Senyum kecil selalu terpasang semu di wajah bulatku
Debaran aneh yang selalu membuatku malu setiap waktu
Hanya dengan mendengar namamu
Aku tersipu dalam hening nan membisu
Tapi, aku tidak bisa berbuat apa-apa
Ketika aku memutuskan akan mundur dan menjauh
Tapi hati selalu ingin tetap maju
Ketika aku memutuskan untuk berhenti
Namun hati mendesak ingin memiliki
Ini rasaku untukmu
Rasa yang sudah ku pendam sejak dulu
Hanya namamu
Dan selalu namamu
-am
KAMU SEDANG MEMBACA
Untaian Kata
PoesíaHanya ini yang mampu aku curahkan, pangeranku. Tentang cinta. Tentang hiruk pikuk kehidupan. Hingga tentang perpisahan. Dari upik abu, yang selalu mencintaimu.
