Part 25

14.9K 286 1
                                        

Kaki langkah Noah mulai menelusuri sebuah Club malam di Jakarta. Dentuman musik EDM bertempo cepat dengan hawa dingin yang langsung menerpa wajah menyambut Noah begitu ia masuk.

Bangunannya standar, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga. Namun ceillingnya sangat tinggi, dengan kabel yang tertata rapi serta memiliki banyak speaker di setiap sudut, membuat suara musik lebih jelas terdengar.

Club ini milik temannya, Austin, yang kemarin baru sampai di Jakarta.

Austin memiliki banyak koneksi dan business. Selain club malam, Austin juga mempunyai usaha di bidang F&B. Kemampuan ini diturunkan dari ayahnya.

Noah nenghampiri Austin dan memberikan tepukkan kecil pada pundak temannya. "I have never visited a fancy and aesthetic club like this before."

"Don't worry mate! It's just a small one."

Mata Noah menyipit sambil tersenyum kecil. Mendengar jawaban temannya yang berusaha down to earth membuatnya terkekeh.

"Mr Harris couldn't come here! Cause he had a family dinner."

"That's good then," Noah mengambil alkoholnya dan menuangkan ke dalam gelas kecil. Ia meneguk pelan, sembari mengambil nikotinnya.

"Do you still love the old styles?"

Noah melirik Austin, menaikkan alisnya tanda tidak mengerti apa yang temannya katakan.

"Everyone just vapes instead of smoking."

Setelah menghisap nikotinnya, lalu menghembuskannya pelan, Noah mengarahkan pandangannya ke arah DJ. "I don't like it. It's too sweet for me."

"Lol, mate! Do you have your own, huh?"

Noah menaikkan pundaknya. Ia masih setia melihat DJ yang sedang asyik memainkan musik.

"Do you want to meet her?" Austin yang melihat bahwa Noah memandang Disc Jockey-nya langsung menebak dengan menembakkan pertanyaan.

Noah menggeleng, jarinya mengetuk abu dari tembakau itu, sebelum akhirnya kembali menyelipkan diantara bibirnya. "No."

"Why do you keep looking at her, then?"

"I don't know.."

Austin kemudian bangkit dari tempat duduknya, dan berdiri di samping table. Ia kemudian memberikan simbol 'let's go' menggunakan tangannya.

"Just dance and have fun, mate!" Austin segera mengarahkan Noah untuk masuk ke dance floor. Mereka maju ke depan melewati banyaknya orang yang sedang menari. Kemudian Austin meminta Noah untuk naik ke atas panggung, "Come on! Let's party hard tonight."

Tanpa aba-aba, Austin sedikit mendorong tubuh Noah ke hadapan DJ tersebut. Dari wajahnya, sepertinya masih tergolong muda, mungkin sekitar 22 tahun mengingat kedua benda padat tersebut masih kenyal dan padat.

Karena biasanya, jika wanita yang berumur 25 tahun ke atas, payudara mereka akan sedikit mengendur ke bawah. Oleh karena itulah Austin menebak bahwa perempuan itu masih muda.

Meja booth DJ semakin ramai dihampiri para kaum borjuis, anak orang kaya yang rela melakukan apapun demi bersenang-senang. Beberapa dari mereka telah melempar uang rupiah sampai dollar ke meja DJ. Bahkan ada yang memberikan kunci mobil dengan cuma-cuma.

Wajah Noah sedikit memerah. Ia tersenyum kecil mendengarkan suara musik yang menggelegar. Sepertinya, Noah sedikit tipsy mengingat tadi berhasil meneguk alkoholnya.

DJ tersebut semakin asyik memutar disk serta memencet tombol. Wanita itu menari sembari meliukkan badan dengan sensasional. Semua orang menggerakan badan serta kepala untuk mengikuti alunan lagu yang dimainkan.

THE S*X TAPECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang