Aku hanya anak sekolahan biasa yang pindah ke sekolah elite. Tentang perjalanan persahabatan ku dan bagaimana cara kami mengatasi masalah demi masalah yang datang silih berganti,
Mampukah aku mempertahankan persahabatanku?
...
"Sonsaenim, bagaimana cara kita membagi kelompoknya?" tanya seorang murid bername-tag Kim Jong Dae.
"Bagaimana jika diundi?" usul Wookie sonsaenim. "Kalian tulis nama kalian di secarik kertas lalu digulung, dan kita kocok di dalam botol, lalu dua belas nama kelompok satu, dan tiga belas nama sisanya kelompok dua" jelas Wookie sonsaenim.
Para murid mulai menggulung kertas mereka dan memasukanya kedalam botol. Setelah semua nama telah terkumpul.
Wookie sonsaenim mengocok semua nama dan mengeluarkan dua belas nama pertama.
"Mari kita lihat siapa saja di kelompok pertama" kira-kira siapa teman sekelompoku?
"Di kelompok satu ada, Kim Min Seok, Jeon Jungkook, Wu Yi Fan, Park Chanyeol, Kim Jong Dae, Do Kyung Soo, Choi Minho,
Byun Baekhyun, Kim Suk Jin, Kim Tae Hyung, Oh Sehun, dan Zhang Yixing, kalian kelompok satu" jelas Wookie sonsaenim.
Aku tidak mengenal siapapun di sini apalagi kelompok ini, aku baru mengenal Lee Jihoon a.k.a Woozi dan dia ada di kelas B.
"Sisanya kelompok dua ya, silahkan kalian berkumpul dengan kelompok masing-masing dan memperkenalkan diri masing-masing" perintah Wookie sonsaenim
Kami semua berkumpul, di meja ku karena meja ku karena cukup luas dan nyaman.
"Jadi bagaimana jika kita mulai perkenalan diri?" usul Jong Dae.
"Perkenalkan namaku Park Chanyeol, panggil saja Chanyeol" ucapku.
"Namaku Wu Yi Fan, panggil saja Kris"
"Namaku Choi Minho, biasa dipanggil Minho"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Perkenalkan namaku Kim Jong Dae, biasa dipanggil Jong Dae"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Perkenalkan namaku Do Kyungsoo, panggil saja Kyungsoo"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.