Bab 7

31 4 0
                                    

H-1 keberangkatan ke Belanda telah tiba.

Merlyna dan Marvella sudah menunggu di lobby kantor Generasi Muda Event Organizer. Andante mengirimkan pesan Whats App ke Marvella jika mereka bertiga akan bertemu jam setengah 10 pagi di lobby kantor.

Mereka berdua sudah menunggu Andante sejak jam 9 pagi dan sekarang mereka berdua hanya ngobrol ringan saja sambil menunggu kedatangan Andante.

30 menit kemudian

"Hai, guys." sapa Andante ramah sambil duduk.

"Oh, hai Kak." sahutku sambil tersenyum.

"Baik, kita langsung aja ya bahasnya. Kalian udah baca aturan kontrak dan data-data tentang Martin Garrix yang udah gue kirim kemarin via Whats App ke Vella kan?" ucap Andante.

"Udah kok, Kak." sahutku dan Vella bersamaan.

"Oke oke, jadi gini. Besok kita harus berangkat ke Belanda. Gue udah pesenin 3 tiket pesawat dan jam keberangkatannya itu jam 7 pagi dari Bandara Soekarno Hatta. Waktu perjalanan dari Jakarta ke Belanda membutuhkan waktu sekitar 13-14 jam dan itu lama banget. Jadi, gue mohon kalian harus jaga kesehatan dan asupan makanan kalian itu yang harus dikontrol banget." ucap Andante panjang lebar.

"Terus barang bawaan yang harus kita bawa apa aja, Kak?" tanyaku.

"Nah, kalo barang bawaan sih mending yang ringan-ringan aja kayak baju ganti gitu. Tapi, jangan lupa bawa data-datanya yang udah gue kasih ya. Datanya itu diprint. Biar kalian nanti gampang kalo baca-baca gitu. Ada yang ditanyain lagi?" ucap Andante lagi.

"Ngumpulnya gimana, Kak? Kita langsung ketemuan di Bandara atau berangkat bareng?" tanya Vella.

"Gue bakal jemput kalian ke base camp putri dan jam 6 pagi kalian harus sudah siap supaya kita langsung berangkat bareng." sahut Andante lagi.

"Oke, siap kalo itu Kak." balas Vella.

"Ada lagi yang ditanyain?" tanya Andante.

"Nggak kok, Kak. Semuanya udah jelas." ucapku sambil tersenyum.

"Oke kalo gitu, kalian bisa balik ke base camp putri dan silahkan packing. Kalo gitu, gue balik duluan karena harus ngurus kerjaan yang lain. Sampai besok ya, guys." ucap Andante sambil berjabatan tangan dengan kami sebelum dia pergi meninggalkan kami di lobby kantor.

"Siap, Kak. See ya!" sahutku semangat.

"Semangat amat, Mbak." ucap Vella sambil menyunggingkan senyuman.

"Iya, semangatlah. Besok kan berangkat ke Belanda. Baru pertama kali ke luar negeri soalnya. Hehe..." ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.

"Oh, kirain semangat karena Kak Dante ganteng." jawab Vella menyelidik.

"Yah, nggaklah. Apaan sih lo, Vel. Balik yuk, mau tidur gue." balasku sambil menarik lengan Vella.

"Iye, ayok. Naik transjakarta aja ya?" ucap Vella lagi.

"Iya, boleh." balasku.

Besok akan segera tiba. Belanda, tunggu aku. Aku akan datang untuk pertama kalinya.

Seminggu Di BelandaWhere stories live. Discover now