****
Kini Jungiee telah kembali, ia telah diperbolehkan untuk pulang ke rumah dan mulai besok ia bisa bersekolah lagi.
"Sekarang kau bisa kembali ke rumah sayang." Ucap Tuan. Min
"Apa ini rumahku?" tanya Jungiee bingung.
"Iya, ini adalah rumahmu." Ucap Nyonya. Min. semuanya pun membawa Jungiee untuk masuk ke dalam rumah.
"Kau bawa dia ke kamarnya, eomma akan menyiapkan makanan, dan appamu akan kembali ke ruang kerja." Ucap Nyoya. Min, semua pun mengangguk lalu pergi ke tempat masing masing.
Sojin membawa Jungiee kedalam kamar Jungiee, ia ingin melihat kamar adiknya ini.
"Ini kamarmu." Ucap Sojin sembari membawa Jungiee masuk ke dalam kamar, Jungiee melihat sekeliling kamarnya.
"Apa tidak ada foto apa pun disini?" tanya Jungiee.
"tidak tahu, kan kau yang memiliki kamar ini." Ucap Sojin.
"Bahkan foto kita pun tidak ada eonni." Ucap Jungiee sembari melihat sekeliling kamarnya. Ia pun langsung melihat lacinya, ia merasakan ada sesuatu di dalamnya.
"Aku ingin melihat laci itu eonni." Ucap Jungiee. Sojin pun langsung membawa Jungiee ke laci itu, Jungiee pun membukanya dan disana terdapat banyak sekali foto keluarga.
"Kenapa semuanya di taruh sini eonni." Ucap Jungiee bingung. Sojin sedikit terkejut, ternyata selama ini ia menyimpan semuanya dilaci itu. Bahkan ia tidak ingin melihat foto keluarganya. Tiba tiba air mata Sojin menetes dan mengenai tangan Jungiee. Jungiee pun menoleh ke atas.
"Eonni menangis? Uljimma eonni." Ucap Jungiee sembari berusaha menghapus air mata Sojin.
"Ah eonni baik baik saja, ah iya kenapa foto kau, aku, appa, dan eomma pecah?" tanya Sojin mengalihkan pembicaraan. Jungiee pun melihat foto yang dimaksud Sojin.
Ia mengambil foto yang berada di pigora yang sudah pecah itu, ia mengamati dengan detail. Ia seperti mengingat sesuatu dengan foto itu. Tiba tiba bayangan hitam masa lalu berputaran dikepalanya.
'eomma jahat, appa jahat, kalian semua jahat. Aku tak pernah kalian hargai.'
'arkkhhh.' 'aku benci kalian, kalian membuatku hancur.'
'kalian bukan keluarga ku, kalian bukan lagi orang yang aku butuhkan.'
Prang... hiks hiks hiks.
Tiba tiba ia seperti mengingat sesuatu, ia mendengar berbagai teriakan dari seorang yeoja yang menangis.
"ARKHH..." Teriak Jungiee sembari memegangi telinganya. Air matanya lolos begitu saja, ia menangis. Sojin kawatir dengan Jungiee yang tiba tiba menangis.
"Jungiee-ah wae? Gwenchana?" ucap Sojin kawatir.
"ARKHH, ini sakit eonni." Teriak Jungiee lgi, kapalanya benar benar sakit. Suara yeoja itu tidak mau pergi, ia terus saja marah dan menangis.
"EOMMA, APPA CEPATLAH KEMARI.." teriak Sojin, Nyonya. Min dan Tuan. Min pun langsung berlarian ke kamar Jungiee.
"Ada apa Sojin?" tanya Nyonya. Min
"Jungiee tiba tiba mengerang kesakitan." Ucap Sojin kawatir, ia semakin dilanda rasa cemas.
"Jungiee, tenanglah nak. Tenangkan dirimu nak." Ucap Tuan. Min
"Aku bukan anak kalian.." tiba tiba Jungiee berucap seperti itu dan mendorong Sojin, Tuan. Min, dan Nyonya. Min yang berusaha menenagkannya.
Tuan. Min dan Nyonya. Min terkejut akan hal itu. Sojin pun terduduk di lantai, ia tak percaya dengan apa yang ia dengar maupun ia lihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Will return
FanfictionSekeras apapun kau berusaha untuk menghindar dan pergi, sejauh apa pun kau berusaha untuk berlari. Hasilnya akan tetap sama, cinta itu akan kembali karna cinta sejati tahu dimana tempat yang nyaman untuk ditinggali. PLEASE UNTUK KALIAN SEMUA INI HAS...
