Biar Senja yang Bicara

18 0 0
                                        

Dari kata yang kurangkai menjadi kalimat.
Kalimat yang kini akan kurangkai lagi menjadi sebuah sajak.
Sajak yang menyiratkan betapa bergemuruhnya perasaanku.
Sajak yang menyiratkan betapa penuhnya diriku olehmu.
Sajak yang menyiratkan betapa kuatnya rindu yang bertopang di dada.

Diseberang sini aku menunggumu, sayang.
Dengan tatap penuh harap pada langit sore yang mulai menggelap.
Ditemani oleh semilir angin laut yang bertiup pelan menerpa daun-daun kelapa.
Seiring ombak laut yang hilir mudik menerpa pinggiran pasir yang putih.
Aku menanti dengan penuh harapan.

Akankah engkau kembali, sayang?
Aku hanya berharap akan ada kapal yang singgah.
Mengantarkan sebuah senyum yang selalu ku nantikan setiap waktu.
Mengantarkan sebuah insan yang selalu aku tunggu.
Mengantarkan sebuah kebahagiaan yang membucah disetiap waktu.

Akankah engkau kembali, sayang?
Akankah tangan lembutmu akan kembali menggenggam tanganku?
Akankah senyummu terbuka kembali kala menatapku?
Entahlah, aku sendiri tidak akan tahu.
Kini, aku hanya berharap senja akan menjawabku.

Untaian KataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang