****
Jungiee memasuki rumahnya tanpa salam, ia langsung naik ke atas untuk ke kamarnya.
"Kau sudah pulang Jungiee?" ucap Sojin yang baru keluar dari kamar. Jungiee hanya berhenti dan saat ia akan membuka pintu Sojin menahan tangan Jungiee.
Jungiee hanya menoleh kea rah tangan Sojin yang sedang menahan tangannya, ia langsung menghempaskan tangan Sojin kasar.
"Aku iri pada mereka semua, mereka memiliki dongsaeng yang sangat menghormatinya, menyanyanginya." Sojin sudah tidak tahan lagi akan smeua sikap adiknya. Jungiee membalik tubuhnya menatap datar Sojin.
"Apa selama ini kau menghormatiku?" dingin Jungiee.
"Aku menyanyangimu namun kau tak pernah membalas itu, kau terlalu dingin padaku hingga kau tak pernah menghormatiku." Ucap Sojin sembari menangis.
"Bahkan kau tak peduli, bagaimana bisa kau bilang jika kau sangat menyanyangiku." Ucap Jungiee sembari menghela nafasnya berat.
"Aku memang menyanyangimu, aku..." ucap Sojin terpotong.
"Apa kau masih ingat apa yang kau lakukan padaku selama eomma dan appa meninggalkan kita dan apa kau ingat apa yang mereka lakukan saat mereka meninggalkan ku bersama mu. APA KAU MASIH INGAT?" Jungiee berteriak pada kalimatnya yang terakhir, ia mencoba menahan tangisnya. Ia meluangkan semuanya. Sojin hanya diam.
"APA DI INGATANMU MASIH MELEKAT BEGITU JELAS MIN SOJIN? SEPERTI YANG ADA DI INGATANKU." Jungiee berteriak lalu ia pergi meninggalkan Sojin yang masih terdiam membeku dengan bentakan dan ucapannya.
Perlahan lahan air mata Sojin turun begitu deras.
Jungiee langsung masuk ke dalam dan menutup pintunya dengan keras.
Jungiee langsung merebahkan dirinya kasur empuk milik nya. Ia menutup matanya.
Jungiee pov
Setelah aku bertengkar dengan Sojin, aku langsung membanting pintu dan ku rebahkan diriku di kasur empuk milikku, ku tutup mataku.
'kau terus menghantuiku, tapi kenapa aku tak mengingatmu?' tiba tiba aku mengingat danau itu.
Tempat itu mengingatkanku tentang banyak hal, namun namja itu tak dapat ku ingat. Danau itu seperti mendorongku untuk mengingat semuanya tapi hanya satu yang tak ku ingat, namja putih itu. Aku tak mampu mengingatnya.
Kenapa memory ku seperti menolak untuknya masuk dalam ingatanku, seperti banyak kenangan yang harus ku hapuskan tentangnya. Aku seperti sangat mengenal sosok itu tapi aku tak mampu mengingatnya.
"Kenapa hanya kau yang sulit untuk ku ingat?" gumamku.
****
Author pov
Hari masih sangat pagi untuk seorang pelajar bangun. Namun Jungiee telah bangun, ini masih pukul 05.00 KST tapi Jungiee sudah bersiap siap untuk berangkat sekolah.
Setelah selesai ia langsung berangkat lewat jendela, ia melakukannya lagi setelah dulu ia melakukannya karna malas bertemu dengan keluarganya dan kini ia lakukan lagi.
Ia keluar dari area rumah itu, ia berjalan dengan santai. Di telinganya terpasang aerphon putih miliknya. Ia menghirup udara segar pagi ini dengan sangat tenang.
Tiba tiba semua bayangan hitam datang ia terduduk sembari memegangi kepalanya. Ini masih terlalu pagi untuk banyak orang yang berlalu lalang. Bayangan hitam itu seperti kaset lama yang telah rusak kini di ulang kembali .
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Will return
FanficSekeras apapun kau berusaha untuk menghindar dan pergi, sejauh apa pun kau berusaha untuk berlari. Hasilnya akan tetap sama, cinta itu akan kembali karna cinta sejati tahu dimana tempat yang nyaman untuk ditinggali. PLEASE UNTUK KALIAN SEMUA INI HAS...
