Aku kesurupan? Oh NO...

91 8 0
                                        

**(maaf dua chapter sebelumnya banyak typo tersebar. Kali ini insyaAllah tidak ada typo lagi.)**

*****

Mendengar teriakanku, Rachel dari luar kamar mandi menggedor-gedor pintu kamar mandi dan memanggil manggil aku.

"Shil, shila, buka pintunya. Ada apa shil?" teriak Rachel panik dari luar kamar mandi.
Namun aku tak bisa menjawabnya. Aku terlalu syok melihat tulisan darah di cermin.
Rachel terus saja memanggil.
Aku pun membuka pintunya. Dan Rachel segera masuk sambil menanyakan apa yang terjadi.

"Shil, ada apa? Kenapa kamu teriak-teriak?" tanya Rachel panik.

"I...i...itu..tuh... Cer..cer...cerminnya...co....coba...kamu liat." jawabku ketakutan.
Rachel memperhatikan cerminnya. Namun anehnya di cermin itu sudah bersih dan bau amis juga sudah hilang.

"Ada apasih shil, gak ada apa apa kok di cerminnya." jawab Rachel kebingungan .

"Loh..tadi kan ada tulisan darah. Beneran Rachel aku gak bohong. Sumpah ." jawabku. Aku juga kebingungan karena cermin itu bersih seketika.

"Sudah lah shil, mungkin karena kamu terlalu lelah makanya kamu sedikit berhalusinasi. Kamu cepat dah selesaikan mandimu setelah itu kamu istirahat ya." ujar Rachel.

"Hmm, yaudah deh." jawabku.
Rachel pun keluar dari kamar mandi dan aku segera menyelesaikan mandiku.

Setelah selesai mandi, aku segera istirahat. Namun walaupun aku sudah mandi , tapi tetap saja rasanya aku kepanasan.

Tiba tiba kepalaku pusing sekali. Rasa amarah pun menyelimuti jiwa ku. Rasanya aku sudah seperti banteng yang ingin mengamuk. Seketika itu juga emosiku meningkat. Memang benar benar seperti banteng mengamuk. Aku tidak tau, rasanya aku tidak bisa mengendalikan tubuhku. Seperti ada yang mengendalikan tubuhku dari dalam. Aku menghambur dan melempar apapun yang ada didekatku. Hingga tak sengaja aku melempar pisau ke arah Rachel. Dan untung saja tidak kena. Rasanya pikiranku sangat kacau sekali. Aku ada diantara sadar dan tidak. Aku sadar aku telah melempar pisau.  Tapi aku juga tak bisa berbuat apa apa. Aku seperti dikendalikan oleh sesuatu dari dalam tubuhku. Aku meraung raung dan berteriak. Aku terus mengamuk. Entah apa yang terjadi. Rachel terus memanggil manggil aku.
"Shil, shila kamu kenapa?" tanya rachel panik. Yah , kan seperti yang aku bilang aku ada diantara sadar dan tidak. Aku sebenarnya sadar rachel memanggilku. Namun aku tak bisa menjawabnya karena aku tak bisa kendalikan diriku.
Berkali kali rachel memanggil dan mencoba menyadarkanku.
Hingga tiba tiba pandanganku gelap. Dan aku sudah tak sadarkan diri.

Saat aku terbangun, aku sudah ada di atas tempat tidur. Dan disitu ada Rachel, Arga, Dion, Bu Nia dan Pak Ramli. Terlihat rasa cemas menghiasi wajah mereka. Melihat aku telah sadar kembali, mereka langsung bertanya tanya kepadaku. Dan membuat kepalaku pusing kembali.

"Shil, kamu sudah bangun?" tanya Rachel.  Belum sempat aku menjawab Arga sudah bertanya.

"Shil, tadi kamu kenapa? Katanya kamu kesurupan ya?" tanya Arga

"Oh benarkah kamu kesurupan shil? Bagaimana bisa kamu kesurupan? Apa ada sesuatu dalam dirimu?" sahut Dion dan bertanya panjang lebar.

Rasanya kepalaku ingin meledak saja mendengar pertanyaan mereka yang saling sahut menyahut.

"Hei, kalian ini bagaimana sih? Kok malah nanya gitu ke shila. Dia ini baru saja habis sadar. Apa kalian tidak mengerti kalau dia masih pusing?!" tegur Pak Ramli.

"Nah shila coba kamu ceritakan apa yang terjadi." ucap Bu Nia kepadaku .

"Saya tidak tau bu. Tadi selesai mandi, rasanya kepala saya pusing dan badan saya masih terasa kepanasan. Tiba tiba amarah saya meningkat dan saya saat itu berada diantara sadar dan tidak. Tadi saya tidak bisa kendalikan diri saya. Rasanya, saya dikendalikan oleh sesuatu dari dalam diri saya." jelasku kepada Bu Nia.

"Baiklah kalau begitu . kamu istirahat saja ya. Badan kamu juga panas. Sepertinya kamu demam. Nanti malam ibu akan belikan kamu obat ya. Dan nanti sore kamu tidak perlu latihan tidak apa apa. Ya sudah ibu ke kamar ibu dulu ya. " ucap Bu Nia kepadaku.

"Oh ya Dion nanti kamu ambilkan makan buat shila ya. Minumnya air putih aja karena kalau sakit minum es, nanti gak sembuh sembuh. Oke ya Dion, ibu tinggal dulu." sambung Bu Nia sembari bicara pada Dion.

"Baik bu." jawab Dion.

*****
(Skip, jam 19.30)

Aku masih dikamar. Berbaring sambil membaca buku renangku.

Klek..

Suara pintu berbunyi. Rupanya Bu Nia yang masuk.

"Shil, kamu sudah makan?" tanya Bu Nia

"Sudah bu." jawabku

"Baiklah ini diminum ya obatnya. Semoga kamu cepat sembuh. " ujar bu Nia

"Baik bu." jawab ku.

bu Nia melangkah keluar.

"Loh bu, kok langsung keluar?" tanya Rachel

"Iya ibu ada urusan. Kalian baik baik ya." jawab bu Nia.

"Oh, baiklah bu." jawab Rachel.

Aku pun segera minum obat yang diberikan Bu Nia.
Dan aku segera tidur.

*****

(Semoga kalian kalian masih suka ceritanya. Dan semoga tidak ada typo lagi. :v)
(Comment saran dan kritik nya ditunggu ya)

Dikamar AmiraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang