Angin menggelitik pelan kulitku
Membiaskan seutas senyum di bibirku
Ku biarkan seluruh oksigen mengisi relung paru-paru
Menikmati segala karunia-Nya
Namun, semua terhenti
Ketika bayanganmu menari dihadapanku
Dua insan yang sengaja dipertemukan
Lewat tatapan mata
Kau tahu?
Saat itulah aku merasa hilang
Hilang dari ambang kesadaran pikiran
Hilang dari dunia yang sudah ku miliki
Semua tertuju padamu
Detak jantungku seakan terhenti
Napasku terasa dihalangi oleh sekat transparan
Lidahku kelu seakan tak bertenaga
Semua karenamu sayang
Tatapanmu menjerumuskanku
Pada jurang hatimu
KAMU SEDANG MEMBACA
Untaian Kata
PoetryHanya ini yang mampu aku curahkan, pangeranku. Tentang cinta. Tentang hiruk pikuk kehidupan. Hingga tentang perpisahan. Dari upik abu, yang selalu mencintaimu.
