Malam minggu ini gue lagi tiduran di ranjang. Malam minggu ini gue gak ada kegiatan buat pergi keluar. Ya, lagi pula gue juga males keluar.
Kalau di Bandung, pasti saat ini gue lagi pergi sama Raffa dan bercanda sama dia.
Raffa gue kangen sama lu.
"Dek turun, Ayah mau ngomong sama kita. Di tunggu di ruang tamu ya!" teriak Kak Yog dari bawah.
"Ya, Kak gue kesana!" jawab gue sedikit berteriak, Gue berjalan menuju ruang tamu.
"Ada apa sih Yah?" Tanya gue saat sudah sampe di ruang tamu.
"Sini sayang duduk dulu" kata Ibu, gue akhirnya duduk di samping Ibu gue.
"Gini Din besok sampe setahun Ayah ada kerjaan di luar negeri, tepatnya di prancis. jadi Ibu akan nemenin Ayah disana" tutur Ibu menjelaskan, gue kaget banget.
"Terus aku pindah sekolah lagi gitu Yah?" Tanya gue karna gue gak mau pindah lagi.
"Gak, Ayah gak akan mindahin kamu, lagian kamu juga baru masuk kan" jelas Ayah mengoreksi.
"Terus kalau Ibu sama Ayah ada di luar negeri, aku di sini cuma sama Kak Yog dan Bi Atun?" Tanya gue ke ortu lagi, gue bingung.
"Ya gue ikut lah Dek, kan gue disana mau diajarin Ayah buat bisnis" jawab kak Yog mengoreksi perkataanku.
"Loh kak Yog ikut, terus aku di sini cuma sama bi Atun, ya gak seru dong Bu.. Yah.." gue benar benar gak terima di tinggal sendiri di sini.
"Gak sayang kamu disini gak cuma sama Bi Atun" Ibu mengelus kepala gue dengan sangat lembut, berusaha membuat gue untuk mengerti.
"Terus sama siapa dong?" Tanya gue penasaran.
"Nanti dia dateng ke sini kok" kata Ayah dengan senyum misterius.
"Lu pasti suka deh Dek." tambah kak Yog bikin gue lagi lagi tambah penasaran.
Ting Tong!
Bel rumah gue berbunyi pasti yang dateng dia, orang yang akan nemenin gue nanti, tapi siapa ya?
"Bu tolong bukain pintunya, kayanya dia udah dateng deh" gue ngeliat Ayah yang tersenyum geli.
"Baik Yah" gue mandang Ibu yang pergi untuk buka pintu dengan diiringi senyuman yang gue gak tau apa itu artinya.
Siapa sih orangnya bikin gue penasaran aja, dia cewek apa cowok ya? Terus anaknya asik gak ya?
"Assalamualaikum om" gue kaya kenal sama suara ini, suara ini kaya punyanya...?
"Raffa!!" Teriak gue seneng saat gue liat ternyata bener dugaan gue suara itu memang suaranya Raffa.
"Hai Da, apa kabar?" Gue gak nyangka banget Raffa ada dihadapan gue dan gue bisa ngeliat Raffa lagi.
"Gue kangen lu Raf" gue langsung meluk Raffa dan dia juga bales pelukan gue.
"Woy udah kali pelukannya, gak malu apa sama Ibu dan Ayah" reflek gue dan Raffa melepaskan pelukan kami.
"Maaf Om, Tante dan Kak Yog" gue ngeliat mereka semua tersenyum nakal seolah olah meledek gue.
"Ya gak apa kok nak Raffa, sekarang sini kalian duduk dulu" gue dan Raffa duduk bersampingan dan saling tersenyum.
"Ibu ke dapur dulu ya, buat siapin makan malam" setelah Ibu minta ijin dia pergi ke arah dapur.
"Ayah jadi yang nemenin aku disini Raffa?" Tanya gue dan di balas anggukan dari Ayah.
"Terus Raffa sekolahnya gimana Yah?" Tanya gue lagi merasa belum puas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because Of Rain
RomanceCerita tentang Dinda yang membenci hujan berjumpa dengan Dimas yang menyukai hujan. Apakah Dimas bisa mengubah Dinda untuk menyukai hujan?
