chapter 3

2.8K 322 4
                                        


.
.
.

Seorang namja bertubuh mungil sedang berdiri di halte bus, menunggu jemputan setianya datang. Ya.. baekhyun sedang menunggu bus untuk pulang. Namun bus yang di tunggunya tak kunjung datang, baekhyun hampir putus asa dan dia memutuskan jika 1 menit lagi bus belum datang dia akan berjalan kaki, namun tiba-tiba sebuah mobil sport hitam berhenti di hadapanya, baekhyun sempat bingung karena mobil itu berhenti di hadapannya dan tidak ada orang lain disini, namun saat dia melihat orang yang mengendarai mobil itu adalah park chanyeol, dia langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan duduk di sebelah chanyeol.

"Ayo jalan, akan ku tunjukkan dimana rumahku" ucap baekhyun tanpa melihat ke arah chanyeol. Chanyeol yang mendengar penuturan baekhyun hanya menahan tawanya karna kekasih barunya itu terlalu percaya diri. Terbesit niat untuk mengerjai baekhyun di dalam benaknya.
"Memangnya siapa yang menyuruhmu naik?" Tanya chanyeol berusaha terlihat alami
"Oh. Baiklah aku akan turun" ucap baekhyun dan hendak turun. Namun chanyeol menahan lengan baekhyun, baekhyun berbalik ke arah chanyeol dengan mata berkaca-kaca
"Lepaskan tanganku.! Aku ingin turun" ucap baekhyun sambil menggigit bibir bawahnya menahan sakit di dadanya karena malu
"Kau sungguh ingin turun?" Tanya chanyeol
"Iya, lepaskan tanganku hiks.." tangis baekhyun pecah karena baekhyun sudah tak bisa menahannya lagi.
Chanyeol terkejut melihat kekasihnya itu sekarang menangis, iya tak tahu kenapa baekhyun sampai menangis.
"Omo.. baek kenapa menangis eoh?"
"Lepaskan tanganku hiks.. aku ingin turun hiks" ucap baekhyun dengan suara yang bergetar.
"Baek.. aku tidak sungguh-sungguh mengatakan itu. Aku hanya mengerjaimu" ucap chanyeol berusaha menenangkan baekhyun. Namun bukannya berhenti menangis, tangisnya  malah semakin menjadi-jadi.
"Aku malu chanyeol.." ucap baekhyun.
"Maaf baek... aku tidak bermaksud membuatmu malu, aku hanya bercanda. Aku pikir kamu tidak akan sampai menangis seperti itu" ucap chanyeol dan langsung memeluk tubuh mungil kekasihnya itu.
Baekhyun hanya menangis di pelukan chanyeol.
Setelah tangisnya berhenti baekhyun melepaskan pelukannya
"Ayo pulang" ucap baekhyun.
"Baek kenapa kau menangis tadi?"
"Siapa? Aku tidak menangis.."
"Hm mengelak lagi"
"Ku bilang aku tidak menangis, hanya mataku kelilipan saja"
"Hm baiklah ayo pulang. Aku tidak mau kau menangis lagi jika aku terus menggodamu'' ucap chanyeol dan melajukan mobilnya.

