Aula benar-benar sibuk sejak pagi-pagi. Para panitia pensi sudah datang untuk bersiap-siap dari jam 7, karena acara dimulai jam 10.
Para seksi properti mengurus tata panggung dan kursi-kursi, seksi dokumentasi sibuk memotret dan merekam ini itu, dan begitu pula panitia yang lainnya. Semuanya sibuk dengan perannya masing-masing.
"Aduh, ganteng-ganteng sama cantik-cantik banget nih semuaa," puji Bu Chorong, ketika memasuki aula.
"Gyu, pegangin kamera gua dulu dong, gua pengen ke toilet dulu," pinta Yugyeom sambil menitipkan kameranya.
"Lah, kan bisa aja dibawa-"
"Nitip ya Gyu!!"
Mingyu menghela napas, lalu mengalungkan kamera DSLR milik ekskul fotografi.
"Eh Mingyu, liat Yugyeom ga?" Tanya Jiho, dari belakang Mingyu.
"Tadi orangnya lagi ke toilet kenapa?" Tanya Mingyu balik.
"Oh, ini kamera yang dipinjem Yugyeom kan?"
"Iya, emang kenapa?"
"Fotoin gue sama temen-temen dong! Tadi si Yugyeom udah gue pintain foto, dianya malah kabur," kata Jiho, lalu menarik kaos Mingyu agar cowok itu mengikutinya.
Mingyu mencibir. Jadi ini alasan Yugyeom ke toilet.
Beberapa menit, cowok tinggi itu jadi fotografer. Keselnya lagi, dia harus ngapus-motret-ngapus-motret karena mereka masih gak puas sama hasil fotonya.
"Dah, ini udah bagus. Makasih Gyu!" Kata Jiho sambil menepuk pundak Mingyu.
"Iye iye"
Mingyu kembali ke titik dia berdiri tadi. Kemudian, karena penasaran, dia melihat-lihat foto hasil jepretan Yugyeom.
Cowok itu kemudian menemukan sebaris foto-foto Mina.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mingyu tersenyum tipis melihatnya.
Ah, ni cewek bisa alay juga ternyata.
"Oi, sini balikin kamera gua," kata Yugyeom.
Melihat temannya sudah kembali, Mingyu pun mendecih. "Jadi lo ke toilet tuh buat kabur doang ya."
Mulai jam 9, tamu mulai berdatangan dan mengisi kursi-kursi tamu yang sudah di tata. Entah itu murid, atau orang tua, semuanya datang memenuhi aula.
Waktu berlalu, dan akhirnya jam 10 tiba juga. Acara pun dimulai.
Dari sambutan kepala sekolah, ketua panitia, hingga akhirnya penampilan-penampilan para murid.
Mata Mingyu, serta Mina, selalu beredar ke sekitar aula, sebagai koordinator acara. Tentu saja mereka harus menjaga acara agar tetap terkoordinasi dengan baik.
"Min," panggil Mingyu, di walkie-talkie.
"Ya kenapa?" Sahut Mina, yang ada di seberang ruangan dari Mingyu.
"Lu tampil jam berapa?" Tanya Mingyu.
"Mmm, kalo ga salah sih, jam 3an,"
"Oh, masih lama ya,"
"Iyap. Santai aja. Kenapa emangnya? Kamu udah penasaran ngeliat aku tampil?" Tanya Mina, lalu tertawa.
"Dih pede banget sih lu," ledek Mingyu, lalu terkekeh.
Sesaat kemudian, walkie-talkienya sudah berisik karena ledekan-ledekan dari panitia-panitia lain.
"Itu koordinator acara pacaran aja!"
"Ganyadar yaa obrolannya bisa didenger kita-kita juga?"
"Gas aja Gyu gas eeeeeee ada Wonwoo hyung di deket gua asu kedengeran kali ya"
Telinga Mingyu memerah mendengarnya. "Apasih!"
"Ini kalian ngegosip aja, ayo fokus kerja!" Tegur Bu Chorong di walkie-talkie.
"Tuh dengerin kata Bu Chorong!" Kata Mingyu.
Cowok itu menurunkan walkie-talkienya, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
Di satu titik, dia mendapati Mina berdiri menatap penampilan di panggung, dengan sorot lampu yang agak mengenainya.
Mingyu harus berdiri diam dulu dan memukul-mukul dadanya, karena jantungnya berdebar sesaat.
~
"Liat Mingyu ga?"
"Engga,"
"Eh, eh, liat Mingyu ga?"
"Kayaknya sih tadi disana,"
Mina segera berjalan cepat ke arah yang tadi ditunjuk oleh temannya, dan dengan segera menemukan orang yang dia cari.
"Mingyu!!" Panggil Mina, ketika Mingyu baru akan beranjak dari tempat dia berdiri.
"Eh Mina. Kenapa?" Tanya Mingyu.
"Aku udah harus siap-siap buat tampil. Abis ini kelasku tampil," kata Mina.