Terpesona

176 6 0
                                    

Laila berhenti disebuah pintu ,sepertinnya dia sudah menghafalnya
Karena ku lihat dari tadi dia membawa buku kecil di sakunnnya yang  aku lihat tertulis beberapa angka dan nama kamar kamarnya

"302, ini nomer kamar tuan muda Hunaif ,
Kamu harus menghapalnnnya karena besok kau kesini tanpa aku

Trimakasih ya Laili kamu sudah banyak membantuku,kataku sambil sedilit menepuk pundaknya

"Sama sama ,jika suatu saat ada yang kurang kau pahami kau bisa tanya padaku hanifa..

Aku mengangguk ,kau bisa panggil aku hanif..laila,jika namaku terlalu merepotkanmu.

Ia mengangguk Ok,
Yuk kita masuk,kubantu kau bertugas hari ini nif..
Ketika masuk kamar itu
Aku benar benar terpesona
Kamar dengan kelambu ala arabian stile perpaduan warna merah,emas,dan putih terlihat kontras dan hangat di tambah kamar yang mengahadap pemandangan taman di luar jendela yang besar dan terbuka
Kau bisa mengganti atapmu dengan awan cerah,mendung atau langit biru dan penuh bintang sesuai seleramu jika kau bosan itu jika kita yang punya kamar...hehehe batinku menghayal..

Sudah sedari tadi aku memperhatikan kerja laila,sambil aku membantunnnya Lalu kuberanikan bertanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah sedari tadi aku memperhatikan kerja laila,sambil aku membantunnnya
Lalu kuberanikan bertanya..

La..kenapa tadi ada yang menatapku tidak suka ketika aku mendapat tugas ini

Sudahlah tidak usah terlalu kau pikirkan mereka hanya terlalu jatuh hati dengan tuan muda Hunaif,
Mereka mati matian ingin mencari perhatian,atau sekedar membersihkan kamarnya itu sudah sebuah kebanggaan..

Ooo begitu sahutku setampan itu kah,kurasa aku tak akan berbuat demikian,kataku ..sadar diri

Sekarang kau bisa bilang begitu,karena kau tak pernah melihat tuan Muda Hunaif ,hanif
Jangan jangan suatu saat kau juga akan menggilainnnya..

Haha aku tertawa,itu sunggguh tidak mungkin aku cukup tau diri laila..
Ku lihat di kamar ini tidak ada gambar atau fotonnya...

Apa yang kau cari??foto Tuan Muda Hunaif?ketika laila melihatku melihati dinding atau pojok pojok meja,

Kau tak akan menemukan foto Tuan Muda Hunaif di kamarnya
Kau hanya akan melihatnya di ruang kerja Umi sofia atau ruang utama keluarga

Kenapa kataku??

Tuan Muda bukanlah orang yang suka memajang foto dirinnya,kurasa mereka meyakini bahwa malaikat tak akan mau masuk keruangan jika ada gambar makhluk bernyawa..

Wow....seperti itukah,aku jadi penasaran,apa kau bisa  memperliihatkanku Ruang utama..

Nanti kita akan melewatinnya,tapi kita hanya bisa mengintipnnya saja dari balik pintu itupun tidak bisa lama,aku takut kita bertemu Umi sofia kata Laila...

Setelah membereskan kamar lalu kami bergegas menuju Ruangan utama,kulihat laila berkali kali melihat buku kecilnnya ,mungkin itu karena ia takut salah ketika membuka ruangan

Ruangan "0001",kami berdua berhati hati dan sangat perlahan membukannya..
Laila bilang ruangan ini hanya akan ramai jika ada acara saja..

Laila bilang ruangan ini hanya akan ramai jika ada acara saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lihat  Nif..foto besar yang menempel di dinding itu

Lalu aku  buru buru melihatnya,seorang laki laki paruh baya skitar 50thn,masih terlihat gagah dengan jubah yg dipakainnya bersama seorang wanita cantik mata teduh dengan senyum ramahnya khas wajah timur tengah hidung mancung bibir berisi ,itu pasti Mr,Hamdan Mrs .hamdan,disebelahnya ada anak kecil usia 7th kurasa itu Tuan muda Abelart dan gadis kecil dipangkuan ibunnya sangat cantik,lalu berdiri tegap dengan jubah putih dan imamah(sorban) yang senada sedikit menutupi  rambut ikal tipis pemiliknya..
Masyallah aku terpesona alis tebal dengan sorot mata tajam,hidung mancung dengan bibir tipis kulitnya yang bersih  hmmm....kurasa itu Tuan Muda Hunaif ...aku benar benar terpesona...

Hunaif Love Hanifa...???Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang