🌹lima-belas

507 72 6
                                        

"Hai lagi M-Mina."

"Ah... halo Mingyu."

Mina menggaruk pipinya, dan Mingyu mengusap tengkuknya.

Canggung.

"R-rundown udah selesai?" Tanya Mingyu.

"Udah," jawab Mina, berusaha menyingkirkan kecanggungan. Dia membuka laptopnya dan mencolok flashdisk. "Udah segini aja kan?"

Mingyu melihat laptop, dan mengangguk. "Iya, tinggal dikit lagi. Lanjutin sekarang ajalah biar ga ditagih-tagihin mulu," ajaknya.

Tidak sampai setengah jam, keduanya menyelesaikan rundown hari kedua.

The power of awkward.

"Lu masih mau gua ceritain?" Tanya Mingyu, beberapa menit setelah mereka menyelesaikan

Mina melirik sesaat, lalu mengangguk.

Mingyu menarik napas. "Dia celakain Pinky gegara cemburu. Childish banget ga sih? Cemburu doang sampe ngebunuh orang, emang bangsat."

Mina menatap Mingyu datar dan intens, menyimak kata demi kata yang dilontarkan cowok itu.

"Namanya siapa?" Tanya Mina langsung.

"Eh? Kim Yulhee," jawab Mingyu.

"Kelas?"

"11 IPA 4,"

"Kelas itu udah bubar belum?"

"B-belum sih kayaknya. Itu kelasnya Minghao, dan dia bilang hari ini kelasnya pulang agak telat,"

"Oh. Oke,"

Mina langsung minggat dari dari perpustakaan. Meninggalkan tas, laptop, dan semua barang-barangnya.

"M-Mina! Ah kampret, mana bisa gua tinggalin barang-barang," gerutu Mingyu, lalu merapikan semua barang-barangnya serta milik Mina, lalu membawakan tas Mina juga.

"Mina! Ini tas lu woy!" Panggil Mingyu, mengikuti Mina yang berjalan tanpa menoleh ke belakang.

Mina dan Mingyu sampai tepat ketika kelas 11 IPA 4 baru bubar.

"Weh, halo Gyu," sapa Minghao. "Gak balik? Terus lu bawain tas siapa?"

"Tasnya M-"

"Kamu yang namanya Yulhee ya?"

Mingyu segera beralih ke Mina kembali ketika dia mendengar gadis itu bertanya.

"Iya, aku Yulhee. Kenapa?" Tanya Yulhee.

"Ikut aku dulu boleh ga? Aku mau ngomong," pinta Mina.

"Oh, boleh- aduh!"

Yulhee mengaduh ketika Mina segera menarik tangannya--memaksanya untuk mengikutinya.

Baik Mingyu ataupun Minghao juga keheranan melihat Mina menarik-narik Yulhee. Keduanya segera mengikuti ke arah Mina dan Minghao pergi.

Di halaman belakang sekolah, Mina melepaskan tangan Yulhee.

Yulhee meringis sambil memegangi pergelangan tangannya. "Aduh-h, tanganku,"

"Eh, maaf, aku tadi megangnya kekencengan ya? Maaf maaf, aku buru-buru mau ngomong soalnya," kata Mina.

"Mau ngomong ap-"

Plak!

Mingyu dan Minghao sampai, tepat ketika Mina menampar pipi Yulhee keras.

Minghao baru akan bergerak untuk melerai keduanya, tapi Mingyu menahan.

"Pembunuh!" Seru Mina.

Yulhee memegangi pipinya. "Apaan sih?!"

move-on | mingyu, mina✔Stories to obsess over. Discover now