Ichi

989 160 28
                                    

Yes. My Queen.

.
.
.

GS, ROMANCE, ABSURD.
T-M(mungkin)

Keterangan :

- Jung Yunho (27 Tahun)
- Kim Jaejoong (17 Tahun)

.
Chapter One
.

Jaejoong berjalan santai menuju ruang makan untuk sarapan, biasanya Jaejoong akan sarapan terlebih dahulu sebelum pergi sekolah dan itu karena paksaan dan rayuan Yunho. Entah kenapa, Jaejoong adalah anak yang sangat keras kepala berbeda dengan kedua orang tuanya yang keduanya sama-sama tidak memiliki sifat tersebut. "Silahkan menikmatinya Nona." Seseorang dengan pakaian ala maid datang dan menaruh makanan yang disukainya dihadapan Jaejoong.

"Gomawo" Jaejoong berseru. Kepalanya menoleh mencari keberadaan Yunho, Jaejoong akan makan jika Yunho disisinya dan makan bersamanya. Namun saat ini matanya tak menemukan pengawalnya itu.

"Yunho?" panggil Jaejoong dengan kedua bola mata yang masih menatap sekeliling ruangan. Tak disadari mimik wajah Jaejoong menjadi murung, sendok yang dipegangnya mengaduk-ngaduk makanannya tak bersemangat,

"Makanlah, Nona. Hargai pekerjaan orang lain." Jaejoong mendongak dan mendapati Yunho sedang duduk dihadapannya. Dalam hatinya Jaejoong tersenyum namun senyum itu tidak tergambarkan pada wajahnya yang masih terlihat datar.

"Suapi aku." Yunho mengangkat alisnya heran. Tak biasanya Jaejoong bersifat manja, ada apa?

Yunho berpindah tempat duduk menjadi disamping Jaejoong dan mulai menyuapinya. Tak ada sederet kalimat obrolan diantara mereka, keduanya memilih diam dengan tugasnya masing-masing. Yunho yang terus menyuapi Jaejoong dengan mata yang menatap penuh minat melihat Jaejoong yang cantik dengan bibir yang bergerak lucu membuat Yunho sedikit berdebar. Jaejoong memang cantik, menurutnya Jaejoong sangat sempurna jika dilihat dari fisik. Dan apapun yang terjadi pada Jaejoong, Yunho menjamin ia tidak akan pernah diam. Nona-nya ini tidak seharusnya menderita saat ia sudah tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Cukup masa kecilnya saja.

"Aku sudah kenyang." Ucap Jaejoong yang masih mengunyah suapan terakhirnya. Yunho yang mengerti pun langsung mengangguk.

Yunho menaruh piringnya dan mengambil sapu tangan yang berada disaku jasnya dan mengusap ujung bibir Jaejoong yang terkena saus. Yunho tersenyum ketika Jaejoong menatapnya polos "Ayo kita berangkat." ucap Yunho. Jaejoong bangun dan memakai tasnya. Terlihat seperti interaksi antara Ayah dan Anak.

Kakinya yang ramping mengikuti Yunho dibelakangnya. Keduanya menaiki mobil sedan hitam dengan Jaejoong dikursi belakang. "Pakai sabukmu dulu Nona." Jaejoong hanya diam tak mengikuti suruhan Yunho. Namun Yunho tak pernah kehabisan akal, dirinya pun kembali turun dari kursi supir dan menghampiri Jaejoong yang tentu saja memakaikan sabuk tersebut. Keamanan Nona-nya adalah hal utama. Ingat.

Jaejoong hanya menatap tak suka kepada Yunho tetapi Jaejoong tetap diam ketika Yunho memasangkannya dengan jarak yang sangat dekat diantara mereka.

"Bukalah lagi jika kau tak suka, Nona." Yunho tersenyum ketika dirinya mengetahui jika sabuk pengaman itu tak dilepas oleh Jaejoong, ratunya yang manis.

.
.
.

Daun-daun yang berwarna kecoklatan mulai meninggalkan tangkai pohonnya mengikuti arah angin yang membawanya. Langkah anggun Jaejoong seakan-akan disambut. Jaejoong terus melangkah dengan wajah yang datar namun kecantikannya masih dapat dinikmati oleh sekelilingnya. Rambutnya yang lurus dan berkilau terlihat mempesona sepasang mata.

Yes. My Queen.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang