"Gyu, lu udah kelar ngurusin rundown?" Tanya Dokyeom, sehabis selesai rapat.
"Belom. Rundown hari pertama aja belom beres," jawab Mingyu.
"Hari pertama? Terus ada hari kedua dong?" Tanya Dokyeom.
"Hooh, yang ikut pentas tahun ini lebih banyak." Sahut Mingyu.
"Cepet-cepet beresin tuh. Tadi Bu Chorong juga udah nanyain," suruh Dokyeom.
"Iyalah, gua juga pengen cepet-cepet beresin," balas Mingyu. "Lu sendiri gimana di properti?"
"Properti? Wah, lu harus bersyukur deh Gyu, ga ikut properti. Anak-anak banyak banget requestnya. Macem-macem pula. Bakal capek di hari-H inisih," gerutu Dokyeom. "Dua hari pula!!"
"Ya salahin anak-anak lah! Tahun ini yang ikut dua kali lipat daripada tahun lalu!" Bela Mingyu.
Dokyeom mencibir. "Enak ya lu mah. Pas acaranya santai."
"Santai pala lu," Mingyu menoyor Dokyeom. "Gua tetep harus ngawas acara kali."
Dokyeom cengengesan.
Kemudian, saat keduanya baru akan menuju kantin, Wonwoo menghampiri mereka.
"Liat Mina ga?" Tanya Wonwoo, langsung.
Mingyu dan Dokyeom tatap-tatapan, lalu menjawab bersamaan. "Tadi ke arah kelasnya sih kayaknya,"
"Oh, yaudah. Makasih ya,"
Setelah itu, Wonwoo berlalu, menuju ke koridor kelas IPA.
"Wonwoo hyung gas bener PDKTnya," komen Dokyeom.
"Kek lu engga aja nyet," ledek Mingyu.
"Masa-masa PDKT gua kan udah lewat," ucap Dokyeom. Lalu wajahnya dibuat-buat menjadi terkejut. "Eh, keceplosan."
Mata Mingyu membesar ketika menyadari ucapan Dokyeom. Segera, dia mengejar temannya yang sudah kabur duluan ke arah kantin.
"Dokyeom anjir!! Bagi PJ nyet!!!"
~
"Setelah pertunjukkan yang ini apalagi?"
"Abis ini penutupan hari pertama. Udah kemaleman soalnya,"
Mina mengangguk, lalu merenggangkan tangannya. "Akhirnya rundown hari pertama selesai!"
Sekarang sekolah sudah selesai, dan keduanya masih berada di perpustakaan.
"Tinggal hari kedua deh," gumam Mingyu, lalu menyimpan data rundown hari pertama yang baru mereka selesaikan.
"Mau langsung lanjutin hari ini apa nanti?" Tanya Mina.
"Nanti aja. Gua pusing mikirin kelas mana aja yang harus tampil," jawab Mingyu.
Lelaki itu kemudian menutup laptopnya, dan terdiam sesaat.
"Kemaren lu gimana?"
Mina menoleh dan mendapati Mingyu dengan wajah polosnya.
"Kemaren gimana apanya?" Tanya Mina.
"Itu.. sama Wonwoo hyung," lanjut Mingyu, ragu.
"Oh, yang kemaren? Asik kok! Diliat dari luarnya, aku kira Wonwoo sunbae itu tertutup, ga banyak bicara. Tipe-tipe introvert lah. Tapi pas kemaren diajak jalan, ternyata orangnya lumayan terbuka," jawab Mina dengan antusias.
Mina menambahkan, "Aku juga baru tau dia bisa ngasih lawakan. Walaupun agak garing."
Mingyu diam. "Ada lagi?"
"Engga sih. Ya paling Wonwoo sunbae ngetraktir aku,"
"Oh, gitu," Mingyu manggut mengerti.
"Emang kenapa?" Tanya Mina, hati-hati.
"Oh, engga kok. Gua penasaran aja," jawab Mingyu, terkekeh.
Mina sedikit tidak yakin, tapi dia membiarkan hal tersebut.
"Tadi lu dicariin Wonwoo hyung tuh," kata Mingyu. "Pas abis beres rapat."
"Iya kok, aku tau," jawab Mina.
Mingyu mengambil kesempatan untuk bertanya. "Dicariin buat apaan?"
"Oh. Itu. Wonwoo sunbae ngasih aku surat," jawab Mina.
"Surat apaan?"
Mina tampak malu untuk mengatakannya. "Aku malu ngomongnya. Bisikin aja boleh?"
Mingyu terdiam sesaat. "Y-yaudah-"
Kemudian, Mina memajukan tubuhnya, mendekati Mingyu. Si lelaki tersentak ketika kepala Mina sudah ada di samping kepalanya.
Kemudian, Mina berbisik, "Kayak.. dikasih surat cinta gitu deh."
Tengkuk Mingyu meremang ketika merasakan nafas hangat Mina di telinganya.
Setelah itu, Mina duduk seperti semula lagi. Sambil senyum-senyum.
"Wah, edan. Masa Wonwoo hyung berani begitu," komen Mingyu pelan.
Mina cengengesan, lalu memukul pelan lengan Mingyu. "Ih, tapi kamu jangan kasih tau siapa-siapa!!"
"Iya iyaa. Siapa juga sih emangnya yang bakal gua kasih tau," sahut Mingyu tenang.
"Janji yaa?"
"Iya, janji."
"Eh, ini udah beres kan? Aku mau pulang," kata Mina.
"Udah kok. Rundown hari keduanya lanjut besok aja," sahut Mingyu, memasukkan laptopnya kedalam tas.
Mina mengambil tasnya dan mengenakannya. "Yaudah. Sampe ketemu besok ya!"
Mingyu hanya tersenyum tipis dan mengangguk, sebelum Mina pergi keluar perpustakaan.
~
"Gimana? Udah ditanyain?"
Mingyu menoleh ketika Minkyeong sudah berdiri di ambang pintu sambil mengeringkan rambutnya.
"Udah kok." Balas Mingyu singkat.
Minkyeong membesarkan matanya. "Apa katanya!?"
"Ck, santuy." Mingyu pun mengatakan apa yang tadi Mina katakan di perpustakaan, soal 'kencan'nya dengan Wonwoo kemarin.
"Anjrit, ditraktir? Hngg mau jugaa!" Rengek Minkyeong.
Mingyu ingin mengatakan sesuatu, tapi ragu.
"Janji yaa?"
"Iya, janji."
"Terus, tadi di sekolah, Wonwoo hyung ngasih semacem surat cinta gitu buat si Mina," ucap Mingyu pada akhirnya.
Mata Minkyeong membelalak. "Anjir anjir anjir anjir, seriusan nyet!??"
Minkyeong langsung rusuh sendiri. "Aduh, gue susah deketin mas Wonwoo dong ini?! Instagram aja belom difollback?! Mingyu, gue harus apaan!??!"
Suara Minkyeong tidak dipedulikan oleh Mingyu. Mendadak, kepalanya kosong begitu saja.
Mingyu tidak suka mengingkar janji, dan dia agak merasa bersalah.
Maaf, Mina.
-----
YOU ARE READING
move-on | mingyu, mina✔
Fanfiction[ sequel of messages ] perjuangan mingyu buat move-one dari mantannya! tapi bakal mulus ga nih? * * * ©bureorra, 2017
