Pelaksanaan Rencana

75 7 0
                                        

Sore ini , sesuai rencana aku mendatangi Randy. Ya! Dia anak dari seorang yang membangun sekaligus mengkoordinasi hotel ini.

Nah itu dia.! Terlihat dia sedang duduk santai di taman hotel . dan ini lah saat yang yang tepat untuk mendekatinya.

"Hai, boleh aku duduk disini?" sapaku kepada Randy.

"Ya, silahkan." jawabnya tersenyum manis.

Senyumannya yang manis dengan lesung pipinya hampir saja membuat ku lupa dengan rencana ku.

"Apa kau masih ingat denganku?" tanyaku.

"Ya, kau ini, hmmm kalau tak salah, hmm shila kan? Kamu orang yang aku tabrak hari itu kan?" jawabnya.

"Ya. Ternyata kau masih ingat"

"Tak mungkin aku lupa. Kan baru dua hari yang lalu aku menabrakmu. " ucapnya.

"Hhahaha, ya. Hmmm, Kau hanya sendiri? Dimana saudaramu? Adik mu atau kakakmu?" tanya ku kepadanya.

"Aku tak punya kakak. Aku anak pertama, dan adikku sedang jalan bersama ibuku." jawabnya

"Ohh, begitu ya." gumamku.

Percakapan berlangsung cukup lama. Ketika aku melihat arloji ditanganku, ternyata sudah jam 15.15! Ini waktunya untuk latihan. Aku buru buru pamit dan pergi latihan.

*****

Setelah aku selesai latihan, aku segera membersihkan badan.

Namun saat aku mandi, betisku sangat perih. Aku melihatnya. Dan sudah kuduga. Ini pasti cakaran. Sekali lagi, aku berfikir dari datangnya cakaran ini. Namun tak sedikitpun terbesit di fikiranku siapa yang bisa mencakarku hingga seperti ini.

Tak fikir panjang aku segera menyelesaikan mandiku.

Selesai itu, aku menonton tv bersama Rachel. Aku sangat bosan sekali. Begitupun dengan Rachel. Aku tak tau bagaimana caranya menghibur diri dimalam seperti ini.

"Shil, bosen nih." ucap Rachel.

"Ya, chel. Aku juga bosen. Ngapain ya enaknya?" jawabku.

"Jalan yok." usul Rachel.

"Kemana? Apa boleh kita jalan jalan dimalam hari seperti ini?" tanyaku.

"Hmm, entahlah, bagaimana kalau kita tanya ke Bu Nia." ia kembali mengusulkan ide.

"Ya. Kamu benar,ayo kita bertanya." jawabku semangat.

Kami berdua pergi kekamar Bu Nia.

Tok tok tok..

"Bu, ini Rachel sama Shila." ujar rachel sembari mengetuk pintu.

Tak ada jawaban. Namun kami terus mengetuk pintu.

Tak lama, pintu pun terbuka.

"Maaf ya lama, ibu tadi di kamar mandi." ucap Bu Nia.

"Gak papa kok bu." jawab kami.

"Ada apa kalian mengetuk pintu?" tanya Bu Nia.

"Bu, boleh gak kami keluar jalan jalan?" tanya ku.

"Emang kalian mau kemana?" tanya ibu kembali.

"Keluar bentar aja. Kami bosan banget bu." jawab Rachel memasang wajah sok imut nya itu.

"Hmm, boleh deh. Tapi tak boleh jauh jauh. Disekitar sini aja ya" jawab Bu Nia.

"Baik bu, terima kasih " jawab ku dan Rachel bersamaan.

Kami pun kembali kamar kami. Kami bersiap siap. Saat hendak pergi...

"Shil, aku ajak Arga ya?." tanya Rachel

"Hmm, iya . ajak juga tuh si Dion. " jawab ku

"Oke."

Kami ke kamar Arga dan dion.

Tok tok tok..

Tak perlu waktu lama . pintu langsung terbuka.

"Eh Rachel. Kenapa?" tanya Arga.

"Hmm, mentang mentang ada Rachel, aku dianggap tidak ada." ketus ku.

"Hehehe, iya shila cantik, ada apa?" jawab Arga dengan suara yang sok di lembut lembutin.

"Kamu mau gak ikut kami jalan jalan." tanyaku.

"Mau dong."jawab Arga

"Yaudah cepetan siap siap, ajak dion juga." jawabku.

"Dion udah tidur."jawab Arga.

"Hah?! Jam segini sudah tidur?!" ujarku kaget

"Iya."

"Yaudah. Kamu cepet siap siap ya." ucap Rachel.

"Ya."

*****

Setelah 15 menit, kami sudah ada di halaman hotel. Tak jauh dari situ. Ada Randy.

"Eh shil. Ada Randy tuh, sana kayak rencana." ucap rachel membidik kepadaku.

"Lah, rachel.. Ini tuh malam, males ah." jawabku.

"Kamu mau kasusmu cepet selesai atau gak?" tanya Rachel.

"Hhhh, iya deh." desusku.

Aku pun mendatangi randy yang sedang duduk duduk di taman. Ya sama seperti tadi sore.

"Hai , sendirian aja?" sapaku.

"Eh, kamu. Hehehe iya nih. " jawabnya.

"Kamu tau daerah sekitar sini gak?" tanya ku.

"Yah lumayan." jawabnya

"Kita jalan jalan yuk. Hmm, aku sedang bosan, temanku sedang dikamar . ia sudah tidur"
ajakku

"Oke." jawabnya dengan pasti.

Kami berdua pun berjalan jalan disekitar daerah hotel sambil berjalan kaki.

Ada taman bermain rupanya disitu. Randy mengajakku bermain. Dan ia membelikanku beberapa jajanan. Hmm, senang sekali rasanya . ya! Ini namanya mengambil kesempatan dalam rencana. Loh?!. Apa sih.  Hmm tau ah. Yang jelas seneng banget.

Tak terasa. Ternyata sudah jam 21.45 .

"Wah sudah hampir jam 10 nih. Kita kembali ke hotel aja yuk." ajakku.

"Oke, ayo." jawabnya

Dan saat aku akan berpisah dengannya untuk kembali kekamar masing masing, dia memegang tanganku.

"Shil," panggi Randy.

"Ya.?" jawabku

"Aku boleh minta nomor hp mu atau pin bbm mu?" tanya nya.

"Ya, boleh saja."

Aku pun memberikan nomor hp ku dan pin bbm ku kepadanya. Setelah itu kami kembali kekamar masing-masing.

Sesampainya di kamar , aku menceritakan apa yang aku lakukan bersama randy kepada rachel.

"Ciee, kayaknya kamu menang banyak nih. Sudah dengen bisa jalan sama dia. Bisa dibantu lagi buat mecahin kasusmu." ejek rachel.

"Iya dong." jawabku.

Hoamm.. Karena sudah larut malam, aku segera tidur. Kira kira besok akan bisa seperti ini lagi gak ya??.. Hmm, tidur aja dulu. :v

Dikamar AmiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang