"Peraturan di rumah ini, jangan berisik, jangan.." celoteh Ny. Marcready panjang lebar. Susan, yang tampak tertarik dengan salah satu patung, mengulurkan tangan untuk menyentuhnya. "Dan jangan sentuh benda berharga apapun"
Mereka menaiki tangga dan berhenti di depan sebuah ruangan tertutup.
"Peraturan yang terpenting.." lanjut Ny. Marcready. "Don't disturb offer professor"
~#~
"Percy, kau pikir apa maksud kita dikirim untuk misi ini?" Annabeth menyandarkan kepalanya ke bahu Percy.
"Entahlah, wise girl. Kan kau pemikir di sini" Percy menarik napas dalam, lalu melanjutkan. "Tapi, kupikir misi ini sulit. Dan ada hubungannya dengan keempat bersaudara itu"
Annabeth menatap Peter yang tengah bicara pada Lucy, begitu pula Susan dan Edmund. "Yah, mereka cukup akur untuk ukuran saudara"
"Memangnya kau tidak akur dengan saudara sepondokmu?" kata Percy sarkastis.
"Ayolah seaweed brain.." Annabeth memutar bola matanya malas. "Saudara tiriku dari pihak ayah, tepatnya"
"Ada masalah apa lagi?" Percy merangkul Annabeth. Annabeth merapatkan diri, berusaha mengusir rasa dingin.
"Tidak, aku hanya.." Annabeth terdiam sesaat. "Mengenang masa lalu"
"Sebaiknya kita tidur. Kau tidur dengan Susan dan Lucy, kan?" tanya Percy memastikan.
"Of course, good night"
~#~
"Gastro Vascular" Susan tampak menutup sebuah buku tebal. "Oh, c'mon Pete.. Gastro Vascular"
"Apakah itu Bahasa Latin?" Annabeth bertukar pandang dengan Percy. Senyum tercetak di wajah keduanya. Tentu saja mereka tahu.
"Of course, that is" timpal Annabeth.
"Yeah, Bahasa Latin untuk permainan paling membosankan sepanjang masa" Edmund menjulurkan kepalanya dari bawah meja.
"Kau benar. Aku sangat bosan" kata Percy. Tangannya memainkan air di gelas terdekat, membuatnya melayang sedetik, dan masuk lagi ke gelasnya.
"Bagaimana kalau kita main petak umpet?" Lucy mendekati Peter dengan tatapan memelasnya. "Come on Peter, please.."
"Mm.." Peter menatap Lucy yang berharap. "..one, two, three.." Peter menutup matanya sembari terus menghitung.
"What?!"
Annabeth dan Percy berdiri, ikut mencari tempat untuk bersembunyi.
"Seaweed brain, kau bisa sembunyi di bath tub kan?" usul Annabeth sambil berlari.
"Yeah, dan kau bisa pakai topi halimunanmu itu" Annabeth berhenti. Mengapa ia tidak berpikir sampai ke sana? Ia mengeluarkan topi New York Yankee-nya dari saku dan memakainya. Tubuhnya menghilang.
Percy baru akan berlari ke kamar mandi saat terdengar teriakan Lucy, "I'm okay, I'm back!"
"Ada apa?" Annabeth melepas topinya.
"Lebih baik kita ke sana saja"
~#~
"Tapi aku sudah pergi berjam-jam!" sayup-sayup terdengar suara Lucy dari lantai atas. Percy dan Annabeth berlari menapaki anak tangga. Sampai di undakan teratas, mereka masuk ke tempat sumber suara. Tampaklah Lucy sedang berdebat dengan ketiga saudaranya.
"Ada apa?" tanya Annabeth. Keempatnya menoleh.
"Lucy berkhayal kalau ia masuk ke suatu negeri bernama Narnia" jawab Peter.
"Di lemari itu lanjut Susan. Annabeth menolehkan wajahnya ke arah lemari yang ditunjuk Susan. Lemari tersebut memiliki tinggi sekitar 2 m, dengan ukiran rumit yang menghiasi tepinya.
"Tapi aku tidak berkhayal! Aku benar-benar pergi ke sana dan menemui Mr. Tumnus!" jerit Lucy.
"Benarkah? Coba kita lihat" Susan membuka pintu lemari. "Tidak ada apa-apa, Lu.. Hanya ada baju"
"But I'll never lie about that!"
"Berhentilah berkhayal, Lu. Kau sudah besar" kata Peter dan ia serta Susan berlalu keluar.
"Kau percaya padamu" kata Edmund yang sedari tadi memilih untuk diam.
"Kau percaya?" lirih Lucy. Kemudian, mereka berdua berlalu dari kamar tersebut.
"Menurutmu ia berkhayal?" tanya Percy, menatap pintu yang mengayun menutup.
"Tentu saja! Itu tidak realistis! Apa kau percaya?"
"Yeah, jujur saja.." Percy memikirkan kata yang tepat. "..hidup kita juga tidak realistis, kan?"
"Kita cek saja"
Annabeth membuka lemari. Ia masuk dan menyibak pakaian dan mantel-mantel. Dan di ujung, hanya ada dinding kayu. Percy juga mengecek bagian belakang lemari. Tidak ada apapun.
"Lihat? Tidak ada apapun"
"Yeah, mungkin Lucy memang berkhayal"
~#~
KAMU SEDANG MEMBACA
Time And Space
أدب الهواة(A Percy Jackson and Narnia Crossover) "Putra laut dan putri bijak kan arungi ruang dan waktu, Menuju masa lalu dimana perang terjadi Dua darah yang sama kan bertemu, Membantu mereka yang terpilih menuju kejayaan" Percy dan Annabeth akan mengarungi...
