#18 Perasaan Dia

29 6 0
                                        

Author POV.

Setelah semalam Dinda sudah resmi menjadi kekasihnya Dimas, sekarang gadis itu sedang bahagia karna perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.

Tring....

Dinda melihat hp nya yang berbunyi, tanpa basa-basi Dinda mengambil hp dan membaca sms yang masuk ke hp nya itu.

Dimas : Din, aku udah ada di depan rumah kamu nih, sayang.

Dinda tersenyum membaca sms dari Dimas, karna panggilan sayang yang manis serta ditambah dengan aku-kamu bukan lu-gue lagi.

Dinda : iya, tunggu.. ini aku mau kesana.

Setelah membalas sms dari Dimas, Dinda langsung mengambil tas sekolah nya dan berjalan keluar dari kamarnya.

"Eh Din, ayo sarapan dulu!" seru Raffa saat melihat Dinda sudah turun dari atas, membuat Dinda berhenti berjalan.

"Raf, sorry.. gue mau berangkat sekarang aja" Dinda menghadap ke arah Raffa dan memohon.

"Loh, kok pagi banget? Terus sarapan nya gimana?" tanya Raffa lagi sambil berjalan mendekati Dinda.

"Iya soalnya udah di jemput, nanti sarapan di kantin sekolah aja, ya udah gue duluan ya Raf.." setelah itu Dinda berjalan mendekati pintu utama.

"Berangkat sama siapa?" tanya Raffa penasaran membuat Dinda berhenti saat hendak melewati pintu.

"Sama Dimas, gue pergi dulu ya!" Raffa marah mendengar Dinda di jemput sama Dimas dan melihat Dinda bahagia saat menyebut nama cowok itu.

Dinda andai lu tau perasaan gue ke lu gimana, gue sayang sama lu Din. Teriak Raffa dalam hati.

"Hai Dim, maaf ya aku lama.." sapa Dinda saat sudah duduk di samping Dimas.

"Gak apa, kan aku dah pernah bilang kalau aku akan selalu nungguin kamu, sayang." Dimas tersenyum menatap Dinda membuat Dinda ikut tersenyum malu.

"Ya udah kita berangkat sekarang" ucap Dimas menyalakan mesin mobil dan mobil pun berjalan meninggalkan rumah Dinda.

"Kamu udah sarapan?" tanya Dimas saat di perjalanan membuat Dinda yang sedang melihat ke luar jendela menatap ke arah nya.

"Belum, tadi gak sempat buat sarapan" jawab Dinda membuat Dimas menengok sekilas ke arah nya.

"Kamu ini jangan telat buat makan, nanti kalau sakit gimana?" ucap Dimas khawatir membuat Dinda merasa sedih karna melihat wajah Dimas yang murung.

"Nanti kalau kamu sakit, aku kan jadi sedih, terus nanti gak ada penyemangat hidup aku lagi dong." lanjut Dimas sambil sesekali melihat Dinda dengan wajah yang masih murung.

"Aduh maaf Dim, aku janji sama kamu kalau aku gak akan telat makan lagi." mohon Dinda sambil melihat ke arah Dimas yang masih sedih.

"Bener ya gak bohong?" ucap Dimas untuk meyakini ucapan Dinda barusan.

"Iya bener!" Dimas tersenyum mendengar ucap Dimas yang menuruti ucapan nya.

"Terus kamu sendiri udah sarapan belum?" tanya Dinda saat melihat Dimas mulai tersenyum lagi.

"Hehehe belum sayang" jawab Dimas dengan candanya membuat Dinda menatap Dimas kesal.

"Kamu ini bilang ke aku jangan telat makan tapi kamu sendiri telat!" ucap Dinda kesal.

Because Of RainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang