****
Baekhyun berjalan menuju rooftop, ia ingin menenangkan dirinya. Ia sebenarnya sangat tidak menyangkan jika Jungiee masih belum mengingat dirinya.
"Baekhyun-ah.." ucap Sehun sembari menepuk pelan bahu Baekhyun. Baekhyun hanya menoleh sebentar lalu memalingkan pandangannya kedepan.
"Jangan kau pikirkan, mungkin dibalik semua ini ada sesuatu yang direncanakan Tuhan." Ucap Sehun sembari duduk disamping Baekhyun.
"Tapi kenapa hanya aku? Kenapa?" ucap Baekhyun.
"Mungkin ini salah satu rencananya, mungkin saja kau nantinya akan mendapatkan yang istimewa dengannya." Ucap Sehun mencoba menenangkan Baekhyun.
"Kita jalani bersama sama." Lanjut Sehun sembari mengulurkan tangannya lalu berdiri, Baekhyun pun menoleh ke tangan Sehun dan Sehun secara bergantian. Beberapa detik saling diam dalam keadaan itu, akhirnya Baekhyun menjabat tangan Sehun dan ikut berdiri.
Sehun pun tersenyum lalu di ikuti dengan Baekhyun yang tersenyum juga. Mereka pun langsung berjalan turun menuju kelas mereka.
'aku tahu Tuhan pasti memberikan yang terbaik tapi kenapa tidak sekarang?'
****
Jungiee berjalan gontai mengelilingi lorong lorong sekolah dengan pandangan kosong, saat ini ia hanya kepikiran dengan satu namja yang belum ia kenali. Namja yang selalu datang dalam mimpinya, ingatannya, dan juga lamunannya tapi kenapa tidak dengan memorynya. Kenapa memory nya tidak dapat mengingat namja itu.
Saat Jungiee masih melamun, tiba tiba ia menabrak seseorang. BRUK, Jungiee terjatuh ke lantai.
"Appo.." ucap Jungiee sembari memegang bokongnya yang mencium lantai.
"Gwechana?" ucap namja itu sembari mengulurkan tangannya, Jungiee menerima uluran tangan itu.
"Kalau jalan hati hati.." ucap Jungiee sembari merapikan roknya lalu ia terdiam setelah melihat siapa yang ia tabrak.
"Maaf, aku tadi melamun." Ucap namja itu. Jungiee tetap diam lalu ia menatap nametag yang ada di jas namja itu.
"Apa kau baik baik saja Min Jungiee?" tanya namja itu karna sedari tadi Jungiee hanya diam.
"Ah iya, aku baik baik saja Byun Baekhyun." Ucap Jungiee sembari menatap datar Baekhyun. Yah, dia adalah Baekhyun.
Baekhyun tersentak kaget, hatinya senang jika Jungiee memang benar benar mengingatnya.
"Kau tau aku?" tanya Baekhyun memastikan. Jungiee hanya mengangguk.
"Kau mengingatku Min Jungiee." Ucap Baekhyun sembari memeluk Jungiee.
"YA kenapa kau memeluk ku, eoh?" kesal Jungiee sembari melepas pelukan Bakhyun. Baekhyun hanya menatap bingung.
"Kau siapa berani beraninya memeluk, kau pikir aku yeoja apa-an eoh?" kesal Jungiee, ia sangat marah.
"Kau tak tahu aku?" ucap Baekhyun sendu.
"Maaf Tuan. Byun saya tidak mengenal anda, bahkan saya mengenal wajah anda karna sering bertemu di sekolah dan juga saya tahu nama anda dari nametag yang ada disebelah jas anda itu." Ucap Jungiee tanpa intonasi. Baekhyun hanya diam. Bodohnya dia, ia tak memikirkan tentang nametagnya itu.
"Ah ternyata kau belum mengingatku." Lirih Baekhyun, ia sangat sedih Jungiee belum juga mengingat dirinya.
"Wae?" ucap Jungiee.
"Tidak apa apa." Ucap Baehyun sembari berjalan meninggalkan Jungiee, tapi sebelum ia benar benar meninggalkan Jungiee. Baekhyun berhenti tepat di samping Jungiee, ia mensejajarkan dirinya dengan Jungiee.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Will return
ФанфикшнSekeras apapun kau berusaha untuk menghindar dan pergi, sejauh apa pun kau berusaha untuk berlari. Hasilnya akan tetap sama, cinta itu akan kembali karna cinta sejati tahu dimana tempat yang nyaman untuk ditinggali. PLEASE UNTUK KALIAN SEMUA INI HAS...
