4 years later ...
"Eomma, oppa jahat kepadaku! Ia melempariku dengan bantal ini," Jiyeon mengerucutkan bibirnya kesal, mirip sekali dengan Taeyeon.
"Ada apa Jiyeon-ah?" Taeyeon yang sedang memasak pun akhirnya terpaksa berhenti untuk meladeni anaknya.
"Oppa! Jahat sekali!" Jiyeon menangis di pelukan eommanya.
Taeyeon yang mengerti keadaan segera menggendong anak keduanya, dan berjalan menuju kamar Jisung.
"Kajja! Kita marahi Jisung oppa!" Ajak Taeyeon yang langsung mendapatkan anggukan dari Jiyeon.
Taeyeon membuka pintu kamar anak sulungnya. Ia melihat Jisung yang asik dengan game di ponselnya.
"Jisung-ah, apa yang kau lakukan pada adikmu?" Tanya Taeyeon sedikit galak.
"Aniya, dia saja yang terus menggangguku bermain. Karena kesal aku kalah, aku tidak sengaja melempar bantal dan ternyata mengenainya." Jelas Jisung.
"Apa benar begitu?"
Jisung mengangguk.
"Omona Jiyeon-ah! Oppa tidak sengaja melakukan itu, jadi maafkan nde?"
Jiyeon mengangguk.
"Cepat kalian berdua minta maaf." Taeyeon menurunkan Jiyeon dari gendongannya.
Jiyeon berjalan mendekati oppa nya. Mereka kemudian saling tatap, "Mianhae oppa, aku salah."
"Oppa juga ingin minta maaf, mianhae Jiyeon-ah" Jisung mendekati adiknya dan memeluknya.
Taeyeon yang melihat itu pun merasa terharu. Umur mereka yang tidak terpaut jauh memudahkan bagi mereka untuk berkomunikasi.
Dulu saat Taeyeon melahirkan Jiyeon, umur Jisung telah mencapai satu tahun. Jadi jarak antara keduanya tidaklah jauh. Ia juga teringat akan kejadian dimana ia dan Jiyong ingin menamai anak mereka.
Sebenarnya mereka mengira anak pertama mereka adalah perempuan. Jadi mereka sudah menyiapkan nama 'Kwon Jiyeon' untuk anak perempuannya nanti. Namun perkiraannya salah besar, ternyata anak pertama mereka adalah laki-laki. Jiyong dan Taeyeon merasa bingung, apa nama yang harus mereka beri untuk anak lelaki mereka.
Taeyeon yang sudah sangat bingung akan menamai nama anak mereka apa akhirnya berkata nama Jisung akan baik untuk anaknya. Jiyong yang tidak mengerti apa-apa meminta penjelasan kenapa Taeyeon memberi nama tersebut untuk anak mereka. Entah setan mana yang merasuki Taeyeon, ia hanya mengatakan jika ia memiliki feeling kalau nama tersebut akan baik untuk nasib anaknya.
Jiyong yang selalu berpikir jika anaknya nanti lahir ia akan menamainya dengan nama singkatan ia dan Taeyeon hanya bisa cengo. Jiyong mengira Jisung adalah singkatan nama dari Jiyong dan Daesung. Taeyeon langsung tergelak begitu Jiyong mengatakan hal itu. Ia tertawa terbahak-bahak. Bagaimana bisa suaminya itu berpikiran yang aneh-aneh? Sangat lucu.
Karena terlalu asik dengan pikirannya, Taeyeon tidak sadar jika kedua anaknya sedang memperhatikannya.
"EOMMA!" Jiyeon dan Jisung berteriak bersama untuk menyadarkan Taeyeon.
"Uh? Wae?"
"Eomma, gwenchana?" Tanya Jiyeon.
"Nde, Eomma gwenchana"
***
Saatnya makan malam untuk keluarga Kwon. Mereka sudah berkumpul di meja makan.
"Appa, tadi siang Eomma banyak melamun." Lapor Jisung yang berada di sebelah kiri Jiyong.
"Jinjja?" Tanya Jiyong meyakinkan, ia lalu mengalihkan perhatiannya pada Taeyeon yang berada di sebelah kanannya.
"Aniya, aku hanya mengingat kenangan kita saja." Jelas Taeyeon.
"Geure, ayo kita makaaaannn"
***
Taeyeon dan Jiyong berhasil menidurkan anak terakhirnya, Jiyeon. Tapi tidak untuk anak pertamanya, Jisung sudah bisa tidur sendiri tanpa harus ditemani.
Mereka menatap Jiyeon sendu.
"Bukankah baru kemarin kita menikah?"
"Hmm"
"Tapi kenapa kita sudah berhasil mengahasilkan dua anak?"
"YA! Sudah empat tahun berlalu,"
"Apakah sekarang masih terlalu sepi?"
"Mwo?"
"Rumah kita,"
"Tentu. Itu karena kau yang terlalu sibuk dengan pekerjaanmu uri Jiyong."
"Tidakkah kau mau membuatnya lagi?"
"YA! Dua anak sudah cukup!"
"Tapi aku ingin meminta jatahku malah ini,"
"Aku lelah, aku akan pergi Taeyeon."
Setelah mengatakan itu, Taeyeon berlari keluar dari kamar Jiyeon. Ia langsung memasuki kamarnya dan menguncinya. Taeyeon membaringkan tubuhnya sambil tertawa kencang.
Krek
Pintu kamar Taeyeon dan Jiyong terbuka. Taeyeon mengerutkan keningnya saat Jiyong berhasil masuk.
"Bagaimana kau bisa masuk?" Tanya Taeyeon kesal.
"Aku yang mempunyai rumah ini, tentu saja aku memiliki kunci cadangan." Jawab Jiyong sambil menunjukan smirknya.
Taeyeon segera menenggelamkan tubuhnya dengan selimut. Ia langsung memejamkan mata, berpura-pura untuk tidur.
"Aku tau kau belum tidur Taeng, jadi kau mau bermain-main denganku?"
END
A/N : Sampai jumpa di cerita-cerita lainnya! Jangan lupa voment ya guys.. sorry telat dari waktu yang di janjiin. Abis baca berita Gtae wkwk. Endingnya jelek mian.
KAMU SEDANG MEMBACA
[GTAE] Duet
Fanfiction"Aku mencintaimu Kim Taeyeon, aku mencintaimu sejak kita tampil bersama di atas panggung" - Kwon Jiyong "Bullshit" - Kim Taeyeon Copyright 2016, by Aliyahxs203 only on wattpad High Rank #1-GTAE #1-SoshiBang
![[GTAE] Duet](https://img.wattpad.com/cover/75644726-64-k964564.jpg)