Di dalam mobil.. hening.. tak ada yang membuka suara.. menciptakan suasana canggung di antara mereka. Merasa tidak tahan dengan suasana canggung yang menyelimutinya, baekhyun pun mencoba untuk memecah keheningan.
"Chan.." panggil baekhyun. Dan hanya di jawab deheman oleh chanyeol
"Chan." Sekali lagi baekhyun memanggil dan di jawab dengan deheman lagi oleh chanyeol
"Chanyeollie..!!" Saat ini baekhyun memanggil chanyeol dengan suara tinggi. Dan chanyeol pun mengalihkan fokusnya dari jalan kepada baekhyun
"Ada apa sayang?"
"Kenapa kau mencintaiku?" Tanya baekhyun pada chanyeol.
"Entahlah.. tapi kau tau-" ucapan chanyeol terpotong
"Tidak" ucap baekhyun menyela perkataan chanyeol
"Aku belum selesai bicara baek.. dengarkan aku"
"Oh mian.. tapi tadi kau bilang kau tidak tahu alasan kenapa kau mencintaiku chan.. berarti kau tidak sungguh-sungguh denganku"
"Baek.. ku bilang kan dengarkan aku dulu. Aku tidak tahu kenapa aku mencintaimu, tapi saat aku bersamamu..." chanyeol menggantungkan kalimatnya dan membuat baekhyun penasaran dengan kelanjutannya. Chanyeol langsung menggenggam tangan baekhyun dan meletakkannya di dada kirinya.
"Disini.. terasa berdetak kencang"
"CHAN.. AWAS..!" baekhyun berteriak karena chanyeol hampir menabrak sebuah mobil yang berlawannan arah dengan mereka. Sontak chanyeol langsung membanting setir mobil hingga mobilnya menabrak pembatas jalan. Dan membuat keduanya terhentak ke depan.
Chanyeol mengangkat kepalanya, chanyeol tak menyadari kepalanya yang mengeluarkan cairan kental berwarna merah segar. Yang dia khawatirkan sekarang keadaan baekhyunnya, ia takut baekhyun terluka. Chanyeol melihat kearah baekhyun dan menemukan kekasihnya itu sedang tertunduk kedepan dengan tangan yang menahan agar kepalanya tidak langsung menyentuh bagian depan mobil. Chanyeol memanggil kekasihnya.. karena dari tadi baekhyun tak bergerak sama sekali, chanyeol takut baekhyun mati, dia akan merasa bersalah jika kekasihnya mati akibat kecerobohannya.
"Baek.." panggil chanyeol, namun tak mendapat respon dari baekhyun. Dan itu membuatnya semakin khawatir.
"Baekkie.." panggil chanyeol sekali lagi. Namun bukannya mendapat jawaban dari kekasihnya, dia hanya mendengar suara tangisan kekasihnya yang tiba-tiba pecah. Baekhyun menangis sangat kencang namun tak menggerakkan tubuhnya sedikitpun, dan membuat chanyeol kebingungan.
"Baek.. kwaenchana?" Tanya chanyeol seraya memegang bahu baekhyun dan membawa baekhyun untuk mengangkat tubuhnya. Baekhyun tak menghentikan tangisnya dan malah memukul lengan chanyeol, dan membuat sang empunya tangan berteriak kesakitan karena mungkin tangan kirinya terkilir saat di pakai untuk menahan setir mobil.
"Baek kenapa kau memukul ku?"
"Kau.. kenapa kau tidak fokus ke jalan. Kau tahu kepala ku sakit sekali hiks.. kau melukaiku chanyeol..!" Ucap baekhyun  di sela-sela tangisannya
"Baek.. maafkan aku.. tapi kau tidak terlihat kenapa-napa. Kenapa kau menangis"
"Kau tidak lihat kepalaku sakit karena hampir terbentur untung saja tertahan oleh tanganku. Bagaimana jika tidak tertahan oleh tangan ku dan kepalaku terbentur, mungkin aku akan amnesia dan melupakanmu"
"Baek jangan lebay.. ini hanya kecelakaan kecil.. lagipula kau terlihat baik-baik saja"
"Aku tidak lebay" ucap baekhyun mempoutkan bibirnya.

"Omo.. chan kepalamu berdarah" ucap baekhyun saat baru menyadari kepala chanyeol terluka
"Apa kau baru menyadarinya? Dari tadi kau hanya menangis saja dan menyalahkanku hingga tidak menyadari kalau aku juga terluka" ucap chanyeol dengan nada kecewa
"Ma-maafkan aku chan.. hiks" baekhyun berucap lirih dan mulai menangis lagi. Chanyeol dibuat bingung oleh sikap kekasihnya yang cengeng.
"Kenapa kau menangis? Apa ada yang sakit lagi?" Tanya chanyeol khawatir
"Tidak chan.. kau terluka tapi aku tidak menyadarinya..hiks aku terlalu sibuk menyalahkanmu tanpa mempedulikanmu padahal kamu peduli padaku dan mengkhwatirkanku..hiks"
"Sudahlah baek.. aku tidak apa-apa. Yang penting kamu selamat aku akan baik-baik saja. Jangan menangis lagi ya.." ucap chanyeol seraya mengusap air mata yang mengalir di pipi mulus baekhyun. Dan dibalas dengan anggukan oleh baekhyun.
"Ya sudah sekarang kita pulang.. atau kau ingin ke tempat lain dulu?"
"Tidak.. aku ingin pulang saja" ucap baekhyun sambil menggelengkan kepalanya lucu.
Chanyeol pun menghidupkan mesin mobilnya dan mulai melajukan mobilnya di jalanan seoul.
____________________________________

Hay.. hay...
Aku balik lagi nih bawa chapter 3. Semoga kalian suka ya.. maaf kalo bikin baek cengeng.. tapi aku suka sifat baek yang cengeng jadi keliatan imut gitu..
Maaf ya.. klo ceritanya gaje dan gak bermanfaat..

Voment :)

#LA

love from son aphroditeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang