🌹dua-puluh

833 86 12
                                        

Penampilan kelas 11 IPA 1 diberi tepuk tangan meriah.

Yah, siapa yang tidak akan terpana melihat penampilan ballet seperti itu? Bukan hanya Mingyu saja yang terpana.

Mina, dan beberapa kawannya turun dari panggung, digantikan kembali oleh dua MC.

"Wuah, penampilan yang spektakuler! Saya suka banget!"

"Betul banget. Kayaknya, sejauh ini, penampilan 11 IPA 1 adalah favorit saya."

Mingyu tersenyum tipis mendengar pujian dari MC. Cowok itu menunggu sesaat, hingga akhirnya Mina kembali ke aula dengan pakaian kasualnya.

"Hehe. Gimana? Tadi liat kan?" Tanya Mina.

Mingyu mengangguk. "Liat lah. Yakali engga."

"Untung banget sanggar ballet aku lagi ada project kelompok gini. Jadinya bisa aku bawa tampil ke panggung sekalian juga deh." Celetuk Mina. "Oh iya. Bagus gak tadi penampilannya?"

Mingyu mengangguk lagi. "Bagus kok! Gua sampe ngeliatin ke panggung melulu."

Mina tertawa. "Gak sampe segitunya ah."

Mingyu terdiam sesaat. Lalu membuat keputusan dengan cepat. "Serius Min."

Tatapan si pemuda yang lekat membuat Mina terpaku. Mina mengulum bibirnya gugup.

"Tapi sebelum gua ngomong, tolong ngertiin kalo gua akan ngomong hal bikin geli," kata Mingyu di awal. Mina mengangguk pelan--walaupun tidak begitu mengerti maksud Mingyu apa.

"Selama 2 bulan setelah Pinky pergi, gua ngegalau terus. Temen-temen gua nyuruh move-on, tapi gabisa. Susah rasanya nyari pengganti Pinky. Heh, menyedihkan emang. " Mingyu terkekeh.

"Tapi sejak lu muncul, entahlah, gua perlahan bisa move-on. Walaupun di awal kita sama-sama masih ada rasa duka, dan gua agak brengsek ke elu. Tapi perasaan suka ini tumbuh begitu aja."

Mingyu meraih tangan Mina yang tak bisa berkata apa-apa. "Myoui Mina. Rasanya aneh sih gara-gara elo sepupunya Pinky, berasa nikung gitu. Tapi, mau gak jadi pacar gua?"

Mina yang awalnya terdiam, perlahan merajut senyum. Dia menunduk, menyembunyikan pipinya yang memanas. "Mau kok."

Mingyu yang sedari tadi menahan napas, segera membuangnya, lega.

"KEJUUUUU GELI WOY ANYING"

Teriakan Dokyeom di walkie-talkie membuat Mingyu menghentikan gerakannya yang baru akan memeluk Mina.

"Lah, bentar. Jadi dari tadi lo semua dengerin?!" Tanya Mingyu ke walkie-talkie, panik.

"Yaiyalah! Lo sendiri biarinin walkie-talkienya dalam keadaan on!" Terdengar suara Yugyeom dari sana.

Setelah itu, walkie-talkienya menjadi ramai.

"Mingyu Mina jadian??? oMAiGaT"

"Ada yang denger proposal jadiannya juga? Gue geli. Aseli."

"Nembaknya gak asik lu Gyu!!"

"Bentar-bentar. Mina sepupunya Pinky? Demi apa?"

Baik Mingyu dan Mina sama-sama panik dan malu untuk menanggapi teman-teman panitianya yang heboh.

"Wah, wah. Saya gak inget di rundown ada acara nembak gini." Kata Bu Chorong di walkie-talkie.

"Ibu ngedenger juga??" Tanya Mina.

"Malah saya juga tontonin."

Mina dan Mingyu memutar kepalanya. Di sisi ruangan, tak jauh dari mereka, ada Bu Chorong melambaikan tangannya, sambil terkekeh kecil.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 30, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

move-on | mingyu, mina✔Stories to obsess over. Discover now