Seulgi POV
Hari pernikahanku dengan Sehun tinggal 2 minggu lagi, Appa, Eomma, dan ayah Sehun begitu bahagia mendengar aku dan Sehun akan segera menikah -terutama Appa,
Appa begitu menyiapkan apa saja yang diperlukan untuk mengadakan sebuah pernikahan. Tak sperti yang aku kira, Appa menyiapkannya secara matang dan cukup meriah. Memang tidak salah menyiapkan pesta pernikahan untuk anak tunggalnya ini dengan pesta yang cukup meriah, apalagi ditambah calon menantunya sesuai dengan harapan Appa, jika sudah begini -sungguh aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Appa maupun Eomma.
Perasaanku pada Sehun? Entahlah, aku masih tidak yakin. Kami hanya bersikap seperti sepasang kekasih jika di hadapan kedua orang tua kami -selebihnya bisa kalian bayangkan..
Drttt..drrtt..
Dering handphone ku pun membuyarkan semua lamunanku, satu buah pesan singkat.
"kau tak lupa untuk fitting baju pengantin 'kan? 20 menit lagi aku sampai di apartemenmu."
Hampir saja aku melupakannya, aku pun langsung bergegas mempersiapkan diriku.
***
Author POV
Sehun sudah berada di apartemen Seulgi, dia pun segera menekan bel apartemen Seulgi. Tanpa menunggu lama, Seulgi pun membukakan pintunya, "annyeong.." sapa Seulgi dan menunjukkan senyum manisnya. Sehun terkesiap mendengar Seulgi menyapanya dan juga tersenyum di hadapannya, "eoh? Eo, annyeong.." balas Sehun kikuk dengan melambaikan tangannya. "geureom, kita bisa pergi sekarang?" tanya Seulgi yang langsung dibalas Sehun dengan anggukan..
***
Seulgi POV
Sesampainya pada vendor baju, aku pun melihat sekeliling. Berharap bisa memakai gaun yang terpajang sangat cantik di butik ini. Sungguh sangat cantik, betapa sangat beruntungnya orang yang memakai gaun pengantin ini, dan juga bersanding dengan pria yang mereka mimpikan kelak. Aku mengalihkan pandanganku kepada Sehun yang sedang berbicara dengan salah satu asisten di butik ini, betapa menyedihkannya aku mengingat sebentar lagi aku akan menikah dengan pria yang tidak mencintaiku. Aku akan menikah dengan seorang bernama Oh Sehun si penggila wanita bertubuh indah. Sebutir air mata jatuh dari pelupuk mataku, buru-buru aku menghapusnya agar Sehun tidak melihat aku menangis.
"Seulgi-ssi" tidak! Sehun memanggilku,
"eoh?" aku pun membalikkan badanku agar tidak menatap Sehun.
Sehun tak berucap, aku pun mencoba menanyainya lagi tanpa menatapnya, "ada apa, Sehun?"
"apa kau akan di sana terus? Ayo ke dalam," ajak Sehun, aku pun berusaha menormalkan ekspresiku di depannya, "eoh, geurae." Aku membalikkan tubuhku dan mengangguk sebari tersenyum.
***
"wahh, jadi ini calon istrimu, Sehun-ah" ucap perancang gaun pengantinku dengan Sehun, "ahh ya, kenalkan aku Byun Baekhyun, teman Sehun" ucap lelaki di hadapanku ini.
"Kang Seulgi imnida.." balasku sopan dengan menunduk sedikit, "senang berkenalan dengan Anda."
"eihh, jangan terlalu formal. Kang Seulgi -nama yang cantik, seperti orangnya. Sayang, yang menemukan dirimu duluan itu bocah tengil ini. Kalau saja aku-" Sehun menyikut lengan Baekhyun dan otomatis Baekhyun menghentikan celotehannya, "yak! Kau ini apa-apaan?" Baekhyun seketika sadar dan menatap Sehun-Seulgi bergantian. "aahh, mian-mian. aku keterlaluan, aigoo mian-mian," Seulgi pun terkekeh mendengarnya. Sehun yang melihat Seulgi tertawa pun berkata, "yak! Apa kau senang?" bukannya berhenti tertawa Seulgi malah memperkeras suara tawanya dan malah mengeluarkan air mata, "eoh, mian. kkekek.. toilet di sebelah mana?" tanya Seulgi yang berkaca-kaca pada Baekhyun, "ahh, di sebelah sana." Ucap Baekhyun dan menunjukkan jalan yang dia maksud. Tanpa basa-basi Seulgi pun langsung lari mencari toilet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny
Novela JuvenilOh Sehun, lelaki berkulit pucat, berwajah datar, dan seorang player harus mau berurusan dengan gadis cantik, mahasiswa jurusan Psikologi yang menyandang gelar sebagai seorang bar tender, Kang Seulgi, yang dijodohkan dengannya. Akankah mereka hidup b...
