🌹sembilan-belas

460 69 6
                                        

Sementara itu, di belakang panggung, Mina segera berganti pakaian.

"Min, kamu nari sendiri?" Tanya Solbin, dengan kruk yang dia gunakan.

"Engga, ada temen-temenku dari sanggar balet mau ikut bantu. Gapapa kan ya?" Tanya Mina.

"Eh, gatau deh. Coba tanya Bu Chorong," kata Solbin.

Solbin segera menoleh ke kanan-kiri, mencari Bu Chorong.

Belum dipanggil, Bu Chorong sudah menghampiri keduanya.

"Ah, untung deh. Saya kira Mina belum kesini," kata Bu Chorong lega.

"Bu, ibu kan tau saya ngegantiin grup tampil kelas saya," kata Mina dengan segera. "Tapi saya tampilnya bareng sama temen-temen sanggar saya. Bisa gak bu?"

Bu Chorong menimang-nimang. "Ng.. sebenernya saya lebih terima kalau yang tampil murid-murid sekolah ini aja. Soalnya kan ini pensi khusus sekolah kita,"

Mina tampak tertegun. "Jadi... saya harus tampil sendiri aja? Tapi saya udah panggil temen-temen saya..."

Mendengar itu, Bu Chorong terlihat sedikit merasa bersalah.

"Tapi temen-temen saya bukan jadi penari utama kok Bu! Cuman buat melengkapi panggung aja biar ga sepi-sepi amat," tambah Mina.

Bu Chorong menggigit bibir bawahnya. "Yaudah deh, saya bolehin."

"Wah, makasih banyak bu!" Seru Mina, tersenyum senang.

"Terus, temen-temen kamu mana?" Tanya Bu Chorong.

"Harusnya sih udah sampe," kata Mina. "Oh itu dia!"

Kemudian, sekelompok remaja berpakaian nuansa hitam pun memasuki backstage.

"Mina!"

"Eh, hai!"

Mina langsung menghampiri teman-teman dari sanggar baletnya sesaat, sebelum akhirnya kembali ke Solbin dan Bu Chorong.

"Ah, Mina! Udah saatnya kamu tampil," kata Bu Chorong, ketika melihat anak-anak kelas 10 IPS 5 sudah kembali ke backstage.

"Oh oke! Ayo siap-siap tampil!" Ajak Mina ke teman-temannya.

"Eh Mina," panggil Solbin.

Mina hanya mengangkat alis sebagai respon.

"Makasih ya," kata Solbin lagi.

"Iya, sama-sama. Tenang aja, dan... oh! Tolong rekamin aku ya! Aku mau kirim ke seorang temenku di Jepang," tambah Mina.

Solbin mengangkat jempolnya.

~

"Wah! Penampilan yang menyegarkan dari 10 IPS 5!"

"Setelah ini, kelas berapa nih yang akan tampil?"

"Kelas 11 IPA 1!!"

Mingyu langsung berhenti berjalan di sekitar aula, dan langsung menatap ke arah panggung.

"Kelasnya Mina ya?" Gumamnya, lalu melipat tangannya di depan dada.

Lampu panggung di matikan, lalu satu lampu kembali dinyalakan. Untuk menyorot seorang gadis yang berdiri di tengah panggung.

Yang Mingyu asumsikan sebagai Mina.

Musik mengalun, dan Mina mulai bergerak. Dari kanan-kiri panggung, masuklah beberapa orang yang tidak Mingyu kenali siapa.

Tapi tetap saja. Mata Mingyu tertuju hanya pada satu orang.

Myoui Mina.

Gerakan Mina terlihat gemulai

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Gerakan Mina terlihat gemulai. Begitu nyaman dilihat.

Jantung Mingyu berdegup melihat kelihaian Mina saat menari, dan juga keanggunan Mina di atas panggung.

Saat itu juga, Mingyu sadar akan satu hal.





























Mingyu tidak bisa menyembunyikan perasaannya lebih lama lagi.

-

a/n;

Yuhuuu dikit lagi udahan ceritanyaaa hehe

move-on | mingyu, mina✔Stories to obsess over. Discover now