****
Untuk pertama kalinya sekolahan Iceont High School sangat sepi. Tak ada lagi yang dipanggil dikantor karna kegaduhan, tak ada lagi yang membela siapapun saat ia benar tapi disalahkan.
'Kasihan Jungiee, sebenarnya ia yeoja yang baik tapi ia harus mengalami ini.'
'aku tak menyangka Jungiee koma.'
'ini tak bisa di percaya, ia anak dari Tn. Min dan sekarang koma.'
Kurang lebih begitulah ocehan para murid murid di sekitar lorong lorong sekolah.
Jimin yang berjalan sendirian di lorong sangatlah risih dengan apa yang di gosipkan oleh para yeoja.
"Jimin-ah." Teriak seseorang dari belakang. Jimin pun berhenti lalu menoleh.
"Ada apa?" tanya Jimin.
"Apa Ji Ae kemaren ke rumah sakit?" tanya Hoseok. Jimin hanya mengangguk.
"Untuk apa ia kesana?" tanya Hoseok lagi.
"Aku tidak tahu tapi yang jelas dia kemaren bilang kalau dia hanya ingin menjenguk dan meminta maaf pada Jungiee." Jelas Jimin.
"Bagaimana keadaan Jungiee, apa ada perkembangan?" tanya Hoseok, Jimin pun menundukkan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya.
"Jangan bersedih, kita hanya bisa berdoa dan aku yakin waktu akan membuktikan kalau Jungiee akan kembali sadar." Ucap Hoseok sembari menepuk pelan bahu Jimin, memberikan semangat pada sahabatnya itu.
"Gomawo hyung." Ucap Jimin, Hoseok hanya tersenyum.
"Kajja." Ucap Hoseok sembari mengantar Jimin ke kelasnya.
****
"Rumah ini sangat sepi tanpa Jungiee." Ucap Ny. Min
"Rumah ini sudah lama sepi semenjak Jungiee menjadi diam." Ucap Tn. Min
"Tapi seenggaknya saat ada Jungiee tidak sesepi ini appa." ucap Sojin.
"Rumah ini jadi sedikit kosong." Ucap Ny. Min
"Siapa yang menjaganya disana?" tanya Tn. Min
"Baekhyun yang menjaganya." Ucap Sojin.
"Kalau begitu aku ke rumah sakit dulu untuk menjaga Jungiee." Ucap Tn. Min sembari berdiri.
"Jangan appa." ucap Sojin.
"Wae Sojin-ah?" tanya Ny. Min
"Biarkan Baekhyun yg menjaga Jungiee, pasti ia ingin bicara dengan Jungiee. Diakan sudah lama meninggalkan Jungiee." Ucap Sojin. tn. Min pun langsung mengiyakan ucapan anknya itu.
****
"Jungiee kapan kau akan bangun, apa terlalu indah mimpimu sehingga kau enggan untuk bangun." Ucap Baekhyun sembari menggenggam tangan Jungiee.
"Aku minta maaf jika aku membuatmu terluka."
"Aku hanya brharap mimpimu itu sangat buruk sehingga kau akan segera bangun." Ucap Baekhyun sembari mencium telpak tangan Jungiee. Air matanya perlahan menetes.
"Kenapa jika mimpinya indah?" tanya seseorang dari ambang pintu, Baekhyun pun menoleh kea rah pintu dan mendapati Jimin disana.
"Jimin-ah?" ucap Baehyun.
"Kenapa jika mimpinya sangat indah hyung?" tanya Jimin sembari menghampiri Baekhyun.
"Karna mimpinya terlalu indah jadinya ia enggan untuk membuka matanya." Ucap Baekhyuns embari menunduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Will return
FanfictionSekeras apapun kau berusaha untuk menghindar dan pergi, sejauh apa pun kau berusaha untuk berlari. Hasilnya akan tetap sama, cinta itu akan kembali karna cinta sejati tahu dimana tempat yang nyaman untuk ditinggali. PLEASE UNTUK KALIAN SEMUA INI HAS...
