Nama gue Dinda Putriana, kata orang gue itu manis dan baik hati tapi menurut gue, gue orang yang biasa aja.
Gue baru pindah ke Jakarta, karna ayah gue ada kerjaan penting di Jakarta.
Jadi mau gak mau gue harus ikut pindah, Sebenernya gue males pindah karna gue udah betah disana
"Dek cepetan turun! Nanti telat lho! Ini hari pertama lu masuk sekolah! "teriak kakak gue dari bawah.
"iya nih gue mau turun kak!! Bawel banget sih lu" teriak gue sambil keluar dari kamar menuju ruang makan.
"lu dandan lama banget deh! Selama apapun lu dandan, lu gak akan bisa berubah!" ejek kakak gue meledek tanpa menyaring kata katanya terlebih dahulu.
"apa sih lu kak, masih pagi udah bikin gue kesel" ucap gue kesal.
"bodo amat" jawab kakak gue dengan rasa tidak bersalahnya.
Oh ya kalian belum kenalkan sama kakak gua yang super nyebelin ini? Sekarang gue kenalin dia.
Namanya Denny putrayoga, Dia itu kakak yang nyebelinnya minta ampun dan suka banget bikin gue kesel. kalau dia bukan kakak gue, mungkin dia udah gua bunuh kali. Gue sering manggil dia itu kak Yog. Gue tau, walau dia ngeselin. Tapi sebenarnya dia itu sayang banget sama gue.
"Sudah-sudah jangan ribut terus. Malu dong, udah pada dewasa masih aja ribut." ibu gue menengahi.
"kak Yog duluan Bu! Dia ledekin Dinda terus" kata gue manja.
"dih tukang ngadu loh dek!" Seru kak Yoga tak terima.
"Yoga! Kamu ini udh besar jangan suka ngeledekin adik kamu terus!" Omel Ibu
"syukur lu kak!" ucap gua kesenengan
"Sudah, sana kalian berangkat nanti telat!" kata ibu yang pusing buat misahin kita.
"ya udah Yoga berangkat ya, Bu! Assalamualaikum!" ucap kak Yog sambil mencium tangan ibu
"Dinda juga berangkat, ya! Assalamualaikum" sambil mencium tangan dan pipi ibu gue.
lalu gue menyusul kak Yog yang udah ada di dalam mobil. Setelah gue masuk mobil, kak yog akhirnya menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil membelah Ibu Kota Jakarta.
Sampai di SMA Karya Muda, itu adalah nama sekolah baru gue
"belajar yang bener lu dek! Jangan pernah bikin masalah" ucap kak yog, saat gue sudah turun dari mobil
"siap boss!" ucap gue sambil hormat
"ya udah gue pergi dulu ya, Assalamualaikum" pamit kak yog ke gue
"ya hati hati ya kak, Waalaikum salam" jawab gue.
setelah mobil kak yog pergi gue masuk ke gedung sekolah buat nyari ruangan kepala sekolah, setelah lama gue berjalan akhirnya gue sampe juga di depan ruangan kepsek.
Tok tok tok gue mengetuk pintu ruangan kepsek "masuk!"
Gue akhirnya masuk setelah mendengar suara dari dalem.
"Kamu Dinda Putriana pindahan dari bandung bukan?" tanya kepsek ke gue
"iya pak" jawab gue
"kamu masuk di kelas XI IPA2, Bu Wulan!" Dan bu wulan pun datang ke hadapan kepsek
"bu dia adalah anak baru di kelas ibu, tolong anterkan dia ke kelas" ucap kepsek
"baik pak, mari ikuti ibu, permisi pak" setelah itu gue mengikuti bu wulan dari belakang
"kita sudah sampai di kelas baru kamu" gua ngeliat ke plang yang bertuliskan XI IPA2
"mari masuk nak" tambah bu wulan dan kami pun masuk.
kelas yang tadinya berisik sekarang menjadi diam dan semua melihat ke arah gue.
"Anak-anak kita kedatangan temen baru! Silakan perkenalkan nama kamu" ucap bu wulan
"hai semua!!" Sapa gue
"hai" jawab semua murid
"perkenalkan nama saya Dinda Putriana, saya pindahan dari Bandung, salam kenal" ucap gue
"ada yang ingin di tanyakan ke Dinda?" Tanya bu wulan ke semua murid.
semua murid pun menggelengkan kepalanya "oke, dinda sekarang kamu boleh duduk di pinggir Lisa, Lisa angkat tangan kamu" yang namanya lisa pun mengangkat tangannya
"silakan kamu duduk disana" tambah bu wulan
"makasih bu" gue berjalan ke tempat duduk.
"Hai! Kenalin gua Lisa Sabila" sapa lisa saat gue sudah duduk disamping dia
"hai juga" jawab gua.
Gue pun mengikuti pelajaran di hari pertama dengan baik sampai gue pulang.
sekarang gue lagi tiduran di kasur, hari ini gue bahagia karna gue udah dapet sahabat baik namanya Lisa. Semoga besok hari yang bagus buat gue.
Hai semua!!!! Makasih udah vote dan comment, mau tau kelanjutannya jagan lupa vote dan comment ya. Thanks ya semua!!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Because Of Rain
RomanceCerita tentang Dinda yang membenci hujan berjumpa dengan Dimas yang menyukai hujan. Apakah Dimas bisa mengubah Dinda untuk menyukai hujan?
