🌹lima

692 90 16
                                        

Mata Mingyu beradu tatap lagi dengan Mina. Tapi Mina segera mengalihkan pandangannya ke temannya setelah itu. Lalu, Mina pergi ke kelasnya.

Sudah dua hari sejak Mina memblokir linenya, dan sepertinya hubungan mereka memburuk.

"Ngapain liatin Mina bos?"

Kali ini, Seungkwan yang membuatnya tersentak.

"Sial, jangan ngagetin gua terus!" Gerutu Mingyu.

"Yang ngagetin siapa?" Tanya Seungkwan.

"Lu, Kwan."

"Gua nanya bos."

"Iya sih. Ngapain lu ngeliatin Mina tadi?" Tanya Hoshi.

Alis Mingyu berkerut. "Emang gua liatin dia?"

"Lah, yang liatin siapa, yang ga nyadar siapa," sindir Dokyeom.

"Lu suka juga sama dia?" Tanya Hoshi.

"Geblek, saingan sama Wonwoo hyung dong!" Seru Seungkwan.

Mingyu tertawa. "Enggaklah anjir! Ngapain gua saingan sama cowok terkenal satu sekolah,"

"Ya lu juga populer kali," ujar Dokyeom.

"Ga sepopuler Wonwoo hyung," balas Mingyu. "Fans gua masih bisa diitung lah. Kalo Wonwoo hyung kan udah kayak laron ngumpul di lampu."

Hoshi tertawa. "Sial gua receh."

"Gua gaakan suka sama orang yang udah disukain sama temen sendiri, apalagi satu squad. Lagipula, gua masih belum move-on," tambah Mingyu, terkekeh.

Seungkwan membelalak. "Hyung, lu belom move-on juga? Astagfirullah, move-onnya kapan buset."

"Mau dicomblangin beneran?" Tawar Dokyeom.

"BooSeokSoon siap comblangin!!1!" Ucap Hoshi, bersemangat.

"Ga ah. Biarin gua nyari tipe gua sendiri," tolak Mingyu, halus.

"Yeu, si keling bisaan ngomongnya," ledek Dokyeom.

"Berhenti manggil gua keling," pinta Mingyu setengah tertawa dan menoyor kepala Dokyeom.

Mingyu memang bisa tertawa, namun tetap saja. Jauh di dalam hatinya, dia masih merasakan duka yang dalam akibat kepergian Pinky.

"Kim Mingyu? Dan... Lee Seokmin?"

Dua orang pemilik nama itu menoleh ke asal suara. Ada Bu Chorong berdiri tak jauh dari mereka.

"Bisa ikut saya? Ini buat acara pentas seni tahunan kita," pinta Bu Chorong dengan ramah.

Mingyu dan Dokyeom saling bertatapan. Lalu mengikuti Bu Chorong.

Sementara Hoshi dan Seungkwan sedang merayakan kebahagiaan mereka, karena tidak terpilih menjadi salah satu panitia untuk salah acara tahunan terbesar di sekolah mereka.

~

Mingyu tidak merasa yakin dengan pendengarannya sekarang.

Kayaknya semalem dia belum membersihkan telinganya.

Jadi, dia memutuskan untuk menanyakannya sekali lagi. "G-gimana Bu?"

"Kamu jadi koordinator acara sama Myoui Mina." Jelas Bu Chorong, selaku ketua panitia pentas seni tahun ini.

Mingyu mengerjapkan matanya. Dia pengen protes, tapi semua orang di ruangan ini ngeliatin dia. Jadi, dia memutuskan untuk duduk lagi.

Dia melirik ke arah Mina yang sedari tadi tidak menoleh juga.

Pokoknya gua harus minta protes. Gabisa kayak gini!!

~

"Kyeom, jangan pergi dulu. Gua mau protes," cegah Mingyu ketika Dokyeom baru akan pergi menjauh dari ruang khusus rapat.

Dokyeom tampak sedikit bingung. "Eh? O-oke,"

Mingyu segera masuk, melihat Bu Chorong yang sedang merapikan dokumen-dokumen. Dia melihat juga Mina yang terlihat habis mengobrol dengan Bu Chorong. Ketika dia berkontak mata dengan Mingyu, Mina segera pamit pada Bu Chorong dan pergi dari ruangan.

"Bu," panggil Mingyu, setelah Mina pergi.

"Ya Mingyu?" Sahut Bu Chorong.

"Um, saya boleh ganti posisi engga bu?" Pinta Mingyu. "Jadi apa kek. Properti, atau humas. Atau apa gitu."

"Loh, emang kenapa?" Tanya Bu Chorong.

"Saya... kurang sreg jadi koordinator acara," jawab Mingyu, mencari alasan.

"Bukannya kamu bagus ya jadi koordinator acara? Pas pensi tahun lalu kamu jadi koodinator acara juga kan? Sama Jungkook? Itu jalan acaranya bener-bener mulus, jadi guru-guru panitia utama memutuskan buat jadiin kamu koordinator acara lagi," jelas Bu Chorong, membuat Mingyu skakmat.

"Ya tau sih bu, kerja saya taun lalu bagus. Tapi sekarang kan gatau bagus apa engga," balas Mingyu, mencari alasan.

"Kalaupun kamu mau diganti, udah engga bisa, nak. Proposal sama semua susunan panitia udah diterima sama sama kepala sekolah, dan engga bisa diganti lagi," jawab Bu Chorong.

Mingyu mematung. Sekarang, tidak ada pilihan lain selain menjalani saja tugasnya, bersama Mina.

Bu Chorong menatap Mingyu penasaran. "Memangnya kenapa? Si... siapa itu tadi? Myoui Mina ya? Dia juga minta hal yang sama ke saya,"

"Eh-h, s-saya kurang tau," elak Mingyu. Dia tahu, alasan Mina menghampiri Bu Chorong juga sama sepertinya.

Bu Chorong mengangguk mengerti, lalu tersenyum. "Mina kayaknya masih bingung sama tugasnya. Nanti kamu bantuin dia ya?"

Setelah itu, Bu Chorong ikut pergi dari ruangan bersama dokumen-dokumennya, meninggalkan Mingyu yang tidak puas.

"Oi, Gyu. Buruan dong, gua pengen ke kantin. Belom sempet jajan," panggil Dokyeom dari luar. "Nanti keburu bel masuk."

Mingyu menoleh. "Iya. Gua nyusul."

~

"cIE YANG JADI PANITIA"

Dokyeom menatap sinis Seungkwan dan Minghao yang sedang seru meledekinya. Sedangakan Mingyu memilih untuk diam, walaupun di dalemnya panas.

"Untung banget gua gak kepilih," ucap Seungkwan lega.

"Gausah songong," perintah Mingyu, yang dibalas dengan cengiran Seungkwan.

"Jadi apaan luh?" Tanya Minghao.

"Gua jadi salah satu kru properti," jawab Dokyeom, kemudian menyeruput kuah baksonya.

"Kalo lu, Gyu?"

Mingyu menghela napas sesaat. "Gua jadi koordinator acara. Lagi."

"Weh, parah. Undang artis lagi kalo bisa!" Seru Seungkwan antusias.

"Ye sepet. Lu kira pentas seni undang-undang artis doang. Kan harus ada penampilan juga," sahut Mingyu.

"Ya gapapa. Gua sih nungguin ada artis dateng aja. Undang yang ngetop ye," usul Seungkwan.

"Ngundangnya susahlah anjir. Gaperlu yang ngetop, asal penampilannya klop," ujar Minghao.

"Urusan itumah liat nanti aja udaah," sela Mingyu, menghentikan teman-temannya. Lalu, dia menghela napas, lagi.

Yaudahlah. Buat kali ini doang. Pokoknya buat tuntutan posisi panitia doang.

----------

a/n;

Para kls 9 lg usbn

Sementara aku yg jg kls 9 malah liburan ;-)))

move-on | mingyu, mina✔Stories to obsess over. Discover now