Surat

127 3 0
                                    

Hai..!!!
Tiba tiba Laila mengagetkanku dari belakang..
Huff..kau sangat mengagetkanku Laila..

Lihat yang aku bawa hanifa..,

Apa yang kamu bawa Laila...?sambil melihat amplop kecil di tangan Laila

Hehe..ini surat dari tuanmu Hanifa..

Apa kamu meperbolehkan ku ikut membacannya?.Sambil matannya mengerling nakal

Berikan padaku dulu...jika menurutku surat itu boleh kau baca maka akan kuberikan padamu,

Hmmm.....Hanifa kau pelit sekali katannya memelas..
Sambil memberikan surat itu pada Hanifa..

Sejenak Hanifa tertegun membacannya..

Dear Hanifa ku

Jangan terus menghindariku,bukankah itu akan sangat menyulitkanmu
Nanti siang,Abelart dan Alea mengajakku untuk pergi ke hutan buatan.
Aku tidak mau kehadiranmu diwakilkan oleh siapapun..
Aku tidak mau tau
Kamu harus ada

Tuanmu yang terkasih..

Huff...apalagi ini,membuatku makin pusing saja ,Hanifa memegangi kepalanya yang tidak sakit

Kamu gak papa kan nif,kata Laila yang penasaran menunggu reaksi hanifa membaca surat itu,..

Ya aku gak papa..kata Hanifa sambil memberikan surat itu pada Laila..

Lalu Laila membulatkan matannya...ketika membaca surat itu..

Harusnya kau senang Hanifa,..kata Laila merangkul sahabatnya..

Hanifa hanya tersenyum kecil,
Kau tidak tau Laila,kita ini siapa??
Harusnya aku senang jika aku sederajat ..haha mimpi batinku..
Kau tidak tau aku bekerja sekarang ini karena terpaksa harus melunasi hutang hutang mama..
Apa jadinnya kalau semua itu sia sia..
Hatiku masih sakit ,walaupun aku mencintai atau menyukainnya aku bisa apa..

Siang itu...

Abelart dan Alea sudah siap dan terlihat sangat bersemangat..

Aunt Hanifa,kau pasti sangat menyukainya...kata Alea

Aku tersenyum,lalu aku menunduk dan bercerita sedikit tentang negaraku yang mempunyai hutan tropis asli,tidak buatan.dan masih banyak hutan yang lain yang masih alami dan indah.

Wow..kapan kapan aku akan datang kesana ...pasti indah sekali..kata Abelart menyela..

Aku tersenyum kecil,terselip bangga dan rindu ketika mengingat negaraku,walau Dubai menawarkan banyak ke indahan yang tak kalah pastinnya..

Alea..berlari menyerbu kakaknnya yang tiba tiba muncul..

Kakak..kata Alea dan Abelart sudah bergantungan di kaki dan tangan kakaknnya..

Deg..
Hanifa berusaha mengatur hatinnya sebaik mungkin agar tidak keluar dari tempatnnya

Melihat tuannya begitu terlihat hmmm...
Dengan kaos dan celana dibawah lutut,biasa..tapi terlihat luar biasa..mata tajam nya itu melirik dengan sedikit senyum pada Hanifa dan mengisyaratkan agar segera masuk mobil..

Ya Allah selamatkan hatiku guman Hanifa dalam hati..

Ternyata ia datang juga memenuhi panggilan suratku,hmm..ini menyenangkan sekali batin Hunaif

Lalu ia memberi paper bag pada Hanifa,

Hanifa bingung,!!apa ini tuan..?!

Pakailah aku tidak ingin kau dilihat banyak orang,

Hmm,,..segitunya batin hanifa,
Dia membuka ia melihat ada jubah hitam lengkap dengan cadar dgn purdah lengkap,ada bordir menghias cantik disertai batu batu kecil indah di jubah dan cadarnnya ..pasti mahal bayi  hanifa..

Alea yang melihat,.
Apa Aunt Hanifa bisa memakainnya?? kalau tidak bisa aku bisa membantunya,.
Biasa melihat umi memakainnya jika keluar rumah..

Hanifa menahan senyum,dan mengangguk kecil ketika Alea berkomentar..

Apa saya harus memakainnya tuan?.setengah mengharap agar di urungkan

Percayalah padaku itu akan baik buatmu,kata Hunaif

Hanifa diam saja,berusaha rujuk dengan kata kata tuannya

Lalu Alea menyeret Hanifa ke Toilet ketika mereka sampai di tempat parkir,

Bocah kecil itu benar benar seperti tukang make up,yang mendandani Hanifa dengan cadar beserta penutup kain tipis diatasnnya ..

Aunt Hanifa kau seperti kami,katanya sambil memeluku..
Hanifa maklum Alea bilang begitu karena kebnyakan wanita dubai memakainnya

Ayo kita harus keluar,aku tidak sabar ingin bermain dengan kak Abelart..

Matannya masih tak lepas dengan apa yang di lihatnnya,
Setengah tersenyum ia berkata di dalam hati
Hanifa bagaimana aku bisa menyembunyikanmu,sedangkan tertutup rapat begitu saja kau masih terlihat indah,apalagi sorot matamu yang coklat ke emasan itu ...
Apa mungkin aku menyimpannya untuku sendiri..
Hunaif merutuki hatinnya yang berdebar kencang ketika Hanifa digandeng tangannya oleh Alea ..untuk menemuinnya..

Kakak lihat Aunt Hanifa ,makin cantik ya...

Hanifa mencubit kecil pipi Alea..sambil berlari meninggalkan Hanifa dan Hunaif..

Ya tinggal mereka berdua..

Maaf tuan saya mau menyusul Tuan Abelart dan Alea..

Sssttt...pleas duduklah kata Hunaif,..

Kita bisa melihat mereka dari sini bukan ..

Tuan saya tidak mau makan gaji buta,bantahku salah tingkah.

Ayolah Hanifa aku tidak akan menyakitimu apalagi memakanmu aku hanya ingin bicara apa itu salah...??

Huff Hanifa kau sedang terjebak..
Ia segera memutar otak,

Salah tuan,kita bukan mahram..kata Hanifa

What ..??hunaif tercekat,oke besok akan ku jadikan diriku mahrammu,
Dasar keras kepala batin hunaif,tapi menyenangkan sekali melihatnya tak berkutik dengan jawabanku barusan.

Muka Hanifa terlihat merah,ia segera menundukan kepalannya tanda malu,sedari tadi hanifa tidak pernah menatapnnya..
Ya menatap Hunaif adalah petaka bagi Hanifa

Hunaif Love Hanifa...???Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang