"Via? nanti malam saya akan menjemput kamu, segeralah berkemas, kirim alamatnya lewat sms ya"
"baik pak"
Via POV
bagaimana ini selama 9 bulan gua gak ketemu mami, dan apa yang harus gua bilang saat mami tanya kemana. aduhh, gimana sih Vi. oh iya gua lupa, lebih baik gua cepet cepet bayar ke rumah sakit, biar mami bisa di operasi.
*****
next part
sesampainya di rumah sakit Via langsung ke bagian administrasi untuk membayar tunggakan dan biaya operasi. pegawai administrasi tersebut pun mengambil telepon dan segera memberitahu dokter untuk segera mempersiapkan operasi atas nama Devine Earslon, siapa lagi kalau bukan maminya Via. Via yang mendengarnya pun terlihat gembira.
Via POV
akhirnya mami bisa operasi, terima kasih tuhan. mohon lancarkan operasi mami, dan berikan kesembuhan pada nya, karena tidak ada lagi orang yang menemani ku di dunia ini, selain wanita hebat itu. Tuhan, aku harap pilihan ku benar, buat kelancaran dan kebahagiaan lagi di setiap rancangan hidup ku. Amin.
tak tersadar Via menitikan air matanya, mengingat mami dan perjanjian nya beberapa jam yang lalu. saat ini Via sedang menunggu mami nya yang sedang operasi. berharap tuhan mengangkat penyakit mami nya.
sekarang sudah pukul 5 sore. kira kira 2 jam sudah mami di ruang operasi itu, namun, dokter pun belum keluar.
5 menit kemudian dokter pun keluar dari ruang operasi.
"dok, bagaimana kondisi mami saya?"
dokter tersebut mengulurkan tangannya, untuk berjabat tangan.
"selamat, mami anda berhasil menjalankan operasinya. saat ini beliau masih dalam pengaruh obat bius, beberapa menit lagi akan sadar. saya permisi dulu"
setelah selesai mendengar penjelasan dokter. Via langsung berlari ke ruangan operasi, dimana mami nya yang sekarang sedang di pindahkan ke ruang rawat.
"Mi, Vivi senang sekali sekarang, mami sudah sembuh. cepat bangun mi, vivi mau membicarakan hal penting pada mami"
ucap Via sambil menitikan air matanya dan segera menghapus air mata tersebut saat melihat mami nya mulai membuka mata nya.
"Vi, kamu disini? apa operasi mama berjalan lancar sayang?"
tanya maminya dengan dahi yang berkerut
"Iya mi, Vivi disini, operasi mami berjalan lancar, dokter menyatakan mami sudah sembuh"
jawab Via tersenyum hangat
"syukurlah nak, mami bahagia, mami akan kembali memasakan makanan kesukaan kamu, kembang tahu"
ucap mami nya disertai kekehan
Via bukannya senang mendengar hal itu, ia malah teringat perjanjian itu lagi.
"Mi, Vivi... selama 9 bulan kedepan gak akan tinggal bareng mami"
"apa maksud kamu sayang? kamu mau tinggalin mami?"
"bu.. bu..kan mi, Vivi mau... mau kerja mi, Vivi akan ke luar kota, ke kota Surabaya. Vivi akan di mutasi kesana"
"Surabaya? ya ampun sayang jauh banget, terus bagaimana nanti kamu disana?"
"tenang mi, segala keperluan Vivi ditanggung perusahaan, mami sementara ini akan tinggal bersama Clara ya, agar tidak kesepian, nanti Vivi akan coba bicara padanya"
Via pun tersenyum miris setelah mendengar kebohongan nya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pregnant Contract
Romance"hah?! lu gila? lu nanggepin omongin Dion? itu tidak mungkin Jo!" "apa yang gak mungkin? uang? seberapa pun nominalnya akan gua bayar" "untuk apa lu buang-buang uang hah?! lebih baik lu menikah aja, lu kan mapan, tampan, kaya, apa sulitnya mencari w...
