.
Baekhyun membuka matanya, mendapati dirinya sedang berada di sebuah taman yang sangat indah, belum pernah dirinya melihat pemandangan seindah ini. Baekhyun melangkahkan kakinya, melihat-lihat seluruh isi taman dengan tatapan kagum, dia terus melangkahkan kakinya sampai akhirnya ia berada di pinggiran jurang yang sangat dalam hingga baekhyun tak dapat melihat dasar jurang tersebut. Baekhyun yang merasakan takut berada di dekat jurang itu langsung melangkah mundur menjauhi jurang itu, hingga akhirnya punggungnya membentur sesuatu yang membuatnya menolehkan kepalanya kebelakang.
Deg
Betapa terkejutnya baekhyun saat melihat apa yang tadi membentur punggungnya. Sesosok namja tinggi yang sedang tergantung diatas pohon dengan darah yang mengucur di seluruh tubuhnya yang di penuhi oleh beberapa luka sayatan pisau. Baekhyun yang melihat itu tak tau apa yang harus ia perbuat. Apakah ia harus berlari meninggalkan sosok tinggi yang sedang tergantung itu, tapi ia ragu untuk pergi meninggalkan sosok tinggi yang sedang tergantung itu, karena sosok yang saat ini sedang tergantung itu adalah kekasihnya sendiri park chanyeol, dan baekhyun melihat masih ada tanda-tanda kehidupan dari kekasihnya itu, karena ia melihat mata chanyeol yang masih bergerak-gerak walaupun sudah sedikit tertutup.
Baekhyun menelan ludahnya kasar, apakah ia harus menolong kekasihnya itu? Tapi ia takut, entah apa yang ia takutkan yang jelas saat ini baekhyun sangat takut dan bingung.
Setelah lama berkecamuk dengan pikiran-pikiran buruknya, akhirnya baekhyun memutuskan untuk menolong kekasihnya itu sebelum kekasihnya benar-benar mati karena kehabisan nafas akibat lehernya yang terjerat oleh tali tambang.
Baekhyun menaruh kepala chanyeol di pangkuannya, mengusap rambut hitam chanyeol yang saat ini sudah berubah warna menjadi merah akibat darah yang keluar dari kepalanya.
"Hiks chan.. kenapa kau seperti ini?" Ucap baekhyun terisak
"Iini heh semuah ssalah mu bbaek heh, kkau h-harush ber heh tanggung jjawab" ucap chanyeol dengan nafas yang tersengal-senggal. Baekhyun yang mendengar ucapan chanyeol hanya mengernyit, salahnya? baekhyun tak mengerti apa salahnya, baekhyun merasa dirinya tidak pernah melukai namja tinggi yang saat ini sedang terluka itu. -oh sadarlah baek.. kau memang tidak melukai fisik namja tinggi itu, tapi kau melukai hatinya. Dan itu lebih parah dari luka fisiknya saat ini-. Dan tanggung jawab? Bagaimana dia harus tanggung jawab, dan apa yang harus dipertanggung jawabkannya.
"C-chan apa maksudmu? kenapa ini jadi salahku?" Tanya baekhyun kebingungan. Oh ayolah baek kau tak sadar apa yang telah kau perbuat-
"Kkau yang m-membuat semua luka ini baek. Kau akan m-membayarnya baekhh-" ucap chanyeol dan langsung memejamkan matanya. Baekhyun yang melihat sang kekasih menutup matanya hanya bisa panik karena takut. Entahlah dia takut kehilangan kekasihnya itu, atau malah dia takut dengan kata-kata yang di ucapkan chanyeol.
"C-chan b-bangun buka mata-"
"Baek.." ucap seseorang dari belakang baekhyun. Baekhyun membalikkan badannya melihat siapa pemilik suara itu. Dan baekhyun menemukan sosok namja yang tingginya tak kalah dari kekasihnya.
"K-kris" ucap baekhyun dan langsung memeluk tubuh kris mengabaikan kekasihnya yang saat ini sudah tak berdaya.
"Kris aku takut..hiks" ucap baekhyun terisak.
"Baek.. kau harus bertanggung jawab atas chanyeol" ucap kris sambil melepaskan pelukan baekhyun lalu pergi menjauhi namja mungil yang terus saja meneriaki namanya.
"Kris...."
"KRIS..."
"KRIS..!!" teriak baekhyun yang terbangun dari tidurnya.
"Hah.. hah.. hah.. apa maksud dari mimpi ini?" Monolog baekhyun sambil terengah-engah mengatur nafasnya.
Baekhyun melirik jam dinding di kamarnya, yang saat ini jarum jam sedang menunjukkan pukul 03:45 kst. Karena waktu sudah hampir pagi baekhyun tak melanjutkan tidurnya, dan malah melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Skiptime
Baekhyun melangkahkan kakinya di koridor sekolah yang masih sepi karena baekhyun berangkat sekolah sangat pagi sekali. Ia memasuki kelasnya yang belum ada seorangpun disana dan mendudukan dirinya di bangku yang biasa ia tempati, sebenarnya ia takut bertemu dengan chanyeol, tapi mau bagaimana lagi.. itu salahnya ia harus menerima akibatnya.
Baekhyun memasang earphone di telinganya dan mulai menelungkupkan kepalanya di perlipatan tangannya, menikmati musik yang mengalun di telinganya sambil mencoba memejamkan matanya.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu di buka, pertanda ada orang yang memasuki kelas membuat baekhyun mengangkat kepalanya melihat siapa yang datang. Namun ia langsung menundukkan kepalanya kembali saat tahu bahwa kekasihnya lah yang baru tiba.
"Baek.." panggil chanyeol.
Baekhyun menelan salivanya saat mendengar suara berat itu memanggil namanya. Ia mencoba mendongakkan kepalanya walaupun ia tengah di landa kekhawatiran.
"A-ada apa?" Tanya baekhyun tergagap.
"Selamat pagi" ucap chanyeol seraya menunjukkan senyuman di wajah tampannya, Membuat baekhyun mengernyit bingung. Ada apa? Kenapa chanyeol terlihat biasa saja? Ahh.. entahlah yang pasti baekhyun bingung saat ini.
"S-selamat pagi juga" balas baekhyun dengan senyum tipisnya, namun masih tersirat kebingungan di wajah manisnya.
Setelah itu chanyeol mendudukan dirinya di sebelah baekhyun, dan memandang ke depan. Membuat suasana menjadi canggung.
Baekhyun yang sudah merasa tak nyaman dengan suasana seperti ini mencoba untuk memecahkan keheningan.
"C-chan.. kau tidak marah padaku?" Tanya baekhyun ragu-ragu karena takut chanyeol akan memarahinya.
"Kenapa aku harus marah?" Balas chanyeol datar. Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya dan kembali dalam diamnya. Membuat suasana canggung tercipta kembali di antara mereka.
"Baek.." sekarang giliran chanyeol yang mencairkan suasana.
"Apa?" Tanya baekhyun
"Aku.. ingin meminta sesuatu" ucap chanyeol
"Apa?" Tanya baekhyun. Entahlah kenapa ia terus berkata apa di sekian banyak kata, hanya saja dia tidak bisa mencari kalimat yang lebih baik.
"Aku ingin.. sebelum kau benar-benar meninggalkanku, aku berharap kau mau mencintaiku sekali lagi sebelum kau pergi" ucap chanyeol. Baekhyun hanya menghela nafasnya.
"Okey.. jika itu keinginanmu, kau tau aku juga sebenarnya masih ingin merasakan cintamu" ucap baekhyun.
"Benarkah kau mau?" Tanya chanyeol berbinar. Baekhyun hanya mengangguk menanggapi pertanyaan chanyeol.
Cup..
Chanyeol mencium bibir baekhyun, awalnya hanya menempel biasa, sampai akhirnya mulai memanas dengan lumatan lumatan yang di berikan chanyeol, chanyeol menggigit bibir baekhyun sehingga membuat baekhyun membuka bibirnya yang tadinya terkatup, kesempatan itu tak di sia-siakan chanyeol yang langsung menelusupkan lidahnya ke dalam mulut baekhyun membelit benda tak bertulang di dalam sana. Baekhyun memukul dada chanyeol pelan memberikan kode bahwa dirinya telah kehabisan nafas. Dan chanyeol dengan terpaksa melepaskan ciumannya.
"Mulai sekarang bersikaplah biasa saja sampai kau pergi dariku" ucap chanyeol sambil membersihkan saliva di bibir baekhyun dengan ibu jarinya. Baekhyun hanya dapat menampakkan senyum manisnya. Jujur baekhyun sangat bahagia saat ini, karena ia masih bisa mencintai chanyeol walau hanya sampai ia pergi.
End
.
.
.
Nggak boonk
.
Tbc
____________________________________
KAMU SEDANG MEMBACA
love from son aphrodite
Fanfictionseorang namja cantik bernama byun baekhyun lahir kedunia dengan kecantikan yang luar biasa dan daya tarik terhadap semua orang yang melihatnya atau menatap matanya. baekhyun adalah anak yang terlahir dari rahim seorang dewi kecantikan yang sering di...
