Kini, aku berhenti.
Berhenti untuk mengejar sesuatu yang tidak pasti.
Sesuatu yang tak akan pernah kugapai kini.
Sesuatu yang tidak akan bisa aku miliki.
Kini, aku sadar diri.
Aku hanya seorang upik abu yang menanti harapan semu.
Dan tanpa ku sadari, jika semua itu hanya akan berakhir sia-sia.
Kini, aku cukup tahu.
Aku cukup tahu bahwa kau tidak akan bisa ku miliki.
Aku cukup tahu bahwa tak ada sedikitpun namaku terukir di hatimu.
Aku cukup tahu bahwa tak ada rasa cinta untukku di hatimu.
Dan aku cukup tahu, jika aku adalah orang terbodoh yang hanya bisa mencintaimu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untaian Kata
PoesíaHanya ini yang mampu aku curahkan, pangeranku. Tentang cinta. Tentang hiruk pikuk kehidupan. Hingga tentang perpisahan. Dari upik abu, yang selalu mencintaimu.
