, molla-molla. Ishhh!"
Tbc~
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny
Teen FictionOh Sehun, lelaki berkulit pucat, berwajah datar, dan seorang player harus mau berurusan dengan gadis cantik, mahasiswa jurusan Psikologi yang menyandang gelar sebagai seorang bar tender, Kang Seulgi, yang dijodohkan dengannya. Akankah mereka hidup b...
