"Selamat pagi Emily."
"Selamat pagi Nyonya Carillo."
Emily melangkahkan kakinya melewati toko roti yang baru saja buka pagi itu. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menghafal seluk beluk desa Dustchell. Ia baru saja tiba di desa itu dua minggu yang lalu, dan Richard telah menjelaskan pada tetua penduduk mengenai keadaan mereka. Ia tidak akan pernah berhenti berterima kasih pada seluruh penduduk karena bersedia menampungnya, walau ia harus tinggal bersama Richard. Tidak semuanya tahu mengenai jati diri Emily, hanya para tetua saja yang tahu dan bagi yang lain, Emily hanyalah gadis yang di bawa Richard melarikan diri sehingga tidak terjebak situasi mengerikan di istana.
Menurut berita yang ada, pembunuhan beruntun telah terjadi. Tersangka masih dalam pengejaran, dan yang paling sulit Emily terima, Oswald telah naik menggantikan Prometheus menjadi raja. Jelas Justine telah merencanakan ini semua.
Sang raja, Lucy dan Caroline telah di beritakan tewas karena "penyerangan", dan Emily menghilang, di asumsikan juga meninggal dunia. Nama Leo tidak ada di berita, sehingga gadis itu menarik kesimpulan adiknya masih hidup.
Mengenai dirinya sendiri, Emily mendapat pekerjaan di penginapan desa. Ia sudah bisa memasak sedikit dan melakukan hal lainnya. Richard sendiri bekerja di pandai besi, dan pemuda itu masih memprotes keras keputusan Emily untuk bekerja.
Tapi ia menolak untuk duduk diam saja.
.
.
.
Richard menatap jam yang tergantung di dinding tempat bekerjanya. Sebentar lagi jam kerjanya akan selesai dan ia akan ke penginapan untuk menjemput Emily. Hari sudah mulai gelap, dan walaupun ia percaya desanya sendiri aman, ia enggan membiarkan Emily berjalan sendirian di malam hari.
Ia tidak melupakan jati dirinya, dan siapa Emily baginya.
"Oh Alden, bersiap pulang?"
Sebuah anggukan menjadi balasan untuk pertanyaan tersebut. Richard menyelesaikan pekerjaan terakhirnya untuk hari itu dan segera membenahi barang-barangnya. Julius, rekan kerja sekaligus orang yang bertanya tadi menepuk pundaknya dengan ramah.
"Menjemput kekasihmu seperti biasa?"
Gerakan Richard terhenti di udara. Seperti penduduk yang lain, Julius tidak tahu mengenai jati diri Emily. Bahkan sebenarnya tidak banyak yang mengetahui kedudukan Richard di jajaran ksatria. Hampir semua orang hanya mengetahui bahwa ia bekerja di ibu kota, bersama dengan sepupunya. Bukan berarti ia tidak pulang. Ia pernah pulang beberapa kali namun tidak pernah dengan seragam ataupun membahas pekerjaannya.
"Kami bukan sepasang kekasih."
Julius tekekeh. "Jangan bercanda kawan. Kalian berdua tinggal serumah, dan melihat perlakuanmu padanya, ku pikir sudah jelas."
Hal tersebut membuat Richard mengerutkan keningnya. Ia tidak bisa membiarkan Emily tinggal sendiri, dan terlebih tidak bisa menyuruh gadis itu tinggal di tempat lain sehingga mereka memang tinggal berdua. Namun soal perlakuannya, apakah ia lengah?
Richard hanya mendengus dan tidak menjawab. Jika ia membantahnya lagi, Julius akan semakin menjadi dalam menggodanya. Dan lagipula ia punya urusan lain yang lebih penting.
Setelah berpamitan dengan semua rekan kerjanya, Richard melangkahkan kakinya menuju penginapan tempat Emily bekerja. Sejak gadis itu disana, penginapan yang sekaligus restoran tersebut semakin ramai setiap harinya. Seorang gadis cantik muncul dan menjadi pelayan disana, siapa yang tidak akan datang melihat? Walau Richard sama sekali tidak menyukai perhatian yang berlebihan itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Scrimmage
General Fiction「A brutal fight covered by sweet words.」 Vleredora, sebuah kerajaan yang kuat, kaya dan dikagumi oleh banyak orang. Emilia adalah putri dari kerajaan tersebut, anak dari sang Raja dan Ratu, dan walaupun banyak orang yang menginginkan ia naik t...